DOMINASI BERAS DALAM KEBIJAKAN PANGAN NASIONAL DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEANEKARAGAMAN PANGAN LOKAL: PERSPEKTIF PANCASILA

Penulis

  • Annisa Putri Nurul Aini Universitas Pendidikan Indonesia
  • Malika Jazin Universitas Pendidikan Indonesia
  • Moch Bintang Nuralam Universitas Pendidikan Indonesia
  • Muhammad Ibrahim Qurataayun Universitas Pendidikan Indonesia
  • Rahadian Abimanyu Kusumadijaya Universitas Pendidikan Indonesia
  • Siringoringo Ilga Ivanna Olivera Universitas Pendidikan Indonesia
  • Ratna Fitria Universitas Pendidikan Indonesia

Kata Kunci:

Dominasi Beras, Pangan Lokal, Kebijakan Pangan Nasional, Keanekaragaman Pangan, Homogenisasi Budaya, Pancasila

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Pasar Pagi Parluasan Pematangsiantar sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan daya saing usaha. UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian daerah, namun masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam pengelolaan SDM, kualitas pelayanan, serta kemampuan bersaing di tengah perkembangan pasar yang semakin kompetitif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan SDM melalui pelatihan pelayanan, peningkatan keterampilan komunikasi, pemanfaatan teknologi digital, dan penguatan etos kerja mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen. Selain itu, pemberdayaan SDM juga berdampak pada meningkatnya loyalitas pelanggan, produktivitas usaha, dan kemampuan UMKM dalam menghadapi persaingan pasar. Kendala yang dihadapi meliputi rendahnya tingkat pendidikan pelaku usaha, keterbatasan modal, serta kurangnya akses terhadap pelatihan dan pendampingan usaha. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari pemerintah, lembaga pendidikan, dan pihak terkait dalam menyediakan program pelatihan dan pengembangan SDM yang berkelanjutan. Dengan adanya pemberdayaan SDM yang optimal, UMKM di Pasar Pagi Parluasan Pematangsiantar diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat daya saing usaha secara berkelanjutan.

Local food diversity in Indonesia faces significant pressure due to the dominance of rice as the sole staple food commodity, a policy systematically enforced since the Green Revolution era in the late 1960s. This policy has caused local foods such as sago, corn, cassava, and sweet potatoes in various regions to lose their structural position in people’s lives. This article aims to analyze the impact of rice dominance on local food diversity while assessing its alignment with the values of Pancasila. The research employs a qualitative approach through a literature review, utilizing data sources from scientific journals, books, and official government documents related to food security and diversification. The analysis is conducted narratively using the frameworks of the Third and Fifth Principles of Pancasila. The findings indicate that rice-based food homogenization has significantly reduced the consumption of local foods, as evidenced by the decline in cassava consumption from 13.4 kg per capita in 1999 to 6.5 kg per capita in 2014, with a similar trend observed for sago in its traditional regions. From the perspective of Pancasila, this policy contradicts the spirit of unity in diversity and the principle of social justice for all the people of Indonesia. Therefore, food policy reform is needed to provide equal recognition for local foods in order to achieve inclusive and sustainable food security.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-30