ANALISIS SENYAWA BIOAKTIF DAN POTENSI FARMASI TANAMAN RIMPANG DAN UMBI TRADISIONAL

Penulis

  • Nindy Adisha Puti Hanumsari Universitas Adiwangsa Jambi
  • Saffana Aura Balqis Universitas Adiwangsa Jambi
  • Sawwifi Universitas Adiwangsa Jambi
  • Putri Bunga Difa Universitas Adiwangsa Jambi
  • Ardi Mustakim Universitas Adiwangsa Jambi

Kata Kunci:

Rimpang, Umbi Tradisional, Senyawa Bioaktif, Potensi Farmasi, Antioksidan, Antiinflamasi

Abstrak

Artikel ini mengulas tentang analisis senyawa yang memiliki aktivitas bioaktif serta kemungkinan penggunaan medis dari berbagai jenis tanaman rimpang dan umbi tradisional yang sering digunakan dalam pengobatan serta kuliner. Sepuluh spesies tanaman telah dianalisis, termasuk kunyit merah, kunyit putih, bawang merah, bawang putih, jahe merah, jahe putih, lengkuas merah, lengkuas putih, temulawak, dan kencur. Tiap tanaman diidentifikasi menggunakan nama ilmiah, komponen senyawa bioaktif yang utama, mekanisme biokimia yang mendasari efek farmasi, serta potensi penggunaannya dalam sektor kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa-senyawa seperti kurkumin, allicin, gingerol, dan xanthorrhizol memiliki sifat antiinflamasi, antioksidan, antimikroba, serta modulasi imun yang cukup signifikan. Hasil ini menyoroti pentingnya pemanfaatan rimpang dan umbi tradisional sebagai sumber obat alami dan juga mendukung pengembangan produk farmasi yang berbasis tanaman.

This article presents an analysis of bioactive compounds and the pharmaceutical potential of various traditional rhizome and tuber plants commonly used in medicine and cuisine. Ten plant types were examined, including red turmeric, white turmeric, red onion, garlic, red ginger, white ginger, red galangal, white galangal, temulawak, and kencur. For each plant, the scientific name, major bioactive compounds, underlying biochemical mechanisms of pharmacological activity, and potential applications in healthcare were identified. The study highlights that compounds such as curcumin, allicin, gingerol, and xanthorrhizol exhibit significant anti-inflammatory, antioxidant, antimicrobial, and immunomodulatory activities. These findings emphasize the value of traditional rhizomes and tubers as natural medicinal resources and support the development of plant-based pharmaceutical products.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30