PERBANDINGAN EFEKTIVITAS INFILTRASI BUKAL DENGAN INFILTRASI BUKAL DAN PALATAL PADA PENCABUTAN GIGI POSTERIOR PERMANEN RAHANG ATAS : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW

Penulis

  • Raudatul Agva Zahira Puskesmas Maninjau

Kata Kunci:

Infiltrasi Bukal Saja, Infiltrasi Bukal Dan Palatal, Gigi Posterior Rahang Atas

Abstrak

Keberhasilan pencabutan gigi sangat ditentukan oleh kemampuan mencapai anestesi lokal yang efektif. Anestesi lokal merupakan dasar utama dalam pengendalian nyeri selama prosedur kedokteran gigi. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengembangkan teknik anestesi yang lebih aman dan efektif, khususnya pada pencabutan gigi posterior rahang atas. Bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas anestesi infiltrasi bukal dengan kombinasi infiltrasi bukal dan palatal pada pencabutan gigi posterior rahang atas. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data PubMed dan Google Scholar terhadap artikel yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2017- 2025 dengan menggunakan istilah MeSH yang relevan. Sebanyak sebelas penelitian memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis dalam tinjauan ini. Delapan penelitian melaporkan bahwa infiltrasi bukal saja memiliki efektivitas yang sebanding dengan kombinasi infiltrasi bukal dan palatal dalam pencabutan gigi posterior rahang atas (enam penelitian menggunakan artikaine 4% dan dua penelitian menggunakan lidokain 2%). Tiga penelitian menyimpulkan bahwa pencabutan gigi posterior rahang atas tidak dapat dilakukan hanya dengan infiltrasi bukal (dua penelitian menggunakan artikaine 4% dan satu penelitian menggunakan lidokain 2%). Satu penelitian melaporkan bahwa pencabutan gigi premolar rahang atas dapat dilakukan dengan infiltrasi bukal saja menggunakan lidokain 2%, namun teknik tersebut tidak efektif untuk pencabutan gigi molar rahang atas. Secara keseluruhan, infiltrasi bukal menggunakan artikaine 4% menunjukkan efektivitas yang sebanding dengan kombinasi infiltrasi bukal dan palatal pada pencabutan gigi posterior rahang atas.

A key factor in the success of tooth extraction is the ability to achieve effective local anesthesia. Local anesthesia serves as the foundation of pain management during dental procedures. Extensive research has been conducted to develop safer and more effective techniques for anesthetizing posterior maxillary teeth. The purpose of this study was to evaluate the anesthetic efficacy of buccal infiltration compared with buccal plus palatal infiltration for posterior maxillary tooth extraction. PubMed and Google Scholar were searched for studies published between 2017 and 2025 using appropriate MeSH terms. Eleven studies were included in this review. Eight studies concluded that buccal infiltration alone has the same efficacy as buccal plus palatal infiltration for posterior maxillary tooth extraction (six studies used 4% articaine and two studies used 2% lidocaine). Three studies concluded that posterior maxillary teeth cannot be extracted using buccal infiltration alone (two studies used 4% articaine and one study used 2% lidocaine). One study reported that maxillary premolar extraction can be performed using buccal infiltration alone with 2% lidocaine; however, maxillary molar extraction cannot be performed using buccal infiltration alone with 2% lidocaine. Overall, buccal infiltration using 4% articaine demonstrates comparable effectiveness to buccal plus palatal infiltration for posterior maxillary tooth extraction.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-28