PELATIHAN PEMANFAATAN LIMBAH NASI SISA MENJADI PRODUK RENGGINANG DAN KERUPUK GENDAR UNTUK MENINGKATKAN NILAI EKONOMI USAHA MIKRO DI DESA GOLO MENDO

Penulis

  • Teldisiana Limut Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Theresia Alfonsa H. Hewen Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Aloysius Gunawan Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Elisabeth Olivia Sundu Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Leviana Forion Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng

Kata Kunci:

Nasi Sisa, Limbah Organik, Pengabdian Kepada Masyarakat, Rengginang, Kerupuk Gendar, Dan Usaha Mikro

Abstrak

Nasi sisa merupakan limbah organik rumah tangga yang memiliki tingkat timbulan tinggi, namun pemanfaatannya masih rendah, meskipun berpotensi memberikan nilai tambah secara ekonomi dan lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran lingkungan masyarakat Desa Golo Mendo melalui pemaanfaatan nasi sisa menjadi produk pangan tradisional berupa rengginang dan dan kerupuk gendar. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan aplikatif yang melibatkan masyarakat secara langsung melalui tahapan persiapan internal, pendekaatan masyaarakat, sosialisasi, serta pelaatihan dan praaktik pengolahan. Sasaran kegiatan ini adalah ibu-ibu rumah tangga yang berperan strategis dalam pengelolaan pangan dan limbah rumah tangga. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai potensi ekonomi nasi sisa, peningkatan keterampilan teknis dalam proses produksi, serta tumbuhnya kesaadaran terhadap pentingnya pengurangan sampah organik. Meskipun pelaksanaan kegiatan menghadapi kendala cuaca pada tahap penjemuran, program ini tetap berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif. Secara keseluruhan, kegatan ini berpotensi mendukung pengembangan usaha mikro berbasis pemanfaatan limbah pangan yang berkelanjutan.

Leftover rice is a form of household organic waste with a high generation rate the low utilization, despite its potential economic and environmental value. This community service program aimed to enhance the knowledge, skills, and environmental awareness of the residents of Golo mendo Village by utilizing leftover rice as a raw material of traditional food products, namely rengginang and kerupuk gendar. The program employed a participatory and applicative approach, involving the community through stages of internal prepaaratio, community engagement, socialization, aand hands-on training. The target participants were housewives, who play a strategic role in houshold food aand waste management. The result showed in improvement in participants understanding of the economic. Potential of leftover rice, increased technical skills in the production process, and greater awareness of the impotance of reducing organic waste. Although weather conditions posed challenges during the drying stage, the program was succsesfully implemented and produced positive outcomes. Overall, this activity demonstrates the potential of food waste utilization to support sustainable micro-enterprise development.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30