ANALISIS EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MISKIN PADA KELUARGA PENERIMA MANFAAT DI KELURAHAN AUR TAJUNGKANG TANGAH SAWAH KOTA BUKITTINGGI

Penulis

  • Fitri Rahmadani Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi
  • Yulia Ningsih Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi
  • Rizan Hasbullah Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi

Kata Kunci:

Program Keluarga Harapan (PKH), Efektivitas, Kemiskinan, Bantuan Sosial, Kesejahteraan Masyarakat

Abstrak

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, Penelitian kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan metode deskriptif yang dilakukan dengan cara menelaah literatur kepustakaan, dan data resmi dari wawancara dengan pihak terkait. Kesejahteraan masyarakat adalah tujuan utama pembangunan sosial yang diwujudkan melalui berbagai program pemerintah, salah satunya Program Keluarga Harapan (PKH). PKH adalah program bantuan sosial bersyarat untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga miskin dengan meningkatkan akses ke pendidikan, kesehatan, dan layanan sosial. Di Kelurahan Aur Tajungkang Tangah Sawah, Kota Bukittinggi, pelaksanaan PKH menghadapi kendala seperti keterlambatan penyaluran bantuan dan ketidakakuratan dalam penentuan penerima manfaat. Banyak keluarga yang layak tidak terdaftar, sementara yang tidak memenuhi syarat tetap menerima bantuan. Hal ini diperparah karena kewenangan verifikasi data berada di pemerintah pusat, sehingga pemerintah daerah kesulitan menyesuaikan data dengan kondisi nyata. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pelaksanaan PKH dan mengidentifikasi hambatan utama melalui wawancara dengan penerima, fasilitator, dan pejabat terkait. Hasilnya menunjukkan jadwal penyaluran yang tidak konsisten dan data penerima yang tidak akurat sangat memengaruhi kesejahteraan keluarga miskin, terutama lansia, penyandang disabilitas, dan ibu hamil. Temuan menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terkait koordinasi antar instansi, akurasi data, dan transparansi penyaluran. Pemerintah daerah juga perlu diberikan kewenangan lebih besar dalam verifikasi data agar PKH dapat lebih efektif mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

This study uses a qualitative approach. Qualitative research is a research procedure that produces descriptive methods conducted through a review of literature and official data from interviews with relevant parties. Community welfare is the main goal of social development, which is realized through various government programs, one of which is the Family Hope Program (PKH). PKH is a conditional social assistance program aimed at improving the quality of life of poor families by increasing access to education, health, and social services. In Aur Tajungkang Tangah Sawah Sub-district, Bukittinggi City, the implementation of PKH faces several challenges, such as delays in aid distribution and inaccuracies in determining aid recipients. Many eligible families are not registered, while those who do not meet the criteria continue to receive assistance. This issue is exacerbated by the fact that data verification authority lies with the central government, making it difficult for local governments to adjust the data to reflect actual conditions. This study aims to analyze the effectiveness of PKH implementation and identify the main obstacles through interviews with beneficiaries, facilitators, and relevant officials. The findings show that inconsistent distribution schedules and inaccurate recipient data significantly affect the welfare of poor families, particularly the elderly, persons with disabilities, and pregnant women. The results emphasize the need for a comprehensive evaluation regarding inter-agency coordination, data accuracy, and transparency in distribution. Local governments also need to be granted greater authority in data verification so that PKH can more effectively alleviate poverty and sustainably improve community welfare.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-29