ANALISIS KOMUNIKASI DALAM IMPLEMENTASI PROGRAM MAKANAN BERGIZI GRATIS DI KABUPATEN PANGKAJENE DAN KEPULAUAN

Penulis

  • Fathur Rachman Universitas Hasanuddin
  • Muh. Akbar Universitas Hasanuddin
  • Muhammad Farid Universitas Hasanuddin

Kata Kunci:

Komunikasi Publik, Persepsi Masyarakat, Program Makanan Bergizi Gratis, Implementasi Kebijakan, Fenomenologi

Abstrak

Program Makanan Bergizi Gratis merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan. Keberhasilan implementasi program ini tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, tetapi juga oleh efektivitas komunikasi antara pelaksana program dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses komunikasi serta persepsi masyarakat terhadap pesan dalam implementasi Program Makanan Bergizi Gratis di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap informan yang terdiri dari pelaksana program dan masyarakat sebagai penerima manfaat. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk menemukan makna esensial dari pengalaman komunikasi yang terjadi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi dalam implementasi program berlangsung melalui komunikasi formal dan informal yang melibatkan interaksi langsung antara pelaksana program dan masyarakat. Komunikasi tatap muka dengan penggunaan bahasa sederhana terbukti lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat. Namun, ditemukan bahwa partisipasi masyarakat dalam komunikasi belum merata. Persepsi masyarakat terhadap program juga bervariasi, di mana sebagian masyarakat memaknai program sebagai bentuk kepedulian pemerintah, sementara sebagian lainnya memandangnya hanya sebagai bantuan makanan. Perbedaan persepsi ini dipengaruhi oleh akses informasi, tingkat pendidikan, serta intensitas interaksi dengan pelaksana program.Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi memiliki peran strategis dalam membentuk persepsi dan partisipasi masyarakat terhadap program. Komunikasi yang efektif, jelas, dan berbasis interaksi langsung mampu meningkatkan pemahaman, kepercayaan, serta keterlibatan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan strategi komunikasi yang lebih adaptif, inklusif, dan kontekstual agar implementasi program dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-29