TRANSFORMASI DIGITAL DALAM MANAJEMEN KOPERASI SIMPAN PINJAM: STUDI KASUS PADA PENINGKATAN KEPERCAYAAN ANGGOTA
Kata Kunci:
Transformasi Digital, Manajemen Koperasi, Kepercayaan Anggota, Koperasi Simpan Pinjam, Literasi DigitalAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara mendalam bagaimana penerapan transformasi digital dalam manajemen koperasi simpan pinjam berdampak terhadap peningkatan tingkat kepercayaan anggota. Isu ini menjadi semakin mendesak di tengah menurunnya kredibilitas koperasi akibat keterbatasan transparansi dan akuntabilitas, terutama di era disrupsi teknologi yang menuntut modernisasi sistem pengelolaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada satu koperasi simpan pinjam yang telah mengintegrasikan teknologi digital ke dalam sistem operasional dan layanannya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pengurus serta anggota koperasi, observasi partisipatif terhadap aktivitas digitalisasi, dan analisis dokumen internal. Pemilihan partisipan dilakukan secara purposif, dengan mempertimbangkan keterlibatan aktif mereka dalam proses transisi digital koperasi, guna memperoleh sudut pandang yang representatif. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga temuan utama yang merefleksikan transformasi signifikan dalam hubungan antara koperasi dan anggotanya. Pertama, digitalisasi terbukti mendorong terciptanya transparansi dalam pelaporan keuangan dan alur informasi, sehingga memperkuat akuntabilitas lembaga koperasi secara keseluruhan. Kedua, peningkatan literasi digital di kalangan anggota berperan sebagai mediator penting yang membentuk persepsi positif terhadap adopsi sistem digital, menciptakan rasa aman, mudah, dan efisien dalam mengakses layanan koperasi. Ketiga, modernisasi layanan melalui platform digital mempercepat proses transaksi dan meningkatkan kualitas interaksi antara koperasi dan anggota. Temuan ini sejalan dengan studi terdahulu yang menekankan pentingnya pengelolaan berbasis teknologi untuk mendukung keberlanjutan koperasi di era digital (Chan & Raharja, 2023; Abdullah et al., 2024), serta memperkaya pemahaman tentang faktor-faktor psikososial yang memengaruhi terbentuknya kepercayaan anggota terhadap institusi (Kusumasari & Wulandari, 2022; Arasu et al., 2024). Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan implikasi strategis bagi penguatan kebijakan digitalisasi koperasi yang bersifat inklusif dan responsif terhadap kebutuhan anggota. Pengembangan program literasi digital secara berkelanjutan menjadi langkah penting untuk memastikan efektivitas transformasi teknologi dalam pengelolaan koperasi. Dari sisi teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dalam memperluas cakupan teori kepercayaan, khususnya dalam konteks manajemen koperasi berbasis digital. Penelitian lanjutan direkomendasikan untuk mengeksplorasi peran variabel mediasi lainnya seperti tingkat inklusi keuangan digital, keterlibatan anggota dalam pengambilan keputusan berbasis teknologi, serta dampak jangka panjang transformasi digital terhadap loyalitas dan partisipasi anggota.



