Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim id-ID Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin ANALISIS KEMANDIRIAN FISKAL, BELANJA DAERAH DAN INVESTASI TERHADAP KEMISKINAN DI PROVINSI ACEH https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/25608 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemandirian fiskal, belanja daerah, dan investasi terhadap tingkat kemiskinan pada 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Kemiskinan masih menjadi permasalahan utama pembangunan di Aceh meskipun pemerintah daerah telah memperoleh kewenangan yang lebih luas melalui kebijakan otonomi daerah. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan fiskal yang efektif melalui peningkatan kemandirian fiskal, optimalisasi belanja daerah, dan peningkatan investasi guna mendukung upaya pengentasan kemiskinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), laporan Aceh Dalam Angka, serta laporan keuangan pemerintah daerah. Data yang digunakan merupakan data panel dari 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh selama periode 2015–2024. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM) untuk menguji pengaruh masing-masing variabel independen terhadap tingkat kemiskinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian fiskal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan, yang berarti peningkatan kemandirian fiskal mampu menurunkan tingkat kemiskinan. Belanja daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan, yang mengindikasikan bahwa peningkatan belanja daerah belum sepenuhnya efektif dalam mengurangi kemiskinan. Sementara itu, investasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan, yang menunjukkan bahwa peningkatan investasi mampu mendorong penciptaan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Secara simultan, kemandirian fiskal, belanja daerah, dan investasi berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Aceh.</p> <p><em>This study aims to analyze the effects of fiscal independence, regional expenditure, and investment on poverty levels in the 23 regencies/municipalities of Aceh Province. Poverty remains one of the major development challenges in Aceh despite the implementation of regional autonomy policies that grant broader authority to local governments. Therefore, effective fiscal management through increased fiscal independence, optimized regional expenditure, and enhanced investment is expected to support poverty alleviation efforts. This research employs a quantitative approach using secondary data obtained from the Central Bureau of Statistics (BPS), Aceh in Figures publications, and local government financial reports. The study utilizes panel data from 23 regencies/municipalities in Aceh Province covering the period of 2015–2024. Data analysis was conducted using panel data regression with the Fixed Effect Model (FEM) approach to examine the influence of each independent variable on poverty levels. The results indicate that fiscal independence has a negative and significant effect on poverty, implying that higher fiscal independence contributes to poverty reduction. Regional expenditure has a positive and significant effect on poverty, suggesting that increases in regional expenditure have not yet been fully effective in reducing poverty. Meanwhile, investment has a negative and significant effect on poverty, indicating that increased investment can reduce poverty through job creation, higher economic activity, and improved community welfare. Simultaneously, fiscal independence, regional expenditure, and investment have a significant effect on poverty levels in Aceh Province.</em></p> Putri Mulyana Edi Abral Muhammad Nasir Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin 2026-08-31 2026-08-31 10 8 STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA DI ERA DIGITAL PADA KELAS IV DI UPTD SDI NAIKOTEN 2 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/25316 <p><em>This study aims to describe the strategies employed by Christian Religious Education (PAK) teachers to enhance the learning interest of fourth-grade students at UPTD SDI Naikoten 2 in the digital era. A descriptive qualitative approach was adopted, involving two PAK teachers, the school principal, and three students as informants. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and subsequently analyzed using the Miles and Huberman model. The findings indicate that PAK teachers implement several key strategies to boost student learning interest: utilizing information technology-based learning media (such as animated videos), applying interactive digital learning methods (like games and quizzes), and employing a contextual approach through spiritual guidance. Among these, the use of technology-based learning media stands out as the most dominant strategy, as it effectively captures attention, improves focus, and fosters student interest during the learning process. Nevertheless, implementation faces certain challenges, particularly regarding limited supporting facilities and infrastructure, as well as the diverse characteristics of the students. Overall, the strategies employed by the PAK teachers have positively impacted the enhancement of student learning interest in the digital era.