GENERASI CERDAS ANTIKORUPSI MEWUJUDKAN SEKOLAH AKTIF, SISWA KRITIS, BANGSA BERINTEGRITAS
Kata Kunci:
Korupsi, Pendidikan Anti Korupsi, Partisipatif, Kolaboratif, IntegritasAbstrak
Korupsi merupakan masalah serius yang dapat mempengaruhi kualitas pendidikan dan kehidupan siswa di sekolah. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan partisipasi dan kesadaran siswa terhadap tindakan korupsi di lingkungan sekolah khususnya ditingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penelitian ini membahas tentang strategi dan metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan partisipasi dan kesadaran siswa dalam pencegahan tindakan korupsi di lingkungan sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif. Penelitian ini dilakukan melalui wawancara dengan salah satu guru dan siswa di salah satu SMK di Bandar Lampung yang sudah melakukan pendekatan partisipatif dan kolaboratif di lingkungan sekolah. Hasil wawancara menunjukkan bahwa penyampaian konsep anti korupsi dalam bentuk diskusi 2 arah dan pengadaan kompetisi membantu siswa sehingga megetahui bentuk-bentuk korupsi dari lingkup terkecil dalam kehidupan sehari-hari memahami dampak korupsi terhadap masyarakat dan negara, meningkatkan keaktifan siswa dalam berdiskusi dan juga meningkatkan kreatifias siswa dalam kompetisi. Dengan demikian, dari pendekatan parsitipatif dan kolaboratif ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada upaya pencegahan korupsi di sekolah dan meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya membangun karakter yang baik dan berintegritas.
Corruption is a serious problem that can affect the quality of education and student life at school. Therefore, it is important to increase student participation and awareness of corruption in the school environment, especially at the Vocational High School (SMK) level. This research discusses strategies and methods that can be used to increase student participation and awareness in preventing corruption in the school environment. The research method used is classroom action research using a participatory and collaborative approach. This research was conducted through an interview with one of the teachers and students at one of the vocational schools in Bandar Lampung who has taken a participatory and collaborative approach in the school environment. The results of the interviews showed that the delivery of the concept of anti-corruption in the form of a 2-way discussion and the procurement of competitions helped students to know the forms of corruption from the smallest scope in daily life to understand the impact of corruption on society and the state, increase student actvity in discussions and also increase students' creativity in competitions. Thus, from this participatory and collaborative approach, it is hoped that it can contribute to efforts to prevent corruption in schools and increase students' awareness of the importance of building good character and integrity.



