ANALISIS SEMIOTIKA MAKNA KESENDIRIAN PADA LIRIK LAGU RUANG SENDIRI’ KARYA TULUS
Kata Kunci:
Makna Kesendirian, Semiotika, Lirik LaguAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna kesendirian dalam lirik lagu “Ruang Sendiri” karya Tulus menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Musik dipandang sebagai media komunikasi yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana penyampaian pesan sosial, psikologis, dan filosofis. Lirik lagu “Ruang Sendiri” merepresentasikan pandangan manusia modern terhadap kebutuhan akan ruang personal dan refleksi diri di tengah tuntutan konektivitas sosial yang tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif interpretatif dengan teknik studi dokumen, di mana lirik lagu dianalisis melalui tiga tingkat pemaknaan, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesendirian dalam lagu ini tidak dimaknai sebagai keterasingan, melainkan sebagai ruang eksistensial yang penting untuk menjaga keseimbangan emosional, kebebasan personal, dan pendewasaan diri.
This study aims to analyze the meaning of solitude in the song lyrics “Ruang Sendiri” by Tulus using Roland Barthes’ semiotic approach. Music is viewed as a medium of communication that functions not only as entertainment but also as a means of conveying social, psychological, and philosophical messages. The lyrics of “Ruang Sendiri” represent modern human perspectives on the need for personal space and self-reflection amid the high demands of social connectivity. The research employs an interpretive qualitative method with a document study technique, in which the song lyrics are analyzed through three levels of meaning: denotation, connotation, and myth. The results indicate that solitude in this song is not interpreted as alienation, but rather as an existential space that plays an important role in maintaining emotional balance, personal freedom, and emotional maturity.



