KEJAYAAN PERADABAN ISLAM DI ABAD PERTENGAHAN: FAKTOR PENDORONG, TRADISI KEILMUAN, DAN DINAMIKA HEGEMONI
Kata Kunci:
Peradaban Islam, Abad Pertengahan, Tradisi Keilmuan, Hegemoni Barat, Institusi PendidikanAbstrak
Penelitian ini mengkaji kejayaan peradaban Islam pada abad pertengahan (abad ke-8 hingga ke-14 M) dengan fokus pada faktor-faktor pendorong, tradisi keilmuan, serta dinamika kemunduran yang dipengaruhi oleh hegemoni Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan historis-analitis terhadap sumber-sumber primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejayaan peradaban Islam dibangun atas empat pilar utama: landasan teologis yang mendorong pencarian ilmu, stabilitas politik pada masa Dinasti Umayyah dan Abbasiyah, asimilasi pengetahuan dari peradaban Yunani-Persia-India, serta pengembangan institusi pendidikan formal seperti Bayt al-Hikmah dan madrasah Nizamiyah. Tradisi keilmuan Islam dicirikan oleh integrasi harmonis antara wahyu dan akal, pengembangan metode ilmiah berbasis observasi dan eksperimen, serta institusionalisasi pendidikan tinggi. Kemunduran peradaban Islam dimulai pada abad ke-13 akibat fragmentasi politik internal dan serangan eksternal Mongol, yang diperparah oleh hegemoni epistemologis Barat melalui kolonialisme pada abad ke-18 hingga ke-19. Kontribusi peradaban Islam terhadap sains, matematika, kedokteran, filsafat, dan teknologi tetap menjadi fondasi penting bagi kebangkitan Eropa dan perkembangan ilmu pengetahuan modern.
This research examines the glory of Islamic civilization during the Middle Ages (8th to 14th centuries CE), focusing on driving factors, scientific traditions, and the dynamics of decline influenced by Western hegemony. The research method employed is library research with a historical-analytical approach. The findings reveal that Islamic civilization's glory was built upon four main pillars: theological foundations encouraging knowledge pursuit, political stability during the Umayyad and Abbasid dynasties, knowledge assimilation from Greek-Persian-Indian civilizations, and development of formal educational institutions. Islamic scientific tradition was characterized by harmonious integration between revelation and reason, development of observation-based scientific methods, and institutionalization of higher education. The decline began in the 13th century due to internal political fragmentation and external Mongol invasions, exacerbated by Western epistemological hegemony through colonialism in the 18th and 19th centuries. Islamic civilization's contributions remain fundamental to the European Renaissance and modern scientific development..



