HUBUNGAN TINGKAT KEBAHAGIAAN DENGAN KETAATAN PENERAPAN EMPAT PILAR PENGELOLAAN DIABETES MELITUS DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT RODLIYAH ACHID PEMALANG
Kata Kunci:
Diabetes Melitus, Kebahagiaan, Kepatuhan Pasien, Empat Pilar Pengelolaan Diabetes, Faktor Psikologis, Subjective Well-BeingAbstrak
Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat secara global maupun nasional, serta menjadi salah satu penyebab utama kematian di Indonesia. Pengelolaan DM memerlukan pendekatan komprehensif melalui empat pilar utama, yaitu edukasi, terapi gizi medis, aktivitas fisik, dan intervensi farmakologis. Keberhasilan penerapan keempat pilar tersebut sangat bergantung pada tingkat kepatuhan pasien. Namun, kepatuhan pasien DM masih menjadi tantangan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor psikologis. Salah satu aspek psikologis yang berperan penting namun masih kurang mendapat perhatian adalah tingkat kebahagiaan (subjective well-being). Individu dengan tingkat kebahagiaan yang tinggi cenderung memiliki motivasi lebih baik dalam menjalankan pengobatan dan pola hidup sehat, sehingga berdampak positif terhadap kontrol glikemik. Sebaliknya, kondisi psikologis negatif seperti stres dan kecemasan dapat menurunkan kepatuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kebahagiaan dengan ketaatan dalam penerapan empat pilar pengelolaan diabetes melitus pada pasien DM di Rumah Sakit Rodliyah Achid Pemalang. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pentingnya aspek psikologis dalam manajemen DM serta menjadi dasar dalam pengembangan strategi pelayanan kesehatan yang lebih holistik, berpusat pada pasien, dan berkelanjutan.




