REPRESENTASI TRAUMA PSIKOLOGIS DAN KONFLIK KELUARGA DALAM DRAMA SUCI YANG SURAM

Penulis

  • Muhammad Rizqi Nurzamzami Universitas Pamulang
  • Muhammad Iksan Universitas Pamulang

Kata Kunci:

Semiotika Riffaterre, Trauma Psikologis, Konflik Keluarga, Drama

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi trauma psikologis dan konflik keluarga dalam pementasan drama Suci yang Suram karya UKM Teater Oksigen. Fenomena trauma dalam drama ini ditampilkan secara simbolis melalui kemunculan kepribadian ganda sebagai dampak kekerasan domestik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika Michael Riffaterre. Data penelitian berupa fragmen dialog dan laku peran yang dianalisis melalui empat tahap: ketidaklangsungan ekspresi, pembacaan heuristik, pembacaan hermeneutik, dan penemuan matriks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trauma tokoh utama direpresentasikan melalui ketidaklangsungan ekspresi berupa penciptaan tokoh Rafa sebagai alter ego disosiatif. Matriks utama dalam drama ini adalah penghancuran kesucian anak oleh otoritas keluarga yang toksik, di mana konflik keluarga yang ekstrem seperti kekerasan seksual sedarah (incest) menjadi pemicu utama kerusakan identitas psikologis tokoh. Simpulan penelitian menegaskan bahwa keluarga yang seharusnya menjadi ruang aman justru bertransformasi menjadi sumber trauma yang menghancurkan masa depan anak.

This research aims to reveal the representation of psychological trauma and family conflict in the drama performance “Suci yang Suram” by UKM Teater Oksigen. The phenomenon of trauma in this drama is symbolically displayed through the emergence of a split personality as an impact of domestic violence. This study employs a descriptive qualitative method with Michael Riffaterre’s semiotic approach. The research data consist of dialogue fragments and stage acts analyzed through four stages: indirection of expression, heuristic reading, hermeneutic reading, and the discovery of the matrix. The results indicate that the main character’s trauma is represented through the indirection of expression in the form of creating the character Rafa as a dissociative alter ego. The central matrix of this drama is the destruction of a child’s purity by toxic family authority, where extreme family conflicts such as incest act as the primary trigger for the character’s psychological identity damage. The conclusion emphasizes that the family, which should serve as a safe space, instead transforms into a source of trauma that destroys the child’s future.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-04