⁠PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KAHOOT UNTUK PENGUASAAN HURUF HIJAIYAH BAGI SISWA TUNARUNGU DI SLBN 1 SUMBAWA

Penulis

  • Jamaluddin Universitas Teknologi Sumbawa
  • Suparman Universitas Teknologi Sumbawa

Kata Kunci:

Media Pembelajaran, Kahoot, Huruf Hijaiyah, Siswa Tunarungu, Sekolah Luar Biasa

Abstrak

Media pembelajaran memiliki peran strategis dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran, khususnya bagi peserta didik berkebutuhan khusus seperti siswa tunarungu. Pembelajaran huruf hijaiyah menuntut pendekatan visual dan interaktif agar materi dapat dipahami secara optimal. Namun, pembelajaran di SLBN masih didominasi metode konvensional yang kurang melibatkan partisipasi aktif siswa. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan media pembelajaran yang inovatif dan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Kahoot serta menguji efektivitasnya dalam meningkatkan penguasaan huruf hijaiyah pada siswa tunarungu di SLBN 1 Sumbawa Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan pendekatan mixed method menggunakan model ADDIE yang meliputi tahap Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Subjek penelitian adalah siswa tunarungu SLBN 1 Sumbawa. Teknik pengumpulan data meliputi validasi ahli materi dan ahli media, observasi aktivitas pembelajaran, wawancara guru, penyebaran kuesioner, serta tes penguasaan huruf hijaiyah. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa media pembelajaran Kahoot yang dikembangkan memenuhi kriteria kelayakan dan dapat digunakan dalam pembelajaran huruf hijaiyah. Implementasi media di kelas menunjukkan peningkatan signifikan pada keterlibatan, fokus, dan antusiasme siswa tunarungu selama proses pembelajaran. Hasil tes penguasaan huruf hijaiyah menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata siswa setelah penerapan media Kahoot. Selain itu, guru dan siswa memberikan respons positif terhadap tampilan visual, kemudahan penggunaan, serta interaktivitas media yang mendukung kebutuhan belajar siswa tunarungu. Media pembelajaran berbasis Kahoot terbukti efektif dalam meningkatkan penguasaan huruf hijaiyah pada siswa tunarungu di SLBN 1 Sumbawa. Media ini mampu menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan inklusif, sehingga layak untuk diterapkan serta dikembangkan lebih lanjut pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah luar biasa.

Learning media play a strategic role in improving the effectiveness of learning, especially for students with special needs such as deaf students. Learning hijaiyah letters requires a visual and interactive approach so that the material can be optimally understood. However, learning activities in special schools are still dominated by conventional methods that do not sufficiently encourage active student participation. Therefore, it is necessary to develop innovative and adaptive learning media. This study aims to develop Kahoot-based learning media and to examine its effectiveness in improving the mastery of hijaiyah letters among deaf students at SLBN 1 Sumbawa. This research is a development study (Research and Development) using a mixed-method approach with the ADDIE model, which consists of the stages of Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate. The research subjects were deaf students at SLBN 1 Sumbawa. Data collection techniques included validation by subject-matter experts and media experts, observation of learning activities, teacher interviews, questionnaires, and tests of hijaiyah letter mastery. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics, while qualitative data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results of expert validation indicate that the developed Kahoot-based learning media meet the feasibility criteria and are suitable for use in teaching hijaiyah letters. The implementation of the media in the classroom showed a significant increase in student engagement, focus, and enthusiasm during the learning process. The results of the hijaiyah letter mastery tests also showed an increase in students’ average scores after the application of the Kahoot media. In addition, both teachers and students provided positive responses regarding the visual display, ease of use, and interactivity of the media, which support the learning needs of deaf students. In conclusion, Kahoot-based learning media have proven to be effective in improving the mastery of hijaiyah letters among deaf students at SLBN 1 Sumbawa. This media is able to create a more engaging, interactive, and inclusive learning environment, making it appropriate to be implemented and further developed in Islamic Religious Education learning in special schools.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30