KAJIAN PENELITIAN KEBUDAYAAN DAN SEJARAH MASJID GANG BENGKOK MEDAN

Penulis

  • Ika Purnamasari Universitas Negeri Medan
  • Andrian Maulana Universitas Negeri Medan
  • Friska Fransiska Aruan Universitas Negeri Medan
  • Ilmiyatul Fitri Charisma Universitas Negeri Medan
  • Nazwa Khalizah Universitas Negeri Medan
  • Ruth Debora Rumahorbo Universitas Negeri Medan

Kata Kunci:

Masjid Gang Bengkok, Kebudayaan

Abstrak

Masjid adalah salah satu tempat yang penting dalam kegiatan beragama bagi umat islam, termasuk masjid lama gang bengkok. Masjid gang bengkok berdiri pada tahun 1874, dan merupakan masjid tertua kedua di kota Medan setelah masjid osmani yang berdiri pada tahun 1854. Masjid ini didirikan oleh empat orang penting yaitu: Datuk M. Ali , Syeikh Muh. Yacub (Pemuka mandailing sebagai ulama), Tjong A Fie (Berkontribusi dalam keuangan pembangunan masjid), Mufthi Syeikh Hasan Maksum (Mengizinkan pembangunan terdahadap masjid). Tujuannya dibangun masjid ini antara lain yaitu memberikan kesadaran umat beragama untuk menjadikan nilai keagamaan menjadi aspek penting. Masjid lama gang bengkok memiliki unsur kebudayaan yang multi entnis, seperti melayu,china dan arab.

Mosques are one of the important places for religious activities for Muslims, including the old Alley Bend mosque. The Gang Bend Mosque was founded in 1874, and is the second oldest mosque in the city of Medan after the Osmani Mosque which was founded in 1854. This mosque was founded by four important people, namely: Datuk M. Ali, Sheikh Muh. Yacub (Mandailing leader as a cleric), Tjong A Fie (Contributed to the finances of the mosque construction), Mufthi Sheikh Hasan Maksum (Allowed the construction of the mosque). The aim of building this mosque, among other things, is to provide awareness to religious communities to make religious values an important aspect. The old Alley Bend mosque has multi-ethnic cultural elements, such as Malay, Chinese and Arabic.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-12