INTEGRASI ETIKA DAN ILMU: RELEVANSI PEMIKIRAN AL GHAZALI DALAM PENDIDIKAN KARAKTER MODERN
Kata Kunci:
Pendidikan Karakter, Imam Al-Ghazali, Ilmu Dan Etika, Akhlak, Pendidikan IslamAbstrak
Krisis moral yang terjadi di kalangan peserta didik menjadi persoalan serius dalam dunia pendidikan kontemporer. Berbagai bentuk perilaku menyimpang, seperti rendahnya kejujuran akademik, lemahnya kedisiplinan, serta menurunnya empati dan kepedulian sosial, menunjukkan bahwa proses pendidikan masih lebih menekankan aspek kognitif dibandingkan pembinaan etika dan karakter. Pendidikan yang berorientasi pada capaian akademik semata berpotensi mengabaikan dimensi moral peserta didik sebagai tujuan utama pembelajaran. Dalam tradisi pemikiran Islam, Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa ilmu pengetahuan dan akhlak merupakan dua unsur yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan dalam proses pendidikan. Ilmu seharusnya berfungsi sebagai sarana pembentukan perilaku etis dan pendekatan spiritual kepada Tuhan, bukan sekadar alat pencapaian kepentingan duniawi. Oleh karena itu, integrasi antara ilmu dan etika menjadi prinsip fundamental dalam pendidikan menurut Al-Ghazali. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi pemikiran Imam Al-Ghazali tentang integrasi ilmu dan etika dalam penguatan pendidikan karakter di era modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Sumber data utama berasal dari karya Imam Al-Ghazali, khususnya Ihya’ Ulum al-Din, yang didukung oleh literatur ilmiah kontemporer terkait pendidikan karakter. Analisis data dilakukan secara deskriptif-interpretatif untuk mengkaji konsep pendidikan Al-Ghazali dan mengontekstualisasikannya dengan kebutuhan pendidikan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Al-Ghazali memiliki relevansi yang signifikan dengan pendidikan karakter masa kini, terutama pada jenjang pendidikan menengah. Penekanan Al-Ghazali terhadap keseimbangan antara penguasaan ilmu dan pembentukan akhlak mulia dapat menjadi landasan konseptual bagi pengembangan pendidikan karakter yang holistik dan berkelanjutan. Dengan demikian, pemikiran Al-Ghazali tetap aktual sebagai solusi konseptual dalam menghadapi krisis moral dalam dunia pendidikan modern.



