EFEKTIVITAS INTERVENSI SARI MENTIMUN SEBAGAI TERAPI NONFARMAKOLOGIS UNTUK MENGONTROL HIPERTENSI PADA USIA LANJUT
Kata Kunci:
Hipertensi, Sari Mentimun, Tekanan Darah, Terapi NonfarmakologisAbstrak
Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular utama pada usia lanjut dengan prevalensi 60-70% pada individu di atas 65 tahun, yang meningkatkan risiko stroke dan gagal jantung. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas sari mentimun (Cucumis sativus) sebagai intervensi nonfarmakologis jangka pendek (7 hari) dalam menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada 50 subjek usia lanjut dengan hipertensi ringan hingga sedang. Desain quasi-eksperimental pre-posttest diterapkan dengan pemberian 300 ml sari mentimun segar harian. Hasil menunjukkan penurunan tekanan darah dengan hari pertama 145/100 mmHg dan hari ke tujuh 130/85 mmHg. Tidak terdapat efek samping berarti. Temuan ini mengisi kesenjangan literatur mengenai intervensi dietetik cepat pada lansia, menawarkan alternatif rendah risiko dibanding terapi farmakologis. Keterbatasan meliputi ukuran sampel kecil dan absennya kelompok kontrol plasebo. Disarankan uji klinis RCT jangka panjang untuk validasi. Sari mentimun berpotensi diintegrasikan dalam protokol kesehatan lansia guna mengurangi beban farmakologis dan komplikasi hipertensi.
Hypertension is a major cardiovascular disease in the elderly, with a prevalence of 60-70% in individuals over 65 years old, which increases the risk of stroke and heart failure. This study evaluated the effectiveness of cucumber juice (Cucumis sativus) as a short-term (7 days) non-pharmacological intervention in reducing systolic and diastolic blood pressure in 50 elderly subjects with mild to moderate hypertension. A quasi-experimental pre-posttest design was applied with the administration of 300 ml of fresh cucumber juice daily. The results showed a reduction in blood pressure from 145/100 mmHg on the first day to 130/85 mmHg on the seventh day. No significant side effects were observed. These findings fill a gap in the literature regarding quick dietary interventions in the elderly, offering a low-risk alternative compared to pharmacological therapy. Limitations include a small sample size and the absence of a placebo control group. Long-term RCT clinical trials are recommended for validation. Cucumber extract has the potential to be integrated into elderly health protocols to reduce pharmacological burden and hypertension complications.



