PENGELOLAAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS LITERASI DI SD NO. 3 KEROBOKAN
Kata Kunci:
Pengelolaan Pembelajaran, Bahasa Indonesia, LiterasiAbstrak
Pengelolaan pembelajaran merupakan proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, serta evaluasi pembelajaran yang bertujuan menciptakan pengalaman belajar yang efektif, efisien, dan bermakna bagi peserta didik. Dalam konteks ini, pengelolaan pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis literasi merupakan upaya sistematis untuk mengembangkan keterampilan membaca, menulis, menyimak, dan berbicara melalui kegiatan literatif yang terstruktur dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis literasi di SD No. 3 Kerobokan, yang mencakup tiga fokus utama, yaitu: (1) perencanaan pembelajaran, (2) pelaksanaan pembelajaran, dan (3) dampak dari pengelolaan pembelajaran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan informan yang dipilih secara purposive, yaitu kepala sekolah, guru kelas, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran disusun secara sistematis, adaptif, dan kontekstual berdasarkan karakteristik peserta didik serta nilai-nilai budaya lokal. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara interaktif melalui strategi membaca bersama, diskusi, menulis kreatif, dan presentasi, yang mampu membangkitkan keterlibatan aktif siswa. Evaluasi dan refleksi dilaksanakan secara berkelanjutan melalui asesmen formatif, jurnal reflektif, serta supervisi dan coaching dari kepala sekolah. Pengelolaan ini memberikan dampak positif yang signifikan, berupa meningkatnya kualitas pembelajaran, keterampilan literasi siswa, kreativitas, dan kepercayaan diri. Hal ini memperkuat relevansi teori konstruktivisme Piaget dan teori Zona Perkembangan Proksimal dari Vygotsky, yang menekankan pentingnya pengalaman belajar konkret, scaffolding, dan kolaborasi sosial. Pembelajaran berbasis literasi di SD No. 3 Kerobokan telah membentuk lingkungan belajar yang aktif, partisipatif, dan selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka, sekaligus mendukung pencapaian dimensi Profil Pelajar Pancasila.
Learning management is the process of planning, implementing, supervising, and evaluating instruction aimed at creating effective, efficient, and meaningful learning experiences for students. In this context, the management of Indonesian language learning based on literacy is a systematic effort to develop reading, writing, listening, and speaking skills through structured and contextual literacy activities. This study aims to describe the management of literacy-based Indonesian language learning at SD No. 3 Kerobokan, focusing on three aspects: (1) learning planning, (2) learning implementation, and (3) the impact of learning management. This research employed a qualitative approach with descriptive methods. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation, involving purposive informants such as the principal, classroom teachers, and students. The results showed that learning planning was carried out systematically, adaptively, and contextually based on student characteristics and local cultural values. The implementation was conducted interactively through activities such as shared reading, discussion, creative writing, and presentations, which fostered active student participation. Evaluation and reflection were carried out continuously through formative assessments, reflective journals, and supervision or coaching conducted by the principal. This management practice had a significant positive impact, including improved learning quality, students’ literacy skills, creativity, and self-confidence. These findings align with Piaget’s constructivist theory and Vygotsky’s Zone of Proximal Development, which emphasize the importance of concrete learning experiences, scaffolding, and social interaction. Literacy-based learning at SD No. 3 Kerobokan has successfully created an active, participatory learning environment aligned with the principles of the Merdeka Curriculum and supports the achievement of the Pancasila Student Profile dimensions.



