IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PENERAPAN PEMBELAJARAN DEEP LEARNING DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI

Penulis

  • Maria Yelsi Fukayo Universitas Katolik Indonesia Sabtu Paulus Ruteng

Kata Kunci:

Kurikulum Merdeka, Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Pendidikan Anak Usia Dini, Kualitas Pembelajaran

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Kurikulum Merdeka melalui pendekatan pembelajaran deep learning dalam meningkatkan kualitas pembelajaran anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi terhadap guru PAUD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan deep learning dilakukan melalui penciptaan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, penggunaan materi yang kontekstual, serta penerapan pembelajaran yang berpusat pada anak. Guru melibatkan anak secara aktif melalui pertanyaan pemantik, pemberian kesempatan belajar mandiri, serta kegiatan refleksi untuk mendorong regulasi diri. Strategi pendukung dilakukan dengan penyediaan fasilitas pembelajaran sesuai kebutuhan setiap sentra. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan semangat belajar, keaktifan, serta kemampuan anak dalam mengkomunikasikan pengalaman belajar. Penilaian dilakukan menggunakan checklist perkembangan anak. Dalam implementasinya, tidak ditemukan kendala yang signifikan. Dengan demikian, integrasi Kurikulum Merdeka dan pembelajaran deep learning mampu meningkatkan kualitas pembelajaran anak usia dini secara bermakna dan holistik.

This study aims to explore the implementation of the Merdeka Curriculum through a deep learning approach in improving the quality of early childhood education. This research employs a qualitative descriptive method, with data collected through interviews and observations involving early childhood teachers. The findings reveal that deep learning is implemented by creating a safe and supportive learning environment, delivering contextual learning materials, and applying child-centered learning practices. Teachers facilitate children's engagement through stimulating questions, independent task opportunities, and reflective activities that encourage self-regulation. Supporting strategies include the provision of learning facilities adapted to each learning center, such as recycled materials and creative tools. The results indicate significant improvements in children's enthusiasm, participation, and ability to communicate their learning experiences. Assessment is conducted using checklist-based evaluations to monitor children's development. Interestingly, no major challenges were identified in implementing this approach. Therefore, the integration of the Merdeka Curriculum and deep learning contributes positively to enhancing meaningful, active, and reflective learning experiences in early childhood education.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-30