PERAN BALAI PEMASYARAKATAN KOTA SAMARINDA DALAM PENDAMPINGAN RESIDIVIS ANAK PELAKU TINDAK PIDANA PENCURIAN
Kata Kunci:
Balai Pemasyarakatan, Residivis Anak, Tindak Pidana Pencurian, Pendampingan, Reintegrasi SosialAbstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kota Samarinda dalam pendampingan residivis anak pelaku tindak pidana pencurian serta menganalisis upaya mengatasi tantangan dalam pelaksanaan pendampingan. Metode penelitian menggunakan pendekatan socio-legal research dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi di Bapas Kelas I Kota Samarinda. Data dianalisis secara kualitatif untuk mendeskripsikan peran Bapas pada tahap pra adjudikasi, adjudikasi, dan post adjudikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bapas memiliki peran strategis dalam sistem peradilan pidana anak melalui penyusunan Laporan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas), pendampingan proses peradilan, serta pembimbingan dan pengawasan. Pada kasus residivis, pendampingan dilakukan lebih intensif melalui bimbingan kepribadian dan kemandirian untuk mencegah pengulangan tindak pidana. Namun, pelaksanaan pendampingan menghadapi tantangan berupa keterbatasan SDM dengan rasio 24 Pembimbing Kemasyarakatan untuk 3.400 klien, minimnya anggaran operasional, sarana prasarana tidak memadai, serta kurangnya kesadaran klien dan keluarga. Upaya yang dilakukan meliputi prioritas pendampingan pada klien berisiko tinggi, pemanfaatan teknologi untuk bimbingan jarak jauh, dan kolaborasi dengan instansi terkait. Penelitian menyimpulkan bahwa meskipun konsep pembimbingan Bapas telah sesuai dengan prinsip reintegrasi sosial dan keadilan restoratif, efektivitasnya belum optimal akibat kendala sistemik dalam penyediaan sumber daya pendukung.
This research aims to identify the role of the Correctional Center (Bapas) of Samarinda City in assisting juvenile recidivists who commit theft crimes and to analyze efforts to overcome challenges in implementing assistance. The research method uses a socio-legal research approach with data collection techniques through interviews, observations, and documentation studies at Bapas Class I Samarinda City. Data were analyzed qualitatively to describe the role of Bapas at the pre-adjudication, adjudication, and post-adjudication stages. The results show that Bapas has a strategic role in the juvenile criminal justice system through the preparation of Community Research Reports (Litmas), assistance in judicial processes, as well as guidance and supervision. In recidivist cases, assistance is carried out more intensively through personality and independence guidance to prevent the repetition of criminal acts. However, the implementation of assistance faces challenges in the form of limited human resources with a ratio of 24 Community Supervisors for 3,400 clients, minimal operational budget, inadequate infrastructure, and lack of awareness among clients and families. Efforts made include prioritizing assistance for high-risk clients, utilizing technology for remote guidance, and collaborating with related agencies. The research concludes that although Bapas's guidance concept is in accordance with the principles of social reintegration and restorative justice, its effectiveness is not yet optimal due to systemic constraints in providing supporting resources.