</em></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam meningkatkan minat belajar siswa di era digital pada siswa kelas IV di UPTD SDI Naikoten 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan dua guru PAK, kepala sekolah, dan tiga siswa sebagai informan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAK menerapkan beberapa strategi utama dalam meningkatkan minat belajar siswa, yaitu pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi informasi melalui video animasi, penerapan metode pembelajaran digital yang interaktif seperti permainan dan kuis, serta pendekatan kontekstual melalui bimbingan rohani. Di antara strategi tersebut, pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi merupakan strategi yang paling dominan karena mampu menarik perhatian, meningkatkan fokus, dan menumbuhkan minat belajar siswa selama proses pembelajaran. Meskipun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi beberapa kendala, terutama keterbatasan sarana dan prasarana pendukung serta perbedaan karakteristik siswa. Secara keseluruhan, strategi guru PAK telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan minat belajar siswa di era digital</p> Aprilia Gresiani Seran Anita A. Hage Udju Hermin Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin 2026-08-31 2026-08-31 10 8 STRATEGI GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PEMBELAJARAN PAI DALAM MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK DI UPT SDN 342 GRESIK https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/25508 <p>Penelitian ini, Bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam mengimplementasikan pembelajaran PAI dalam membentuk karakter peserta didik di UPT SDN 342 Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan deskriptif kualitatif sebagai jenis penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menggunakan berbagai pendekatan pembelajaran, termasuk integrasi nilai karakter, pembiasaan nilai-nilai religius dan pendekatan keteladanan. Strategi ini terbukti berhasil menanamkan nilai toleransi, tanggung jawab, kejujuran, dan disiplin kepada siswa. Keterlibatan aktif guru, dukungan orang tua, dan lingkungan sekolah yang baik adalah beberapa komponen yang membantu strategi ini berjalan dengan baik. Namun, ada juga hambatan, seperti keterbatasan waktu dan beberapa siswa tidak memahami materi ajar. Untuk membentuk karakter siswa melalui pembelajaran PAI, sekolah, orang tua, dan masyarakat harus bekerja sama lebih banyak lagi.</p> <p><em>This study, aims to examine the teacher's strategy in implementing PAI learning in shaping the character of students at UPT SDN 342 Gresik. This research uses a qualitative approach and descriptive qualitative as the type of research. Data collection techniques were conducted through observation, interviews and documentation. The results showed that PAI teachers used various learning approaches, including integration of character values, habituation of religious values and exemplary approaches. This strategy proved successful in instilling the values of tolerance, responsibility, honesty, and discipline to students. Active teacher involvement, parental support and a good school environment are some of the components that help this strategy work well. However, there are also obstacles, such as time constraints and some students not understanding the teaching materials. To shape students' character through PAI learning, schools, parents, and communities should work together more</em></p> Nurizka Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin 2026-08-31 2026-08-31 10 8 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KETERGANTUNGAN ACTIVITY OF DAILY LIVING PADA LANSIA DI WILAYAH DEPOK III https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/25469 <p>Pendahuluan: Peningkatan jumlah lansia di Indonesia berdampak pada meningkatnya permasalahan kesehatan yang dapat menurunkan kemampuan dalam melakukan Activity of Daily Living (ADL). Berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh (IMT), pendidikan, status pernikahan, status tempat tinggal, pekerjaan, status kesehatan, dan aktivitas fisik diduga memengaruhi tingkat kemandirian lansia. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat ketergantungan dalam kemandirian lansia di wilayah Depok III serta menentukan faktor yang paling dominan. Metode: Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 98 lansia yang dipilih secara purposive sampling. Aktivitas fisik diukur menggunakan IPAQ-E, kemandirian ADL menggunakan Barthel Index, dan data dianalisis dengan uji Chi-Square serta regresi logistik. Hasil: IMT (p&lt;0,001), status kesehatan (p&lt;0,001), dan aktivitas fisik (p&lt;0,001) berhubungan signifikan dengan tingkat ketergantungan ADL, sedangkan usia, jenis kelamin, pendidikan, status pernikahan, status tempat tinggal, dan pekerjaan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Analisis multivariat menunjukkan aktivitas fisik sebagai faktor paling dominan (OR=41,659; p=0,006). Simpulan: IMT, status kesehatan, dan aktivitas fisik berhubungan dengan tingkat ketergantungan ADL pada lansia, dengan aktivitas fisik sebagai faktor yang paling dominan sehingga perlu ditingkatkan untuk mempertahankan dan meningkatkan kemandirian lansia.