ORIENTASI KARIER SEBAGAI ALASAN TIDAK MENIKAH: KAJIAN ETIKA DAN KONSEP PERNIKAHAN DALAM ISLAM
Kata Kunci:
Orientasi Karier, Penundaan Pernikahan, Perempuan Muslim, Etika Islam, Maqāṣid Al-Sharī‘AhAbstrak
Fenomena penundaan bahkan penghindaran dari pernikahan akibat fokus pada karir semakin tampak di generasi muda, terutama di kalangan perempuan Muslim di perkotaan. Studi ini bertujuan untuk mengkaji alasan yang mendasari orientasi karir sebagai latar belakang keputusan untuk tidak menikah dan menganalisisnya dengan sudut pandang etika serta pemahaman mengenai pernikahan dalam ajaran Islam. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif menggunakan metode deskriptif-analitis melalui pengumpulan data di lapangan. Data primer didapatkan melalui wawancara mendalam dengan seorang perempuan Muslim yang berada di usia dewasa awal dan secara sadar memilih untuk tidak menikah demi fokus pada pengembangan karirnya. Selanjurnya, data dianalisis melalui beberapa proses, seperti reduksi data, penyajian informasi, dan penarikan kesimpulan dengan menghubungkan hasil empiris dengan konsep pernikahan menurut Islam. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keputusan subjek untuk tidak menikah dipengaruhi oleh beragam faktor, seperti keinginan untuk mencapai kemandirian finansial, kekhawatiran akan konflik antara pekerjaan dan tanggung jawab rumah tangga, pengalaman melihat ketidakharmonisan dalam pernikahan di sekitarnya, serta kebutuhan akan kebebasan untuk menentukan pilihan hidup. Dari sudut pandang Islam, pernikahan adalah sunnah yang sangat dianjurkan, dengan tujuan untuk menjaga keturunan, menciptakan ketenangan, serta membangun keteraturan sosial. Namun, dalam fikih, hukum tentang menikah dapat berbeda-beda berdasarkan keadaan individu, sehingga memilih untuk tidak menikah masih bisa dipertimbangkan asalkan seseorang dapat menjaga diri dari hal-hal yang dilarang. Penelitian ini menegaskan bahwa fenomena orientasi karir sebagai alasan untuk tidak menikah merupakan dinamika sosial yang harus dipahami secara menyeluruh melalui pendekatan sosiologis, psikologis, dan etika dalam Islam.
The phenomenon of delaying or even avoiding marriage due to a focus on career is increasingly evident among young people, especially Muslim women in urban areas. This study aims to examine the underlying reasons for career orientation as a basis for the decision not to marry and to analyze it from the perspective of ethics and the understanding of marriage in Islamic teachings. This research employs a qualitative approach using a descriptive-analytical method through field data collection. Primary data were obtained through in-depth interviews with a Muslim woman in early adulthood who consciously chooses not to marry in order to focus on her career development. The data were then analyzed through several processes, including data reduction, information presentation, and conclusion drawing by connecting empirical findings with the concept of marriage according to Islam. The study’s findings indicate that the subject’s decision not to marry is influenced by various factors, such as the desire to achieve financial independence, concerns about conflicts between work and household responsibilities, experiences of observing disharmony in marriages around her, and the need for freedom to make life choices. From an Islamic perspective, marriage is a highly recommended sunnah, aimed at preserving lineage, creating tranquility, and establishing social order. However, in fiqh, the ruling on marriage can vary depending on individual circumstances, so choosing not to marry can still be considered permissible as long as one is able to safeguard oneself from prohibited actions. This study emphasizes that the phenomenon of career orientation as a reason for not marrying represents a social dynamic that must be understood comprehensively through sociological, psychological, and ethical approaches within Islam.



