ANALISIS KESULITAN BELAJAR PJOK PADA SISWA TUNARUNGU DI SLB NEGERI ROKAN HULU

Penulis

  • Aluwis Universitas Pasir Pengaraian
  • Ridwan Sinurat Universitas Pasir Pengaraian
  • Andespa Pratama Universitas Pasir Pengaraian

Kata Kunci:

kesulitan, belajar, analisis

Abstrak

Belajar adalah perubahan dalam kepribadian yang dimanifestasikan sebagai pola-pola respons yang baru berbentuk keterampilan, sikap kebiasaan pengetahuan dan kecakapan. Anak tunarungu adalah anak yang mengalami gangguan pada organ pendengarannya sehingga mengakibatkan ketidakmampuan mendengar, mulai dari tingkatan yang ringan sampai yang berat sekali yang diklasifikasikan kedalam tuli (deaf) dan kurang dengan (hard of hearing). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran seberapa besar kesulitan belajar PJOK siswa tunarungu di SLB Negeri Rokan Hulu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskripif kuantitatif dengan metode servie. Penelitian ini di lakukan SLB Negeri Rokan Hulu. Populasi dalam penelitian ini adalah berjumlah 122 siswa dengan sampel 23 siswa tunarungu yang bersekolah di SLB Negeri Rokan Hulu. Teknik pengumpulan data yang akan dilakukan dengan memberikan koesioner kepada siswa tunarungu di SLB Negeri Rokan Hulu. Instumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan koesioner atau angket tentang kesulitan belajar PJOK yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan di sekolah SLB Negeri Rokan Hulu menunjukan bahwa tingkat kesulitan siswa tunarungu dalam mengikuti pembelajaran PJOK diperoleh 2 orang (9%) berada dikategori sangat rendah, 4 orang (17%) berada dikategori rendah, 2 orang (9%) berada dikategori cukup, sedangkan untuk kategori sedang 6 orang (26%), untuk kategori tinggi 8 orang (35 %) dan untuk dikategori sangat tinggi 1 orang (4%). Hasil analisis kesulitan belajar PJOK pada siswa tunarungu di SLB Negeri Rokan Hulu dapat diambil kesimpulan, bahwasanya tingkat kesulitan belajar siswa tunarungu di SLB Negeri Rokan Hulu kategori tinggi 8 orang dengan presentase 35 %.

Learning is a change in personality which is manifested as new response patterns in the form of skills, attitudes, habits, knowledge and skills. Deaf children are children who experience problems with their hearing organs resulting in an inability to hear, ranging from mild to very severe levels which are classified into (deaf) and (hard of hearing). This research aims to get an idea of how difficult it is to learn PJOK for deaf students at the Rokan Hulu State Special School. This research uses quantitative descriptive research with the service method. This research was carried out by the Rokan Hulu State SLB. The population in this study was 122 students with a sample of 23 deaf students who attended the Rokan Hulu State Special School. The data collection technique will be carried out by giving questionnaires to deaf students at the Rokan Hulu State Special School. The instrument used in this research is quantitative descriptive using a questionnaire about PJOK learning difficulties which has been tested for validity and reliability. Based on the results of research conducted at the Rokan Hulu State Special School, it shows that the level of difficulty for deaf students in participating in PJOK learning was found to be 2 people (9%) in the very low category, 4 people (17%) in the low category, 2 people (9%) are in the moderate category, while in the medium category 6 people (26%), in the high category 8 people (35%) and in the very high category 1 person (4%). The results of the analysis of PJOK learning difficulties among deaf students at Rokan Hulu State Special School can be concluded that the level of learning difficulty for deaf students at Rokan Hulu State Special School is in the high category of 8 people with a percentage of 35%.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-15