PEMANFAATAN JAHE (ZINGIBER OFFICINALE) DAN SERAI (CYMBOPOGON CITRATUS) SEBAGAI BALSEM HERBAL UNTUK PENDERITA DIABETES MELITUS DI MARO SEBO JAMBI

Penulis

  • Rahmadha Trifah Farmasi Sekolah Tinggi Kesehatan Harapan Ibu Jambi
  • Fikri Hakim Farmasi Sekolah Tinggi Kesehatan Harapan Ibu Jambi
  • Fildzah Muthmainnah Farmasi Sekolah Tinggi Kesehatan Harapan Ibu Jambi
  • Amanda Puspita Farmasi Sekolah Tinggi Kesehatan Harapan Ibu Jambi
  • Salsabila Aulia Putri. S Farmasi Sekolah Tinggi Kesehatan Harapan Ibu Jambi
  • Ayu Seftiana Farmasi Sekolah Tinggi Kesehatan Harapan Ibu Jambi
  • Diva Viansyah Farmasi Sekolah Tinggi Kesehatan Harapan Ibu Jambi
  • Nadia Dwiyana Farmasi Sekolah Tinggi Kesehatan Harapan Ibu Jambi
  • Aulia Pingkan Larasati Farmasi Sekolah Tinggi Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Kata Kunci:

Diabetes Melitus, Jahe, Serai, Balsem Herbal, Perawatan Kaki Diabetik

Abstrak

Desa Maro Sebo di Kabupaten Muaro Jambi memiliki prevalensi penyakit tidak menular yang relatif tinggi, khususnya diabetes melitus, yang diperburuk oleh keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai perawatan kaki diabetik dan pemanfaatan tanaman herbal lokal. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya komplikasi luka kaki yang dapat menurunkan kualitas hidup penderita. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman jahe dan serai sebagai balsem herbal untuk perawatan kaki penderita diabetes, serta menghasilkan produk balsem dan media edukasi berupa leaflet sebagai luaran kegiatan. Metode pelaksanaan meliputi survei awal, koordinasi dengan perangkat desa, penyusunan formulasi balsem, penyuluhan mengenai diabetes melitus dan perawatan kaki, demonstrasi pembuatan balsem melalui video dan praktik langsung, serta evaluasi melalui observasi dan sesi tanya jawab. Formulasi balsem menggunakan basis semipadat berupa vaselin album dan parafin solid yang dipadukan dengan ekstrak jahe, ekstrak serai, dan mentol dalam konsentrasi rendah sebagai bahan tambahan topikal. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi masyarakat yang tinggi, peningkatan pemahaman mengenai risiko luka kaki diabetik, pentingnya perawatan kaki, serta kemampuan peserta dalam mempraktikkan kembali pembuatan balsem secara mandiri. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi berbasis praktik langsung efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pemanfaatan bahan alam sebagai upaya pendukung perawatan kesehatan masyarakat.

Maro Sebo Village in Muaro Jambi Regency has a relatively high prevalence of non-communicable diseases, particularly diabetes mellitus, which is exacerbated by limited community knowledge regarding diabetic foot care and the utilization of local herbal plants. This condition increases the risk of diabetic foot complications that may reduce patients’ quality of life. This community service activity aimed to improve community knowledge and skills in utilizing ginger and lemongrass as herbal balm for diabetic foot care, as well as to produce a balm product and educational leaflets as program outputs. The implementation methods included an initial survey, coordination with village authorities, balm formulation development, health education on diabetes mellitus and foot care, demonstration of balm preparation through video and direct practice, and evaluation through observation and question-and-answer sessions. The balm formulation used a semisolid base consisting of white petrolatum and solid paraffin combined with ginger extract, lemongrass extract, and a small amount of menthol as a common topical additive. The results showed high community participation, improved understanding of diabetic foot risks and the importance of foot care, and participants’ ability to independently reproduce the balm preparation process. Overall, this activity demonstrates that practice-based educational approaches are effective in enhancing community knowledge, skills, and the utilization of herbal resources as supportive measures for public health care.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-30