ANALISIS STATISTIK POTENSI PENGEMBANGAN BUDIDAYA BAWANG MERAH DI ALAHAN PANJANG

Penulis

  • Albayani Putri UIN Suska Riau
  • Dian Pratiwi UIN Suska Riau
  • Elpri Sesha UIN Suska Riau
  • Naswa Mutiadilara UIN Suska Riau
  • Dicki Hartanto UIN Suska Riau

Kata Kunci:

Bawang Merah, Alahan Panjang, Analisis Statistik, Produktivitas, Pengembangan Budidaya

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pengembangan budidaya bawang merah di Alahan Panjang melalui pendekatan statistik yang mencakup analisis tren produksi, hubungan faktor lingkungan, serta efektivitas teknik budidaya yang diterapkan oleh petani. Alahan Panjang dikenal sebagai wilayah dengan kondisi agroklimat yang mendukung pengembangan hortikultura, namun data produksi bawang merah menunjukkan fluktuasi dari tahun ke tahun. Untuk memperoleh gambaran yang lebih objektif, penelitian ini menggunakan data kuantitatif tentang luas tanam, jumlah produksi, curah hujan, penggunaan pupuk, serta dinamika harga pasar. Analisis deskriptif digunakan untuk melihat perkembangan produksi, sementara analisis korelasi dan regresi menilai pengaruh variabel lingkungan dan sarana produksi terhadap hasil panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas bawang merah dipengaruhi secara signifikan oleh curah hujan, teknik budidaya, dan ketersediaan sarana produksi. Selain itu, wilayah Alahan Panjang memiliki peluang besar untuk peningkatan produksi melalui pengaturan pola tanam, penerapan teknologi yang lebih efisien, serta penguatan kapasitas petani. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan pelaku pertanian dalam merumuskan strategi pengembangan bawang merah yang lebih berkelanjutan dan berbasis data.

This study aims to analyze the potential for developing shallot cultivation in Alahan Panjang through a statistical approach that includes analysis of production trends, relationships between environmental factors, and the effectiveness of cultivation techniques applied by farmers. Alahan Panjang is known as a region with agro-climatic conditions that support horticultural development, but shallot production data shows fluctuations from year to year. To obtain a more objective picture, this study used quantitative data on planted area, production volume, rainfall, fertilizer use, and market price dynamics. Descriptive analysis was used to observe production development, while correlation and regression analyses assessed the influence of environmental variables and production inputs on harvest yields. The results showed that shallot productivity is significantly influenced by rainfall, cultivation techniques, and the availability of production inputs. Furthermore, the Alahan Panjang region offers significant opportunities for increasing production through adjusting cropping patterns, implementing more efficient technologies, and strengthening farmer capacity. These findings can serve as a basis for local governments and agricultural stakeholders in formulating more sustainable and data-driven shallot development strategies.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30