ANALISIS PSIKOMETRIK SKALA PENERIMAAN DIRI
Kata Kunci:
Skala Penerimaan Diri, Validitas, Reliabilitas, PsikometriAbstrak
Penerimaan diri merupakan salah satu aspek penting dalam kesehatan mental yang banyak diteliti dalam psikologi positif. Untuk mengukur tingkat penerimaan diri, berbagai instrumen telah dikembangkan, baik dalam konteks klinis maupun akademik. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis skala penerimaan diri yang telah digunakan dalam berbagai penelitian, meninjau karakteristik psikometrik instrumen, serta mengevaluasi kelebihan dan keterbatasannya. Metode penelitian menggunakan telaah pustaka terhadap artikel jurnal nasional tahun 2010–2024. Hasil review menunjukkan bahwa skala penerimaan diri umumnya memiliki dimensi kesadaran diri, penerimaan kelemahan, sikap positif terhadap diri, dan kemampuan mengatasi kegagalan. Instrumen yang paling banyak digunakan adalah Self-Acceptance Scale (SAS), Unconditional Self-Acceptance Questionnaire (USAQ), dan skala berdasarkan model Ryff’s Psychological Well-Being. Secara umum, reliabilitas instrumen berkisar antara 0,70–0,90, namun beberapa skala perlu adaptasi budaya agar sesuai dengan konteks Indonesia. Studi ini menyimpulkan bahwa instrumen penerimaan diri layak digunakan, tetapi perlu penyesuaian bahasa, norma budaya, dan validasi lebih lanjut agar akurat digunakan pada populasi Indonesia.
Self-acceptance is a key component of mental health and is widely examined within the field of positive psychology. Several instruments have been developed to measure self-acceptance, both in clinical and academic settings. This literature review aims to analyze existing self-acceptance scales by examining their psychometric properties, structural dimensions, strengths, and limitations. The methodology employed a literature review of national academic sources published between 2010 and 2024. Findings indicate that self-acceptance scales commonly measure dimensions such as self-awareness, acceptance of personal weaknesses, positive self-attitude, and coping with failure. The most frequently used instruments include the Self-Acceptance Scale (SAS), the Unconditional Self-Acceptance Questionnaire (USAQ), and scales derived from Ryff’s Psychological Well-Being model. Overall reliability ranges from 0.70–0.90, although cultural adaptation is needed for more accurate assessment within Indonesian populations. This review concludes that while self-acceptance instruments are useful, further linguistic and cultural validation is recommended for optimal implementation in Indonesia.



