KESEPIAN DAN KECEMASAN SOSIAL PADA DEWASA AWAL DITINJAU DARI BENTUK PARASOCIAL RELATIONSHIP
Kata Kunci:
Parasocial Relationship, Para-Romantic Love, Para-Friendship, Kesepian, Kecemasan Sosial, Dewasa AwalAbstrak
Parasocial relationship merupakan bentuk keterikatan emosional satu arah antara individu dan figur media yang semakin umum dialami oleh dewasa awal seiring meningkatnya penggunaan media digital. Parasocial relationship tidak bersifat tunggal, melainkan memiliki variasi bentuk afeksi, seperti para-romantic love dan para-friendship, yang secara teoretis diasumsikan berkaitan dengan kebutuhan psikologis yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan tingkat kesepian dan kecemasan sosial pada dewasa awal ditinjau dari kecenderungan bentuk parasocial relationship tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Partisipan berjumlah 117 dewasa awal berusia 18 sampai 25 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Parasocial relationship diukur menggunakan skala multidimensional berdasarkan teori Tukachinsky, kesepian diukur menggunakan De Jong Gierveld Loneliness Scale, dan kecemasan sosial diukur menggunakan skala kecemasan sosial dari La Greca dan Lopez. Analisis data dilakukan menggunakan uji independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat kesepian maupun kecemasan sosial antara kelompok para-romantic love dan para-friendship. Temuan ini mengindikasikan bahwa perbedaan bentuk afeksi dalam parasocial relationship belum menjadi faktor pembeda kondisi psikologis dewasa awal dalam konteks kesepian dan kecemasan sosial, khususnya pada tingkat keterikatan parasosial yang moderat.
Parasocial relationship refers to a one-sided emotional attachment between individuals and media figures, which has become increasingly prevalent among emerging adults due to the widespread use of digital media. Parasocial relationships are not a unitary phenomenon but involve different affective forms, such as para-romantic love and para-friendship, which are theoretically assumed to fulfill different psychological needs. This study aimed to examine differences in loneliness and social anxiety among emerging adults based on the predominant form of parasocial relationship. A quantitative comparative design was employed with 117 participants aged 18 to 25 years selected through purposive sampling. Parasocial relationship was measured using a multidimensional scale based on Tukachinsky’s framework, loneliness was assessed using the De Jong Gierveld Loneliness Scale, and social anxiety was measured using the Social Anxiety Scale developed by La Greca and Lopez. Data were analyzed using independent samples t-tests. The results indicated no significant differences in levels of loneliness or social anxiety between individuals with para-romantic love and para-friendship tendencies. These findings suggest that differences in affective forms of parasocial relationships do not necessarily distinguish psychological conditions related to loneliness and social anxiety among emerging adults, particularly when parasocial involvement remains at a moderate level.



