MENILAI KETIDAKEFEKTIFAN JAM OPERASIONAL DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN PROVINSI BANTEN DALAM MENDUKUNG LITERASI MASYARAKAT
Kata Kunci:
Literasi Masyarakat, Jam Operasional Perpustakaan, SERVQUALAbstrak
Peningkatan literasi masyarakat merupakan agenda strategis dalam pembangunan sumber daya manusia, karena literasi berperan penting dalam membentuk kemampuan individu untuk mengakses, memahami, dan memanfaatkan informasi secara kritis dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Di Provinsi Banten, tingkat literasi yang masih berada di bawah rata rata nasional menunjukkan adanya tantangan dalam optimalisasi layanan pendukung literasi, khususnya perpustakaan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketidakefektifan jam operasional Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten dalam mendukung literasi masyarakat melalui perspektif kualitas layanan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam terhadap pustakawan dan pemustaka, serta analisis dokumen institusional. Analisis data dilakukan secara induktif dengan menggunakan model SERVQUAL yang mencakup lima indikator, yaitu keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap pustakawan dan kondisi fasilitas perpustakaan dinilai cukup baik dalam mendukung aktivitas literasi. Namun, keterbatasan jam operasional hingga sore hari menyebabkan akses masyarakat terhadap layanan literasi belum optimal. Temuan ini menegaskan bahwa penyesuaian jam operasional yang lebih adaptif merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan dan efektivitas perannya dalam penguatan literasi masyarakat.
Improving community literacy is a strategic agenda in human resource development, as literacy plays a crucial role in enabling individuals to access, understand, and critically utilize information in social and economic life. In Banten Province, literacy levels that remain below the national average indicate challenges in optimizing literacy support services, particularly public libraries. This study aims to analyze the ineffectiveness of operational hours at the Banten Provincial Library and Archives Office in supporting community literacy from a service quality perspective. The research employs a descriptive qualitative approach, using in depth interviews with librarians and library users, as well as institutional document analysis. Data were analyzed inductively using the SERVQUAL model, which includes five dimensions: reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangibles. The findings reveal that librarians’ attitudes and physical facilities are generally adequate in supporting literacy activities. However, limited operational hours ending in the afternoon restrict public access to library services. These results highlight that more adaptive operational hour policies are essential to enhance library service quality and strengthen the role of public libraries in promoting community literacy.



