PENGARUH STRUKTUR MODAL, KINERJA LINGKUNGAN, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2022-2024

Penulis

  • Marcell Willard Susanto Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • I.B.K. Bayangkara Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Kata Kunci:

Struktur Modal, Kinerja Lingkungan, Ukuran Perusahaan, Good Corporate Governance, Nilai Perusahaan

Abstrak

This study aims to analyze the effect of capital structure, environmental performance, and company size on company value, with Good Corporate Governance (GCG) as a moderating variable, in food and beverage sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the period 2022–2024. This study uses a quantitative approach with secondary data obtained exclusively from annual reports and sustainability reports. Capital structure is measured through the Debt to Asset Ratio (DAR), Debt to Equity Ratio (DER), and Long-Term Debt to Equity Ratio (LDER). Environmental performance is represented by disclosures based on GRI 300 indicators. Company size is measured using the natural logarithm of total assets, the natural logarithm of total sales, and market capitalization. Company value is measured by the Price-to-Earnings Ratio (PER), Price-to-Book Value Ratio (PBV), and Tobin's Q. The results of the study show that capital structure has a positive and significant effect on company value, indicating that optimal use of debt is viewed positively by investors as a signal of management confidence and potential tax benefits. Conversely, environmental performance has a negative and significant effect on company value, indicating that environmental disclosure and activities are still considered a cost burden that can reduce short-term financial performance. Company size was found to have a positive and significant effect on company value, as larger companies tend to be viewed as more stable and have stronger growth prospects. However, the results also show that Good Corporate Governance does not moderate the relationship between capital structure, environmental performance, and company size with company value, implying that the implementation of GCG in the food and beverage sub-sector is not yet sufficient to change market perceptions of this relationship.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur modal, kinerja lingkungan, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan, dengan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) sebagai variabel moderator, pada perusahaan-perusahaan di subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2022–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh secara eksklusif dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan. Struktur modal diukur melalui Rasio Utang terhadap Aset (DAR), Rasio Utang terhadap Ekuitas (DER), dan Rasio Utang Jangka Panjang terhadap Ekuitas (LDER). Kinerja lingkungan diwakili oleh pengungkapan berdasarkan indikator GRI 300. Ukuran perusahaan diukur menggunakan logaritma alami dari total aset, logaritma alami dari total penjualan, dan kapitalisasi pasar. Nilai perusahaan diukur melalui Rasio Harga terhadap Laba (PER), Rasio Harga terhadap Nilai Buku (PBV), dan Tobin's Q. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur modal memiliki efek positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, menunjukkan bahwa penggunaan utang yang optimal dipandang positif oleh investor sebagai sinyal kepercayaan manajemen dan potensi manfaat pajak. Sebaliknya, kinerja lingkungan memiliki dampak negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, menunjukkan bahwa pengungkapan dan aktivitas lingkungan masih dianggap sebagai beban biaya yang dapat mengurangi kinerja keuangan jangka pendek. Ukuran perusahaan ditemukan memiliki dampak positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, karena perusahaan yang lebih besar cenderung dianggap lebih stabil dan memiliki prospek pertumbuhan yang lebih kuat. Namun, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) tidak memoderasi hubungan antara struktur modal, kinerja lingkungan, dan ukuran perusahaan dengan nilai perusahaan, yang mengimplikasikan bahwa implementasi GCG di subsektor makanan dan minuman belum cukup untuk mengubah persepsi pasar terhadap hubungan ini.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30