PENGARUH NILAI TUKAR DAN INDEKS SAHAM SYARIAH (ISSI) TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI: ANALISIS REGRESI LINIER BERGANDA MENGGUNAKAN EVIEWS
Kata Kunci:
Pertumbuhan Ekonomi, Nilai Tukar, Indeks Sahan Syariah (ISSI)Abstrak
Pasar modal mempunyai peran penting dalam pembangunan ekonomi di suatu negara, salah satunya Indonesia, karena menjadi alternatif sejak ISSI diperkenalkan pada 12 Mei 2011, yang berfungsi sebagai indikator kinerja saham yang berbasis syariah dan berlandaskan prinsip islam yang terbebas dari riba. Namun ISSI sering mengalami penurunann yang dipengaruhi berbagai faktor mikro dan makro terutama pada pertumbuhan ekonomi danĀ nilai tukar rupiah. Pada tahun 2019 terjadi ketidaksesuaian antara kondisi ekonomi rill dan pasar modal syariah, dikarenakan pada saat pertumbuhan ekonomi melemah, ISSI justru mengalami peningkatan. .Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tukar dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terhadap pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode regresi linier berganda dalam aplikasi Eviews guna untuk menganalisis hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nilai tukar sebagai indikator penting dalam kondisi fundamental suatu negara, khusunya dalam konteks pertumbuhan ekonomi. Data penelitian diambil dari sumber resmi yang mencakup variable makroekonomi dan pergerakan indeks saham syariah. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai tukar (kurs) dan ISSI mempunyai hubungan negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Penurunan nilai tukar mendatangkan tekanan pada aktivitas ekonomi nasional, sementara penurunan ISSI tidak selalu mencerminkan kondisi ekonomi yang nyata sehingga dampak pada pertumbuhan ekonomi relatif terbatas. Nilai Adjusted R-Squared sebesar 30,38% menunjukan bahwa variabel nilai tukar dan ISSI hanya dapat menejalaskan sebesar 30% variasi dalam pertumbuhan ekonomi. sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Penelitian ini juga menegaskan pentingnya menjaga kestabilan nilai tukar dan memperkuat fundamental pasar modal syariah untuk berkontribusi lebih optimal bagi perekonomian.
The capital market has an important role in economic development in a country, one of which is Indonesia, because it has become an alternative since ISSI was introduced on May 12, 2011, which functions as an indicator of stock performance based on sharia-based and based on Islamic principles that are free from usury. However, ISSI often experiences declines influenced by various micro and macro factors, especially economic growth and the rupiah exchange rate. In 2019, there was a mismatch between real economic conditions and the Islamic capital market, because at a time when economic growth was weakening, ISSI actually increased. . This study aims to analyze exchange rates and Indonesian Sharia Stock Index (ISSI) on the economic growth. This study uses the multiple linear regression method in the Eviews application to analyze the relationship between economic growth and exchange rate stability as an important indicator in the fundamental condition of a country, especially in the context of the Islamic capital market. The research data is taken from official sources that include macroeconomic variables and the movement of sharia stock indices. The results of this study show that the exchange rate (exchange rate) and ISSI have a negative and significant relationship with economic growth. The decline in the exchange rate puts pressure on national economic activity, while the decline in ISSI does not necessarily reflect real economic conditions, so the impact on economic growth is relatively limited. The Adjusted R-Squared value of 30.38% shows that the exchange rate variable and ISSI can only account for 30% of the variation in economic growth, while the rest is influenced by other factors. This research also emphasizes the importance of maintaining exchange rate stability and strengthening the fundamentals of the Islamic capital market to contribute more optimally to the economy.



