DARI PENYANYI KE FENOMENA MEDIA SOSIAL: ANALISIS PERSONAL BRANDING PINKAN MAMBO DALAM PERSPEKTIF KOMUNIKASI DIGITAL
Kata Kunci:
Pinkan Mambo, Personal Branding, Komunikasi Digital, Media Sosial, SelebritiAbstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis teknik komunikasi yang digunakan oleh Pinkan Mambo dalam membangun merek pribadinya dan strategi pemasarannya di media sosial. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan mengumpulkan data melalui pengamatan terhadap postingan Instagram dan TikTok Pinkan Mambo dari bulan Januari hingga Juni 2025, serta dokumen dari wawancara publiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pinkan Mambo menggabungkan gaya cerita yang provokatif, dramatis, dan pribadi untuk menarik perhatian publik, lalu menggunakan keterlibatan tersebut sebagai bagian dari strategi pemasarannya, dengan memperlakukan dirinya sebagai produk. Teknik komunikasi ini menunjukkan bahwa kontroversi dan keunikan bisa menjadi alat efektif dalam membangun merek publik, tetapi juga membawa risiko terhadap kepercayaan jangka panjang. Penelitian ini merekomendasikan agar tokoh publik seimbangkan antara inovasi dalam storytelling dengan manajemen citra yang konsisten dalam strategi pemasarannya agar tidak kehilangan kepercayaan publik.
This study aims to analyze the communication techniques used by Pinkan Mambo in building her personal brand and marketing strategy on social media. Using a qualitative-descriptive approach, data was collected through observing her Instagram and TikTok posts from January to June 2025, as well as documentation from her public interviews. The findings show that Pinkan Mambo combines provocative, dramatic, and personal storytelling styles to grab public attention, and then uses that engagement as part of her personal marketing strategy, treating herself as a product. These communication techniques demonstrate that controversy and uniqueness can be effective tools in building a public figure's brand, but they also carry risks to long-term credibility. The study recommends that public figures should balance innovative storytelling with consistent image management in their marketing strategies to avoid losing public trust.



