ANALISIS KENDALA WARUNG TRANSHIT DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN USAHA DAN KETERBATASAN LOKASI STRATEGIS
Kata Kunci:
UMKM, Pengambilan Keputusan, Persaingan Usaha, Lokasi Strategis, Daya SaingAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala yang dihadapi Warung Transhit sebagai pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bidang kuliner dalam menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat serta keterbatasan lokasi usaha yang kurang strategis. UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, namun masih menghadapi berbagai hambatan dalam pengelolaan usaha yang berdampak pada daya saing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode explanatory survey untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai proses pengambilan keputusan usaha yang dilakukan oleh pelaku UMKM. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi, dengan pemilik Warung Transhit sebagai informan utama serta didukung oleh karyawan dan pelanggan sebagai informan pendukung. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan menjaga keabsahan data melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Warung Transhit menghadapi kendala utama pada empat aspek, yaitu pengelolaan tenaga kerja, pengelolaan modal, pengelolaan bahan baku, dan pemasaran. Keterbatasan lokasi usaha yang kurang strategis dan tingginya tingkat persaingan usaha menjadi faktor eksternal yang memperkuat dampak dari kendala internal tersebut. Pengelolaan modal dan tenaga kerja yang belum optimal, perencanaan bahan baku yang kurang matang, serta strategi pemasaran yang masih konvensional menyebabkan penurunan daya saing usaha. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pelaku UMKM perlu meningkatkan kualitas pengambilan keputusan melalui perencanaan yang lebih terstruktur, pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran, serta pengelolaan sumber daya usaha yang lebih efisien guna meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha.
This study aims to analyze the constraints faced by Warung Transhit as a micro, small, and medium enterprise in the culinary sector in dealing with increasing business competition and limited strategic location. Micro, small, and medium enterprises play an important role in the Indonesian economy, yet they continue to experience various challenges that affect their competitiveness. This research employs a qualitative approach using an explanatory survey method to gain an in depth understanding of business decision making processes carried out by the enterprise. Data were collected through in depth interviews, direct observation, and documentation. The owner of Warung Transhit served as the main informant, supported by employees and customers as additional informants. Data analysis was conducted using descriptive qualitative techniques, including data reduction, data presentation, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source and technique triangulation. The results indicate that Warung Transhit faces constraints in four main aspects, namely workforce management, capital management, raw material management, and marketing. Limited business location and intense competition act as external factors that intensify internal management problems. Inefficient capital allocation, inadequate workforce coordination, poor raw material planning, and reliance on conventional marketing strategies have negatively affected business performance and competitiveness. The findings suggest that improving structured decision making, optimizing resource management, and adopting digital marketing strategies are essential for enhancing competitiveness and business sustainability. This study contributes to a better understanding of the challenges faced by culinary MSMEs and provides practical insights for improving their ability to survive and grow in a competitive business environment.



