PARTISIPASI PELAJAR DALAM KEBIJAKAN LITERASI KEUANGAN OJK BALI: ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM RABU MENABUNG
Kata Kunci:
Inklusi Keuangan, Literasi Keuangan, Pelajar, Simpanan PelajarAbstrak
Rendahnya literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar masih menjadi tantangan dalam membentuk perilaku pengelolaan keuangan yang sehat sejak dini. Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Bali menginisiasi Program Rabu Menabung sebagai upaya pembiasaan menabung melalui sekolah dengan dukungan program Satu Rekening Satu Pelajar (SimPel). Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan Program Rabu Menabung serta dampaknya terhadap partisipasi, literasi, dan inklusi keuangan pelajar, khususnya di Kota Denpasar sebagai wilayah percontohan nasional. Metode penulisan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi kegiatan, studi dokumentasi, dan analisis data kepemilikan rekening SimPel serta nominal simpanan pelajar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Program Rabu Menabung berhasil meningkatkan kepemilikan rekening SimPel hingga mendekati target 90 persen serta mendorong partisipasi aktif pelajar dalam kegiatan menabung rutin di sekolah. Pembahasan menunjukkan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh jumlah rekening yang dibuka, tetapi juga oleh kualitas pemanfaatan rekening dan konsistensi perilaku menabung, yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan sekolah, dukungan orang tua, serta pembiasaan berkelanjutan. Disimpulkan bahwa Program Rabu Menabung merupakan model kebijakan literasi dan inklusi keuangan pelajar yang efektif, namun memerlukan penguatan edukasi lanjutan dan monitoring berkelanjutan agar dampaknya dapat berlangsung secara jangka panjang.
The low level of financial literacy and inclusion among students remains a major challenge in fostering sound financial management behavior from an early age. The Financial Services Authority of Bali Province initiated the Rabu Menabung Program as a school-based saving habituation effort supported by the One Student One Account (Simpanan Pelajar) initiative. This article aims to analyze the implementation of the Rabu Menabung Program and its impact on student participation, financial literacy, and financial inclusion, particularly in Denpasar City as a national pilot area. The study employs a descriptive qualitative approach using data collected through activity observations, documentation review, and analysis of student savings account ownership and savings balances. The results indicate that the Rabu Menabung Program successfully increased student savings account ownership to nearly the 90 percent target and encouraged active student participation in regular school-based saving activities. The discussion reveals that program effectiveness is not determined solely by the number of accounts opened, but also by the quality of account utilization and the consistency of saving behavior, which are influenced by the school environment, parental support, and sustained habituation. It can be concluded that the Rabu Menabung Program represents an effective model for enhancing student financial literacy and inclusion; however, continued financial education and structured monitoring are necessary to ensure long-term and sustainable impacts.



