PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH DAN DINAMIKA DEMOGRAFI TERHADAP LAJU INFLASI, JUMLAH PENDUDUK SERTA TINGKAT PENGANGGURAN: STUDI KOMPARATIF PROVINSI MALUKU UTARA DAN KALIMANTAN TIMUR

Penulis

  • Fitrawaty Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Jessika Angelina Sitorus Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Dian Petrishia Tambunan Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Nopra Purba Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Agni Anggita Br Ginting Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Stefani Br Tarigan Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng

Kata Kunci:

Pengeluaran Pemerintah, Demografi, Inflasi, Pengangguran, Ekonomi Regional

Abstrak

Peningkatan pengeluaran pemerintah dan ledakan migrasi penduduk di Provinsi Maluku Utara dan Kalimantan Timur menciptakan tantangan baru terhadap stabilitas harga dan penyerapan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh pengeluaran pemerintah dan dinamika demografi terhadap laju inflasi serta tingkat pengangguran di kedua provinsi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif regresi linier berganda menggunakan data sekunder periode 2021 hingga awal 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeluaran infrastruktur masif di Kalimantan Timur berhasil menyerap tenaga kerja secara signifikan dengan tingkat inflasi yang stabil. Sebaliknya, investasi hilirisasi di Maluku Utara sukses mempertahankan angka pengangguran yang rendah, namun wilayah ini menghadapi lonjakan inflasi yang tinggi akibat kendala pasokan pangan jalur laut. Kesimpulannya, kedua wilayah sukses memanfaatkan pertumbuhan populasi untuk menekan pengangguran, meskipun membutuhkan pendekatan kebijakan ekonomi yang berbeda untuk menjaga stabilitas secara menyeluruh.

Increased government spending and massive population migration in North Maluku and East Kalimantan create new challenges for price stability and employment. This study aims to compare the impact of government spending and demographic dynamics on inflation and unemployment rates in both provinces. The research uses a quantitative multiple linear regression method analyzing secondary data from 2021 to early 2026. The results show that massive infrastructure spending in East Kalimantan successfully absorbed labor with stable inflation. Conversely, downstream industrial investment in North Maluku kept unemployment rates low, but the region faced highly volatile inflation due to maritime food supply constraints. In conclusion, both regions successfully utilized their demographic growth to reduce unemployment, although they require different targeted policy approaches to maintain comprehensive regional economic stability.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-29