EVALUASI PENGGUNAAN OBAT GIGITAN ULAR PADA PASIEN RAWAT INAP DI RSUD Dr. H. SLAMET MARTODIRDJO KABUPATEN PAMEKASAN TAHUN 2025

Penulis

  • Agustina Wulandari Universitas Islam Madura
  • Lisa Narulita Universitas Islam Madura
  • Taufikurrahman Universitas Islam Madura

Kata Kunci:

Antivenom, Evaluasi Penggunaan Obat, Gigitan Ular, Rasionalitas Obat, Terapi Suportif

Abstrak

Gigitan ular merupakan masalah kesehatan global yang masih sering terjadi di Indonesia, khususnya di wilayah tropis seperti Pamekasan. Penanganan kasus gigitan ular memerlukan penggunaan obat yang tepat dan rasional, namun evaluasi penggunaan obat di RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan belum pernah dilakukan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan obat pada pasien gigitan ular rawat inap berdasarkan parameter tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, dan tepat rute. Metode yang digunakan adalah deskriptif retrospektif dengan data rekam medis 98 pasien yang memenuhi kriteria inklusi tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan dominasi pasien laki-laki (64,29%), antivenom polivalen merupakan antivenom terbanyak digunakan (38 penggunaan, 1,03%), dan metamizole sebagai obat suportif terbanyak (432 penggunaan, 11,72%). Evaluasi ketepatan antivenom mencapai 100% pada seluruh parameter (indikasi, pasien, dosis, dan rute). Sebaliknya, ketepatan penggunaan obat suportif hanya sebesar 37,76% (37 pasien), dengan 62,24% (61 pasien) tidak tepat akibat penggunaan antibiotik tanpa indikasi infeksi yang jelas. Disimpulkan bahwa penggunaan antivenom telah sesuai pedoman yang berlaku, namun penggunaan obat suportif belum sepenuhnya rasional sehingga perlu peningkatan kepatuhan terhadap pedoman terapi.

Snakebite remains a serious global health problem, particularly in tropical regions of Indonesia such as Pamekasan. Appropriate and rational drug use is critical in managing snakebite cases, yet no prior drug use evaluation had been conducted at Dr. H. Slamet Martodirdjo Regional General Hospital, Pamekasan. This study aimed to evaluate drug use in hospitalized snakebite patients based on the parameters of correct indication, patient, drug, dose, and route. A descriptive retrospective method was applied using medical records of 98 eligible patients from 2025. Results showed a predominance of male patients (64.29%), with polyvalent snake antivenom as the most used antivenom (38 uses, 1.03%) and metamizole as the most dominant supportive drug (432 uses, 11.72%). Antivenom use achieved 100% appropriateness across all parameters (indication, patient, dose, and route). Conversely, supportive drug appropriateness was only 37.76% (37 patients), with 62.24% (61 patients) deemed inappropriate due primarily to antibiotic use without clear infection indication. In conclusion, antivenom use was guideline-compliant, while supportive drug use was not fully rational, underscoring the need for improved adherence to therapeutic guidelines.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-30