REPRESENTASI KAMPANYE POLITIK DI TIKTOK DAN PEMAKNAAN GEN Z KOTA MAKASSAR TERHADAP PEMILU PRESIDEN 2024
Kata Kunci:
Tiktok, Gen Z, Kampanye Politik, Representasi, Resepsi Audiens, Komunikasi Politik DigitalAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kampanye politik di TikTok dan pemaknaan Generasi Z di Kota Makassar terhadap konten tersebut menjelang Pemilu Presiden 2024. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif, penelitian ini memadukan analisis isi (content analysis), analisis resepsi audiens (audience reception analysis), dan fenomenologi untuk menggali representasi konten, pola pemaknaan, serta pengalaman subjektif Gen Z. Data dikumpulkan melalui dokumentasi konten TikTok, wawancara mendalam, dan Focus Group Discussion (FGD) dengan partisipan yang dipilih menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampanye politik di TikTok direpresentasikan secara kreatif, ringan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari Gen Z, dengan strategi dominan berupa musik populer, humor, visual estetik, dan personal branding kandidat. Analisis resepsi mengungkap tiga pola pemaknaan: dominant-hegemonic, negotiated, dan oppositional, yang menunjukkan tingkat literasi politik digital dan agency audiens yang berbeda. Pendekatan fenomenologi menyoroti pengalaman subjektif Gen Z, yang memperlihatkan ambivalensi antara kedekatan dengan politik dan skeptisisme terhadap konten yang dianggap sekadar hiburan tanpa substansi. Temuan penelitian ini memperkaya literatur komunikasi politik digital dengan menekankan peran representasi dan resepsi audiens pada konteks lokal. Secara praktis, penelitian ini menyarankan strategi kampanye yang relevan bagi Gen Z: konten kreatif dan relatable, personal branding autentik, serta penyampaian pesan yang tetap substansial. Hasil penelitian ini memberikan panduan bagi politisi dan praktisi kampanye digital dalam meningkatkan efektivitas komunikasi politik dan membangun kredibilitas di kalangan pemilih muda.



