KEUNIKAN PERSONAL BRANDING KOMEDIAN MERAUP SUARA DI PEMILIHAN LEGISLATIF DPD JAWA BARAT

Penulis

  • Elisa Rosalind Universitas Kristen Indonesia
  • Seistha Herdiana Nindyasti Universitas Kristen Indonesia
  • Oberlinton Manulu Universitas Kristen Indonesia
  • Tania Mariane Pellokila Universitas Kristen Indonesia

Kata Kunci:

Personal Branding, Pemilihan Suara, Kandidat Legislatif

Abstrak

Sedang marak terjadi di kalangan artis, musisi hingga komedian yang berpindah profesi menjadi politisi di Indonesia. Salah satunya adalah seorang komedian senior yang bernama Komeng. Personal branding menjadi aspek penting dalam dunia politik, terutama dalam konteks Pemilihan yang terjadi di tahun 2024. Karena personal branding dari selebritas yang sudah terkenal memang mampu memikat para penggemarnya untuk memilih mereka di pemilu karena para pendukungnya sudah mengenali mereka di panggung, televisi dan juga media sosial. Strategi yang Komeng lakukan di pemilu adalah dengan menonjolkan keunikannya seperti menggunakan nama panggungnya Alfiansyah Komeng dan menggunakan foto yang “unik dan ekspresif” di surat suara. Dengan keunikan dan kepopulerannya itu, mampu mengambil hati masyarakat untuk memilihnya, oleh karena itu ia berhasil meraup 1.828.642 suara yang membuatnya menjadi kandidat dengan suara terbanyak sementara di Pemilihan Legislatif DPD RI di Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana keunikan personal branding seorang komedian dapat berkontribusi terhadap hasil pemilihan suara. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori personal branding yang dikemukakan oleh Hubert  K. Rampersad, yaitu Criteria for Effective Authentic Personal Branding. Pada kasus ini, keberhasilan Komeng dalam membangun personal branding yang unik turut berkontribusi besar pada hasil pemilu. Bahkan Komeng tidak pernah melakukan kampanye mempromosikan dirinya sebagai kandidat legislatif, maka dari banyak masyarakat yang terkejut dengan adanya eksistensi foto dirinya yang “nyeleneh” terpampang di surat suara.

Currently it is common among artists, musicians and comedians who change professions to become politicians in Indonesia. One of them is a senior comedian named Komeng. Personal branding is an important aspect in the world of politics, especially in the context of the elections that will take place in 2024. Because personal branding from well-known celebrities is indeed able to attract their fans to vote for them in the election because their supporters already recognize them on stage, television and also in the media. social. Komeng's strategy in the election was to highlight his uniqueness, such as using his stage name Alfiansyah Komeng and using a "unique and expressive" photo on the ballot. With his uniqueness and popularity, he was able to win the hearts of the people to vote for him, therefore he succeeded in getting 1,828,642 votes which made him the candidate with the most votes in the DPD RI Legislative Election in West Java. The aim of this research is to find out how a comedian's unique personal branding can contribute to voting results. The theory used in this research is the personal branding theory proposed by Hubert K. Rampersad, namely Criteria for Effective Authentic Personal Branding. In this case, Komeng's success in building a unique personal branding contributed greatly to the election results. In fact, Komeng never carried out a campaign to promote himself as a legislative candidate, so many people were surprised by the existence of his "eccentric" photo on the ballot.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-15