ANALISIS YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA MUTILASI DAN PENYIMPANGAN SEKSUAL MAHASISWA UMY
Kata Kunci:
Hukuman Mati, Pembunuhan Berencana, mutilasi, Penyimpangan Seksual, Pidana, KHUPAbstrak
Pada Juli 2023, publik dikejutkan dengan kasus pembunuhan sadis mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Korban dibunuh dan dimutilasi oleh dua pelaku, memicu sorotan luas atas kekejamannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan hukum pidana terhadap kasus tersebut dan merumuskan upaya preventif untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Pembahasan mengenai penerapan hukum terhadap kasus ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konsep-konsep hukum pidana. Data yang digunakan adalah data sekunder dari buku, jurnal, dan peraturan perundang-undangan terkait dikumpulkan untuk dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan hukum pidana terhadap kasus pembunuhan mahasiswa UMY telah sesuai dengan ketentuan di Indonesia. Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati. Hal ini menunjukkan ketegasan hukum pidana Indonesia dalam menindak pelaku pembunuhan. Meskipun demikian, penelitian ini juga menekankan pentingnya upaya preventif untuk mencegah terulangnya kasus serupa. Upaya preventif tersebut dapat mencakup edukasi tentang bahaya kekerasan, peningkatan keamanan di lingkungan kampus, dan penguatan sistem hukum untuk menindak tegas pelaku kejahatan. Kesimpulannya, kasus pembunuhan mahasiswa UMY menjadi pengingat bahwa penegakan hukum pidana yang tegas harus berjalan beriringan dengan upaya preventif untuk menciptakan lingkungan yang aman dan terhindar dari tindak kekerasan.
In July 2023, the public was shocked by the gruesome murder of a Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) student. The victim was killed and mutilated by two perpetrators, sparking widespread outrage over the brutality of the crime. This study aims to analyze the application of criminal law to this case and formulate preventive measures to prevent the recurrence of similar incidents. A jurisnormative approach with an analysis of legislation and criminal law concepts was employed in this research. Secondary data from relevant books, journals, and legislation were collected and analyzed. The findings reveal that the application of criminal law to the UMY student murder case has been consistent with Indonesian law. The two perpetrators were charged under Article 340 of the Indonesian Criminal Code (KUHP) for premeditated murder, which carries the maximum penalty of death. This demonstrates the Indonesian criminal law's strictness in dealing with murder cases. Despite this, the study also emphasizes the importance of preventive measures to prevent similar cases from recurring. These preventive measures could include education about the dangers of violence, enhanced security on campus, and strengthening the legal system to strictly punish criminals. In conclusion, the UMY student murder case serves as a reminder that strong criminal law enforcement must go hand in hand with preventive measures to create a safe environment free from violence.




