PERBEDAAN DIALEK MEDAN DENGAN DIALEK JAKARTA MENURUT TEORI LINGUSITIK

Penulis

  • Rina Evianty Universitas Negeri Medan
  • Indah Rekha Sari Universitas Negeri Medan
  • Meriah Charolin Sihombing Universitas Negeri Medan
  • Natasya Victoria Universitas Negeri Medan
  • Ahmia Br Pelawi Universitas Negeri Medan

Kata Kunci:

Dialek Medan, Dialek Jakarta, Bahasa Batak, Bahasa Melayu Medan, Bahasa Melayu Betawi, Teori Linguistik, Bahasa Gaul Nasional

Abstrak

Indonesia memiliki 700 bahasa daerah dan 718 bahasa yang telah resmi dan tercatat oleh lembaga bahasa dan memiliki juga bahasa setiap pulau setiap pronvinsi, dimana kita akan membahasa perbedaan logat Medan dengan logat jakarta. Logat medan itu memiliki pengaruh kuat dari bahasa Batak dan Melayu Medan sedangkan Logat Jakarta itu memiliki pengaruh dari bahasa Melayu Betawi.   Bahasa ini memiliki beberapa Teori Linguistik yang dimana pasti memiliki perubahan dan ia juga  memiliki sistem bunyi, perubahan kosakata, dan gaya bahasa dalam bentuk dan Imbuhan. Bahasa medan dianggap dialek atau logat yang regional karena secara khas ia kental dengan identitas etnis, sedangkan dialek atau logat jakarta itu dianggap sebagai bahasa gaul sebab bahasa gaul sering digunakan secara nasional dalam pengaruh media televisi dan sinetron yang sering menggunakan bahasa gaul tersebut.

Indonesia has 700 regional languages and 718 languages that have been officially recognized and recorded by language institutions, as well as distinct languages on each island and in each province. Here, we will discuss the differences between the Medan dialect and the Jakarta dialect. The Medan dialect is strongly influenced by the Batak and Medan Malay languages, while the Jakarta dialect is influenced by the Betawi Malay language.   These languages are subject to linguistic theories that account for their evolution, and they each possess distinct sound systems, vocabulary changes, and stylistic variations in word forms and affixes. The Medan dialect is considered a regional dialect because it is distinctly steeped in ethnic identity, whereas the Jakarta dialect is considered slang because it is frequently used nationwide due to the influence of television and soap operas that often employ this slang.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-29