</p> <p><em>Introduction: The increasing number of elderly people in Indonesia has resulted in increased health problems that can reduce the ability to perform Activities of Daily Living (ADL). Various factors such as age, gender, body mass index (BMI), education, marital status, residential status, employment, health status, and physical activity are thought to influence the level of independence of the elderly. This study aims to analyze the factors influencing the level of dependency and independence of the elderly in the Depok III area and determine the most dominant factors.. Method: The study used an analytical survey design with a cross-sectional approach on 98 elderly people selected using purposive sampling. Physical activity was measured using the IPAQ-E, ADL independence using the Barthel Index, and data were analyzed using the Chi-square test and logistic regression. Result: BMI (p&lt;0.001), health status (p&lt;0.001), and physical activity (p&lt;0.001) were significantly associated with ADL dependency, while age, gender, education, marital status, residential status, and occupation did not show significant associations. Multivariate analysis showed physical activity as the most dominant factor (OR=41.659; p=0.006). Conclusion: BMI, health status, and physical activity are related to the level of ADL dependence in the elderly, with physical activity being the most dominant factor that needs to be increased to maintain and improve the independence of the elderly.</em></p> Muhammad Agyl Aulia Al Ghiffari Fitri Yani Suci Muqodimatul Jannah Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin 2026-08-31 2026-08-31 10 8 KOMUNIKASI INTERPERSONAL DRIVER OJEK ONLINE PEREMPUAN DALAM PEMBENTUKAN RELASI SOSIAL KOMUNITAS DRIVER KOTA TANGERANG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/25394 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin terlihatnya keberadaan perempuan dalam profesi driver ojek online yang secara sosial masih dilekatkan pada citra pekerjaan maskulin. Dalam kondisi tersebut, komunitas menjadi ruang sosial yang penting bagi driver perempuan untuk membangun kepercayaan, jaringan, dukungan, dan hubungan sosial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan komunikasi interpersonal driver ojek online perempuan serta menganalisis perannya dalam pembentukan modal sosial dan relasi sosial pada Komunitas Ladys EV (LeVi) Kota Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan paradigma konstruktivisme. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi. Informan terdiri atas ketua komunitas dan enam anggota. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi berlangsung melalui komunikasi tatap muka dan grup WhatsApp dengan pola terbuka, dua arah, partisipatif, egaliter, dan saling mendukung. Komunikasi tersebut membentuk empat dimensi modal sosial, yaitu kepercayaan, jaringan sosial, norma, dan resiprositas. Kepercayaan tumbuh melalui keterbukaan dan kebiasaan saling membantu; jaringan sosial berkembang melalui interaksi dan pertukaran informasi; norma terbentuk melalui saling menghormati dan penyelesaian masalah secara kekeluargaan; sedangkan resiprositas terlihat dari kebiasaan berbagi informasi, bantuan, pengalaman, dan dukungan. Bonding social capital antarsesama driver perempuan lebih menonjol dibandingkan bridging social capital dengan driver laki-laki. Modal sosial tersebut memperkuat solidaritas, dukungan sosial, kerja sama, rasa kebersamaan, dan menjadi salah satu strategi sosial bagi driver perempuan dalam menghadapi tantangan pekerjaan.</p> <p><em>This study is motivated by the increasing presence of women working as online motorcycle taxi drivers, an occupation that is still socially associated with a masculine image. In this context, the community becomes an important social space for female drivers to build trust, networks, support, and social relationships. This study aims to describe interpersonal communication among female online motorcycle taxi drivers and analyze its role in forming social capital and social relations in the Ladys EV (LeVi) Community in Tangerang City. The study uses a descriptive qualitative approach within a constructivist paradigm. Data were collected through in-depth interviews, non-participant observation, and documentation. The informants consisted of the community leader and six members. