LITERATURE REVIEW : INOVASI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN KESEHATAN IBU HAMIL
Kata Kunci:
Pemberdayaan Perempuan, Pengambilan Keputusan Kesehatan, Ibu Hamil, Inovasi Kesehatan Ibu HamilAbstrak
Latar Belakang:Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan indicator utama yang mencerminkan kualitas pelayanan kesehatan,di mana secara global ditargetkan melalui sustainable Development Goals(SDGs) untuk menurunkan AKI menjadi kurang dari 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030. Namun, Indonesia masih menghadapi tantangan besar karena angka kematian ibu tergolong tinggi dibandingkan negara lain di asia tenggara dan dipengaruhi oleh berbagai factor,termasuk keterbatasan akses pelayanana Kesehatan dan ketimpangan social.Oleh karena itu , diperlukan inovasi dalam pemberdayaan perempuan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga peningkatan kemandirian dan posisi tawar perempuan dalam pengambialan keputusan Kesehatan selama kehamilan.Tujuan:Mengkaji dan menganalisis berbagai inovasi pemberdayaan perempuan dalam meningkatkan peran dan kemandirian perempuan dalam pengambilan keputusan terkait Kesehatan ibu hamil serta mengidetifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan perempuan dalam pemanfaatan pelayanan kesehtan guna mendukung peningkatan kualitas Kesehatan ibu. Penelitian ini juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ibu hamil resoko tinggi agar mampu mengenali factor resiko kehamilan seperti 4 terlalu (4T), merencanakan persalinan, dan pencegahan komplikasi (P4K)(Werdyyanthy et al., 2017; Kemenkes RI 2019). Metode: Penelitian ini menggunakan metode literatur review atau tinjauan pustaka yang bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis berbagai hasil penelitian terkait pemberdayaan perempuan dan meningkatkan kesehatan ibu. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari data sekunder, yaitu artikel ilmiah,jurnal nasional maupun internasional, serta laporan penelitian yang relevan dengan topik. Artikel utama yang menjadi acuan adalah penelitian tentang hubungan pemberdayaan perempuan dengan kesehatan ibu di indonesia berbasis data survei Demografi dan kesehatan indonesia (SDKI) tahun 2017.Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa Sebagian besar Perempuan telah memiliki peran dalam pengambilan Keputusan rumah tangga, dengan presentase 70% serta mayoritas tidak mengalami hambatan dalam memperoleh izin untuk mengakses layanan kesehatan. Hal ini menujukan bahwa secara umum Perempuan telah memiliki akses yang cukup baik dalam menentukan kebutuhan Kesehatan (Astuti,2021). Perempuan yang memiliki peran dalam pengambilan Keputusan terbukti memiliki kecendrungan lebih tinggi dalam memanfaatkan layanan Kesehatan ibu,termasuk ANC dengan penggunaan kontrasepsi modern (Astuti,2021).esimpulan:Berbagai inovasi pemberdayaan Perempuan, seperti edukasi berbasis komunitas, konseling Kesehatan reproduksi, serta pemanfaatan media dan teknologi, terbukti mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan partisipasi Perempuan dalam pengambilan Keputusan Kesehatan (Apripan & Rosmanium,2025; Astuti et al., 2017).
Background: Maternal Mortality Rate (MMR) is a key indicator reflecting the quality of health services, which is globally targeted through the Sustainable Development Goals (SDGs) to reduce MMR to less than 70 per 100,000 live births by 2030. However, Indonesia still faces significant challenges due to its high maternal mortality rate, including compared to other countries in Southeast Asia, and is influenced by various factors, including access to health services and social inequality. Therefore, innovations in women's empowerment are needed that focus not only on increasing knowledge, but also on increasing women's independence and bargaining power in health decision-making during pregnancy. Objectives: To review and analyze various innovations in women's empowerment in increasing women's roles and independence in decision-making related to maternal health and to identify factors that influence women's involvement in utilizing health services to support improving the quality of maternal health. This study also aims to improve the capacity of high-risk pregnant women to recognize pregnancy risk factors such as the 4 Toos (4T), planning for childbirth, and preventing complications (P4K) (Werdyyanthy et al., 2017; Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2019).Methods: This study used a literature review method to examine and analyze various research findings related to women's empowerment and improving maternal health. Data sources in this study came from secondary sources, namely scientific articles, national and international journals, and research reports relevant to the topic. The primary reference article was research on the relationship between women's empowerment and maternal health in Indonesia based on data from the 2017 Indonesian Demographic and Health Survey (SDKI).Results:The results of the study indicate that the majority of women have a role in household decision-making, with a percentage of 70%, and most did not experience obstacles in obtaining permission to access health services. This indicates that women generally have sufficient access to determine their health needs (Astuti, 2021). Women who play a role in decision-making have been shown to be more likely to utilize maternal health services, including antenatal care (ANC) with the use of modern contraception (Astuti, 2021).Conclusion:Various women's empowerment innovations, such as community-based education, reproductive health counseling, and the use of media and technology, have been shown to improve women's knowledge, attitudes, and participation in health decision-making (Apripan & Rosmanium, 2025; Astuti et al., 2017).




