GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA AWAL TENTANG SEKS BEBAS DI KELURAHAN MOJOSONGO DI KECAMATAN JEBRES

Penulis

  • Chyntia Amellia Putri Universitas 'Aisyiyah Surakarta
  • Zulfa Mahdiatur Rasyida Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Kata Kunci:

Pengetahuan, Remaja Awal, Seks Bebas

Abstrak

Latar Belakang: Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, memiliki angka dispensasi nikah yang tinggi akibat kehamilan di luar nikah pada remaja. Kondisi ini menunjukkan adanya perilaku seksual pranikah serta keterbatasan informasi mengenai pengetahuan dan sikap remaja terkait seks bebas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Awal Tentang Seks Bebas Di Kelurahan Mojosongo Kecamatan Jebres.  Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan sampel 68 responden yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Penentuan sampel menggunakan rumus Lemeshow karena populasi tidak diketahui, data dikumpulkan melalui kuesioner, dan dianalisis secara deskriptif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 39 responden (57,4%). Namun, mayoritas responden menunjukkan perilaku seksual berisiko, seperti pernah berpegangan tangan sebanyak 20 responden (29,4%) dan berciuman sebanyak 15 responden (22,1%). Kesimpulan: Mayoritas remaja awal di Kelurahan Mojosongo Kecamatan Jebres memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang seks bebas.

Background: Mojosongo Village, Jebres District, has a high rate of marriage dispensations due to premarital pregnancies among teenagers. This situation indicates premarital sexual behavior and limited information regarding adolescents' knowledge and attitudes regarding casual sex. Objective: This study aims to identify the level of knowledge of young adolescents about free sex in Mojosongo Village, Jebres District.  Methods: This study used a quantitative descriptive design with a sample of 68 respondents selected through purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. The sample was determined using the Lemeshow formula because the population was unknown. Data were collected through questionnaires and analyzed descriptively. Results: The results showed that the majority of respondents (39 respondents) had a good level of knowledge. However, the majority of respondents engaged in risky sexual behavior, such as holding hands (20 respondents) (29.4%) and kissing (15 respondents) (22.1%). Conclusion: The majority of young teenagers in Mojosongo Village, Jebres District, have a good level of knowledge about free sex.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-28