MEMBENTUK GENERASI BANGSA: ’’BAHASA INDONESIA DALAM PENDIDIKAN SEJARAH"
Kata Kunci:
Pendidikan Sejarah, Bahasa Indonesia, Budaya, Identitas, Abstrak, Pengajaran efektifAbstrak
Artikel Ini menyoroti peran bahasa indonesia dalam pendidikan sejarah untuk melestarikan warisan budaya dan membnentuk identitas nasional dikalangan generasi muda . Bahasa Indonesia menjadi medium utama dalam mengajarkan materi sejarah di sekolah. Dengan berbagai strategi pengajaran yang efektif, seperti penggunaan teknologi dan permainan peran, untuk menarik minat siswa. Dalam artikel ini juga menyoroti tentang apa saja tantangan dan peluang dalam mengajar sejarah dengan bahasa indonesia dan peluang untuk mengembangkan kurikulum sejarah yang insklusif.Metode yang digunakan peneliti adalah metode kualintatif studi pustaka (library research), pengumpulan data dengan cara mencari sumber dan merkontruksi dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan riset. Berdasarkan hasil dari penelitian maka dapat diijelaskan,bahwa sesungguhnya bahasa indonesia Lebih dari sekedar bahasa komunikasi, akan tetapi bahasa indonesia dipandang sebagai pemersatu beragam suku dan budaya di Indonesia, serta sebagai jendela yang akses terhadap warisan sejarah bangsa.
This article highlights the role of the Indonesian language in history education to preserve cultural heritage and shape national identity among the younger generation. Indonesian serves as the primary medium for teaching history in schools. Various effective teaching strategies, such as the use of technology and role-playing games, are employed to engage students. The article also discusses the challenges and opportunities in teaching history in Indonesian, as well as the potential for developing inclusive history curricula. The researcher used the qualitative method of literature review, gathering data by searching and reconstructing information from various sources such as books, journals, and research. Based on the research findings, it can be explained that Indonesian is more than just a means of communication; it is viewed as a unifier of diverse ethnicities and cultures in Indonesia, and as a gateway to the nation's historical heritage.




