PERAN TIKTOK SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI POLITIK PADA STUDI STRATEGI PEMERINTAH DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI GENERASI Z

Penulis

  • Rina Amalia Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Rianti Lestari Putri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Muhamad Gymnastiyar Akbar Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Kata Kunci:

Tiktok, Komunikasi Politik, Generasi Z

Abstrak

TikTok berkembang menjadi medium strategis dalam komunikasi politik di era digital karena kemampuannya menjangkau Generasi Z melalui pesan visual yang ringkas, kreatif, dan interaktif. Pergeseran pola konsumsi informasi pada kelompok muda mendorong aktor politik, termasuk pemerintah, memanfaatkan platform ini untuk membangun kedekatan politik serta meningkatkan eksposur terhadap isu publik. Literatur menunjukkan bahwa media sosial berpengaruh terhadap peningkatan partisipasi politik generasi muda, namun kajian mengenai TikTok masih terfokus pada pola penggunaan dan respons publik tanpa menguraikan konstruksi pesan politik pemerintah secara komprehensif. Analisis terhadap berbagai temuan menunjukkan bahwa TikTok mendorong transformasi komunikasi politik dari model satu arah menuju model dua arah berbasis interaksi pengguna melalui fitur komentar, duet, dan video respons. Gaya penyampaian yang non-birokratis, narasi visual kreatif, serta kedekatan konten dengan budaya digital pengguna muda memperkuat relevansi pesan dan meningkatkan peluang keterlibatan politik. Ruang digital ini juga memfasilitasi negosiasi makna serta legitimasi politik karena pengguna dapat menguji, menilai, dan mengontekstualisasi ulang pesan yang disampaikan pemerintah. Potensi tersebut diiringi tantangan berupa penyederhanaan isu, risiko distorsi informasi, serta kesenjangan kapasitas institusional akibat ketiadaan standar komunikasi digital yang sistematis. Penguatan strategi komunikasi diperlukan agar pemanfaatan TikTok tidak hanya mengikuti dinamika viralitas, tetapi mampu membangun pemahaman politik yang lebih matang, meningkatkan kesadaran kebijakan, serta memperluas partisipasi politik Generasi Z melalui interaksi digital yang berkualitas dan berkelanjutan. Upaya tersebut menuntut konsistensi, perencanaan yang terarah, serta integrasi literasi digital warga agar proses komunikasi politik mampu menghasilkan keterlibatan yang lebih inklusif, memperkuat kepercayaan publik, dan membuka ruang dialog yang semakin partisipatif di berbagai konteks politik kontemporer modern.

Analysis of various findings shows that TikTok is driving the transformation of political communication from a one-way model to a two-way model based on user interaction through comment, duet, and video response features. The non-bureaucratic delivery style, creative visual narratives, and the content's proximity to the digital culture of young users strengthen the relevance of messages and increase opportunities for political engagement. This digital space also facilitates the negotiation of meaning and political legitimacy because users can test, assess, and recontextualize government messages. This potential is accompanied by challenges such as the simplification of issues, the risk of information distortion, and institutional capacity gaps due to the lack of systematic digital communication standards. Strengthening communication strategies is necessary so that the use of TikTok does not simply follow the dynamics of virality, but is able to build a more mature political understanding, increase policy awareness, and expand the political participation of Generation Z through quality and sustainable digital interactions. These efforts require consistency, targeted planning, and the integration of citizen digital literacy so that the political communication process can produce more inclusive engagement, strengthen public trust, and open up spaces for increasingly participatory dialogue in various modern contemporary political contexts.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30