INTERAKSI MODEL DRAINASE DAN FREKUENSI PENYIRAMAN TERHADAP INTENSITAS PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN CABAI

Penulis

  • Nur Fri Yanda Sholihin Institutteknologi Sawit Indonesia
  • Lastri Yaditra Institutteknologi Sawit Indonesia
  • Muhammad Rizki Afriandi Institutteknologi Sawit Indonesia
  • Dito Ramadhansyah Institutteknologi Sawit Indonesia
  • Widya Aprian Regita Institutteknologi Sawit Indonesia
  • Juan Job Manuel Institutteknologi Sawit Indonesia
  • Guntoro Institutteknologi Sawit Indonesia

Kata Kunci:

Cabai, Drainase, Fusarium, Intensitas Penyakit, Penyiraman

Abstrak

Tanaman cabai Capsicum annuum merupakan salah satu komoditas hortikultura penting yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Produksi cabai sering mengalami penurunan akibat serangan penyakit layu fusarium yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi model drainase dan frekuensi penyiraman terhadap intensitas penyakit layu fusarium pada tanaman cabai. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2026 di lahan percobaan Institut Teknologi Sawit Indonesia, Medan, Sumatera Utara. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri atas dua faktor perlakuan, yaitu model drainase dan frekuensi penyiraman. Pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan intensitas penyakit layu fusarium. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) pada taraf nyata 5% dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model drainase dan frekuensi penyiraman memberikan pengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman cabai, tetapi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun. Perlakuan drainase baik dengan frekuensi penyiraman 1 kali sehari memberikan pertumbuhan tanaman terbaik dan intensitas penyakit terendah. Sebaliknya, drainase buruk dan penyiraman berlebih meningkatkan intensitas penyakit layu fusarium.

 Chili pepper Capsicum annuum is one of the important horticultural commodities widely cultivated in Indonesia. Chili production is often reduced due to Fusarium wilt disease caused by Fusarium oxysporum. This study aimed to determine the interaction effect of drainage models and watering frequency on the intensity of Fusarium wilt disease in chili plants. The research was conducted from April to May 2026 at the experimental field of Institut Teknologi Sawit Indonesia, Medan, North Sumatra. The study used an experimental method with a factorial Randomized Block Design (RBD) consisting of two treatment factors, namely drainage model and watering frequency. Observations were conducted on plant height, number of leaves, and intensity of Fusarium wilt disease. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) at a 5% significance level followed by Duncan Multiple Range Test (DMRT). The results showed that drainage models and watering frequency had a highly significant effect on chili plant height, but had no significant effect on the number of leaves. The treatment with good drainage and watering once a day produced the best plant growth and the lowest disease intensity. In contrast, poor drainage and excessive watering increased the intensity of Fusarium wilt disease.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-30