MUSHAF AL-QUR'AN PASCA UTSMANI: SEJARAH, STANDARDISASI, DAN PERKEMBANGANNYA DALAM TRADISI PENULISAN AL-QUR’AN

Penulis

  • Panca Sakti Kamal Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Aisyah Arsyad Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Halima Basri Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Kata Kunci:

Mushaf Al-Qur’an, Mushaf Utsmani, Rasm Al-Qurʾān, Tadwīn Al-Qurʾān, ʿulūm AlQurʾān

Abstrak

Penelitian ini membahas perkembangan mushaf Al-Qur’an pasca kodifikasi Utsmani dengan
menitikberatkan pada aspek sejarah, standardisasi penulisan, serta implikasinya terhadap transmisi
dan pembelajaran Al-Qur’an. Mushaf Utsmani yang disusun pada masa Khalifah ‘Utsmān ibn
‘Affān menjadi fondasi utama penyatuan rasm dan bacaan Al-Qur’an. Namun, dalam
perkembangannya, mushaf mengalami berbagai penyempurnaan, seperti penambahan tanda baca
(nuqaṭ dan syakl), sistem penulisan rasm, serta upaya standarisasi mushaf cetak hingga era modern
dan digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan
historis dan ulūm al-Qur’ān. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mushaf pasca Utsmani tidak
mengubah substansi wahyu, tetapi justru memperkuat otentisitas Al-Qur’an melalui inovasi teknis
penulisan yang memudahkan umat Islam dalam membaca dan mempelajarinya. Kajian ini
diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik dalam studi mushaf Al-Qur’an serta menjadi
rujukan bagi pengembangan pembelajaran Al-Qur’an kontemporer.

This study examines the development of the Qur’anic muṣḥaf after the ‘Uthmānic codification,
focusing on historical aspects, the standardization of writing, and its implications for the
transmission and learning of the Qur’an. The ‘Uthmānic muṣḥaf, compiled during the caliphate of
‘Uthmān ibn ‘Affān, served as the foundational reference for unifying the Qur’anic script and
recitation. Over time, the muṣḥaf underwent several refinements, including the addition of
diacritical marks (nuqaṭ and shakl), the development of rasm conventions, and the standardization
of printed and digital muṣḥafs in the modern era. This research employs a qualitative library-based
method with historical and ulūm al-Qur’ān approaches. The findings indicate that post-‘Uthmānic
developments did not alter the substance of the revelation; rather, they strengthened the authenticity
of the Qur’an through technical innovations in writing that facilitated reading and learning. This
study is expected to contribute academically to Qur’anic manuscript studies and to serve as a
reference for contemporary Qur’anic education.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-28