PRAGMATISME SEBAGAI ALIRAN FILSAFAT PRAKTIS

Penulis

  • Yerni Modokh Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Dea Anes Sifra Nguru Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Marissa Boboy Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Joel Alendino Dominggus Ati Balle Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Haliman Tefa Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Irene Irmawati Pelokila Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Kata Kunci:

Pragmatisme, Filsafat Praktis, Kebenaran, Pengalaman, Tindakan

Abstrak

Pragmatisme muncul sebagai respons terhadap kecenderungan filsafat yang terlalu menekankan spekulasi abstrak dan kurang menyentuh persoalan nyata kehidupan manusia. Dalam konteks perubahan sosial, perkembangan ilmu pengetahuan, dan kebutuhan akan pemecahan masalah yang konkret, pragmatisme menawarkan pendekatan filsafat yang berorientasi pada tindakan, pengalaman, dan manfaat praktis. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pragmatisme sebagai aliran filsafat praktis dengan menelusuri latar belakang historisnya, konsep-konsep dasarnya, serta karakteristik kepraktisannya dalam kehidupan manusia. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi pustaka dengan pendekatan analisis konseptual terhadap pemikiran tokoh-tokoh utama pragmatisme, seperti Charles Sanders Peirce, William James, dan John Dewey. Pembahasan utama mencakup pengertian pragmatisme, prinsip kebenaran berdasarkan konsekuensi praktis, penerapan pragmatisme dalam bidang pendidikan, etika, sosial, serta berbagai kritik yang diarahkan terhadap aliran ini. Kesimpulan dari kajian ini menunjukkan bahwa pragmatisme memberikan kontribusi penting bagi filsafat yang relevan dengan realitas kehidupan, karena menekankan fleksibilitas, pengalaman, dan pemecahan masalah nyata, meskipun tetap perlu disikapi secara kritis agar tidak terjebak dalam relativisme kebenaran.

Pragmatism emerges as a response to the philosophical tendency that overly emphasizes abstract speculation and lacks engagement with the real issues of human life. In the context of social change, the development of science, and the need for concrete problem-solving, pragmatism offers a philosophical approach oriented towards action, experience, and practical benefits. This article aims to examine pragmatism as a practical philosophical movement by tracing its historical background, basic concepts, and practical characteristics in human life. The method used in writing this article is a literature study with a conceptual analysis approach to the thoughts of major pragmatism figures such as Charles Sanders Peirce, William James, and John Dewey. The main discussion includes the definition of pragmatism, the principle of truth based on practical consequences, the application of pragmatism in education, ethics, social fields, as well as various criticisms directed at this movement. The conclusion of this study shows that pragmatism makes an important contribution to philosophy that is relevant to life's reality, as it emphasizes flexibility, experience, and real problem-solving, although it still needs to be approached critically to avoid falling into truth relativism.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30