https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/issue/feedJurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin2026-09-29T18:47:39+00:00Open Journal Systemshttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/26170KELAYAKAN GAME EDUKASI SIDE SCROLLER "SMAMGO" BERBASIS ANDROID SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SISTEM KOMPUTER KELAS X SMA2026-09-04T02:19:45+00:00Aldi Putra Pratamaaldiputrapratama283@gmail.comUlya Anisatur Rosyidahulyaanisatur@unmuhjember.ac.idLintang Setyo Kurniawatilintang@unmuhjember.ac.id<p>Pembelajaran Informatika pada materi Sistem Komputer memerlukan media yang interaktif dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengetahui tingkat kelayakan game edukasi Side Scroller berbasis Android bernama SmamGo yang dikembangkan menggunakan Construct 3. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Produk dikembangkan melalui tiga level yang mengintegrasikan materi hardware, software, dan brainware dengan unsur permainan, seperti tantangan, skor, koin, kuis, dan umpan balik. Kelayakan produk dinilai melalui validasi ahli materi, validasi ahli media, dan respons peserta didik pada uji coba kelompok kecil dan kelompok besar terhadap 55 peserta didik dari SMA Muhammadiyah 3 Jember, SMAN 2 Jember, dan SMAN 4 Jember. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi ahli materi memperoleh persentase 96,88% dan ahli media 95,45%, keduanya termasuk kategori sangat layak. Respons peserta didik meningkat dari 76,04% pada uji coba kelompok kecil menjadi 89,42% pada uji coba kelompok besar, dengan capaian tertinggi pada aspek kemudahan penggunaan (90,87%) dan kemenarikan (90,19%). Dengan demikian, game edukasi SmamGo dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran Informatika pada materi Sistem Komputer di jenjang SMA.</p>2026-09-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplinhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/27115UPAYA PELESTARIAN BUDAYA MANGGOAR ANAK DI DESA GALA BONANG KECAMATAN HURISTAK KABUPATEN PADANG LAWAS2026-09-17T12:24:43+00:00Alfin Sahanialfinsahani@gmail.comSapirinsapirin@stain-madina.ac.idMuhammad Rojimuhammadrozi0934@gmail.comPutri Riskiyahriskiyahputri897@gmail.comPurnama Saripurnamasarirao@gmail.comArda Billybayonasti36@gmail.comSabila Ramadaniramadanisabila404@gmail.comIfrah Julaihaifrahjulaiha77@gmail.comRisqi Mutiahriskimutiah52@gmail.comMiftahul Jannahmuljannah534@gmail.comDita Salamahsalamahnasution717@gmail.com<p>Manggoar anak, atau dalam sumber tertulis sering disebut manggoar dakdanak tubu, merupakan salah satu upacara adat masyarakat Mandailing yang dilaksanakan sebagai bentuk penyambutan dan pemberian nama (goar) kepada anak yang baru lahir, yang di dalamnya terkandung doa, harapan, dan nilai-nilai budaya leluhur. Di Desa Gala Bonang, Kecamatan Huristak, Kabupaten Padang Lawas, tradisi ini masih dijalankan masyarakat, namun menghadapi tantangan pelestarian akibat pergeseran nilai dan minimnya pemahaman generasi muda terhadap makna filosofis di baliknya. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada hari Jumat, 10 Juli 2026, pukul 08.00–11.00 WIB, dengan tujuan membantu masyarakat melestarikan tradisi manggoar anak melalui keterlibatan langsung mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam rangkaian prosesi adat, sekaligus meningkatkan pemahaman generasi muda tentang makna tradisi tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berupa observasi, wawancara dengan tokoh adat dan tokoh agama, serta keterlibatan langsung dalam pelaksanaan acara. Kegiatan yang dilakukan mahasiswa antara lain membuka acara dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an (mengaji), membantu mangoloi atau melayani kebutuhan teknis dan protokoler jalannya prosesi adat sesuai arahan tokoh adat, serta mendokumentasikan dan mensosialisasikan makna tradisi kepada anak-anak dan remaja desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa memberikan dampak positif berupa meningkatnya partisipasi masyarakat, terjaganya kelengkapan prosesi adat, serta tumbuhnya kesadaran generasi muda akan pentingnya melestarikan tradisi manggoar anak sebagai bagian dari identitas budaya Mandailing.</p> <p><em>Manggoar anak, referred to in the literature as manggoar dakdanak tubu, is a traditional Mandailing ceremony held to welcome and name a newborn child, embodying prayers, hopes, and ancestral cultural values. In Gala Bonang Village, Huristak Sub-district, Padang Lawas Regency, this tradition is still practiced, yet faces preservation challenges due to shifting values and limited understanding among younger generations of its philosophical meaning. This community service program was carried out on Friday, 10 July 2026, from 08.00 to 11.00 WIB, and aimed to help the community preserve the manggoar anak tradition through the direct involvement of university students (KKN) in the traditional procession, while raising young people's awareness of its meaning. A participatory approach was used, consisting of observation, interviews with traditional and religious leaders, and direct involvement in the event. Activities carried out by the students included opening the ceremony with Qur'an recitation, assisting (mangoloi) in serving the technical and protocol needs of the procession under the guidance of traditional leaders, and documenting and disseminating the meaning of the tradition to village children and youth. The results show that student involvement had a positive impact, including increased community participation, a more complete traditional procession, and growing awareness among the younger generation of the importance of preserving manggoar anak as part of Mandailing cultural identity.</em></p>2026-09-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin