STRATEGI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN PADA PERUSAHAAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT

Studi Pada PT. Mulia Sawit Agro Lestari

Penulis

  • Olfan Fuary Universitas Pembangunan Panca Budi
  • Ramadani Universitas Pembangunan Panca Budi
  • Reiza Firda Universitas Pembangunan Panca Budi
  • Siti Khairiah Siregar Universitas Pembangunan Panca Budi
  • Muhammad Toyib Daulay Universitas Pembangunan Panca Budi

Kata Kunci:

Manajemen Strategis, Sumber Daya Manusia, Kinerja Karyawan, Perkebunan Kelapa Sawit, PT. Mulia Sawit Agro Lestari

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen sumber daya manusia yang diterapkan oleh PT. Mulia Sawit Agro Lestari untuk meningkatkan kinerja karyawan serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Industri perkebunan kelapa sawit merupakan industri padat karya dengan tantangan khas dalam pengelolaan sumber daya manusia, seperti lokasi operasional yang terpencil, tingkat turnover yang tinggi, ketergantungan pada tenaga kerja musiman, serta tuntutan produktivitas dan efisiensi di tengah fluktuasi harga CPO. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pihak manajemen dan karyawan, observasi lapangan, serta studi dokumentasi terkait kebijakan SDM perusahaan. Analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data diuji melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi SDM PT. Mulia Sawit Agro Lestari berfokus pada lima aspek utama: (1) sistem rekrutmen dan seleksi berbasis kompetensi dan kearifan lokal untuk mengurangi turnover, (2) program pelatihan dan pengembangan yang menargetkan peningkatan keterampilan teknis budidaya serta keselamatan dan kesehatan kerja, (3) sistem kompensasi dan insentif yang secara langsung dikaitkan dengan pencapaian produktivitas TBS per hektar dan premi basis, (4) pengembangan fasilitas kesejahteraan karyawan seperti perumahan, fasilitas pendidikan, dan kesehatan di area perkebunan sebagai strategi retensi, dan (5) penerapan budaya kerja disiplin serta reward dan punishment untuk mendorong kedisiplinan. Penerapan strategi tersebut memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kinerja karyawan yang diukur melalui produktivitas panen, penurunan tingkat kecelakaan kerja, serta berkurangnya tingkat absensi. Namun, penelitian ini juga menemukan kendala utama berupa kesenjangan kompetensi manajerial pada tingkat mandor, resistensi terhadap penerapan teknologi digital di lapangan, serta tantangan dalam menjaga motivasi kerja selama masa produksi rendah. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya PT. Mulia Sawit Agro Lestari memperkuat program pengembangan kepemimpinan pada tingkat supervisor, mengintegrasikan sistem manajemen kinerja berbasis digital, serta merancang jalur karier yang jelas bagi karyawan lapangan untuk menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan dalam industri perkebunan kelapa sawit.

This study aims to analyze the human resource management strategies implemented by PT. Mulia Sawit Agro Lestari to improve employee performance and identify supporting and inhibiting factors for their implementation. The palm oil plantation industry is labor-intensive, with unique challenges in human resource management, such as remote operational locations, high turnover rates, reliance on seasonal labor, and demands for productivity and efficiency amidst fluctuating CPO prices. The study used a descriptive qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews with management and employees, field observations, and documentation studies related to the company's HR policies. Data analysis used the Miles & Huberman interactive model, which consists of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was tested through triangulation of sources and methods. The results indicate that the HR strategy of PT. Mulia Sawit Agro Lestari focuses on five main aspects: (1) Competency and local wisdom-based recruitment and selection system to reduce turnover, (2) Training and development programs that target improving technical cultivation skills and occupational safety and health, (3) Compensation and incentive systems that are directly linked to the achievement of FFB productivity per hectare and base premium, (4) Development of employee welfare facilities such as housing, educational facilities, and health in the plantation area as a retention strategy, and (5) Implementation of a disciplined work culture and reward-punishment to encourage discipline. The implementation of these strategies has contributed positively to improving employee performance as measured by harvest productivity, reducing the rate of work accidents, and reducing the number of absenteeism. However, the study also found major obstacles in the form of managerial competency gaps at the foreman level, resistance to the application of digital technology in the field, and the challenge of maintaining work motivation during low production times. The implication of this study is the need for PT. Mulia Sawit Agro Lestari strengthens leadership development programs at the supervisor level, integrates a digital-based performance management system, and designs a clear career path for field employees to create sustainable competitive advantages in the palm oil plantation industry.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-29