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that communication occurs through face-to-face interaction and a WhatsApp group, with an open, two-way, participatory, egalitarian, and supportive pattern. This communication forms four dimensions of social capital: trust, social networks, norms, and reciprocity. Trust develops through openness and mutual assistance; social networks grow through interaction and information exchange; norms develop through mutual respect and family-oriented conflict resolution; while reciprocity is reflected in sharing information, assistance, experience, and support. Bonding social capital among female drivers is more prominent than bridging social capital with male drivers. The social capital strengthens solidarity, social support, cooperation, togetherness, and serves as a social strategy for female drivers in facing work-related challenges</em></p> Rhahma Novita Anggraini Een Irianti Mad Yoman Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin 2026-08-31 2026-08-31 10 8 PENERAPAN PIJAT OKSITOSIN TERHADAP KELANCARAN PRODUKSI ASI PADA IBU POSTPARTUM https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/25630 <p>Latar Belakang:&nbsp; Ketidaklacaran ASI merupakan kendala dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Kondisi ini dapat berupa keterlambatan laktogenesis, teknik menyusui yang kurang optimal, kondisi psikologis dan fisiologis ibu serta faktor sosial. Pijat oksitosin merupakan salah satu intervensi yang dapat merangsang pelepasan hormon oksitosin dan prolaktin. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh penerapan pijat oksitosin terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu postpartum sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Metode: Rancangan penelitian ini menggunakan metode studi kasus degan desain pre dan post pemberian terapi pijat oksitosin. Pijat oksitosin dilakukan selama 2 hari berturut-turut, 2x sehari dengan durasi 15 menit setiap sesi.&nbsp; Hasil: Sebelum dilakukan intervensi, Ny.L memiliki skor 40 poin dan Ny.E 30 poin, keduanya dalaam kategori ASI kurang lancar. Setelah intervensi pijat oksitosin, skor Ny.L meningkat menjadi 100 poin sedangkan Ny.E&nbsp; 80 poin. Kedua responden berada dalam kategori ASI lancar. Kesimpulan: Penerapan pijat oksitosin menunjukkan adanya peningkatan kelancaran produksi ASI pada ibu postpartum.</p> <p><em>Background: Insufficient breast milk production is one of the obstacles to the success of exclusive breastfeeding. This condition may involve delayed lactogenesis, suboptimal breastfeeding techniques, maternal psychological and physiological conditions, and social factors. Oxytocin massage is one of the interventions that can stimulate the release of oxytocin and prolactin hormones. Objective: This study aimed to describe the effect of exytocin massage implementation on breast milk production in postpartum mothers before and after the intervention.&nbsp; Method: This study used a case study method with a pre- and post-intervention design involving oxytocin massage therapy. Oxytocin massage was performed for 2 consecutive days, twice a day, with a duration of 15 minutes per session. Result: Before the intervention, Mrs. L had a score of 40 points and Mrs. E had a score of 30 points, both categorized as insufficient breast milk production. After the oxytocin massage intervention, Mrs. L's score increased to 100 points, while Mrs. E's score increased to 80 points. Both respondents were categorized as having adequate breast milk production. Conclusion: The application of oxytocin massage showed an improvement in breast milk production among postpartum mothers.</em></p> Denata Asri Martias Putri Dyah Rahmawatie Ratna Budi Utami Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin 2026-08-31 2026-08-31 10 8 PENERAPAN KOMPRES KAYU MANIS TERHADAP NYERI ARTHRITIS GOUT PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GAMBIRSARI KOTA SURAKARTA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/25387 <p>Latar Belakang: Arthritis Gout merupakan penyakit akibat gangguan metabolisme purin yang menyebabkan penumpukan kristal monosodium urat pada sendi sehingga menimbulkan peradangan, pembengkakan, dan rasa nyeri yang luar biasa. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat membantu menurunkan nyeri yaitu pemberian kompres kayu manis yang memiliki kandungan senyawa anti-inflamasi alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan kompres kayu manis terhadap penurunan intensitas nyeri sendi pada lansia penderita arthritis gout di wilayah kerja Puskesmas Gambirsari Kota Surakarta. Metode penelitian yang digunakan berupa penelitian terapan dengan pendekatan studi kasus deskriptif pada dua lansia penderita arthritis gout yang mengalami nyeri sendi. Intervensi diberikan selama tujuh hari berturut-turut dengan durasi sehari 1 kali kompres selama 20 menit, dan pengukuran intensitas nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua responden mengalami penurunan intensitas nyeri setelah diberikan intervensi, di mana Ny. T mengalami penurunan dari skala 7 menjadi skala 4 dan Ny. K mengalami penurunan dari skala 6 menjadi skala 3. Kesimpulan : Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan kompres kayu manis mampu membantu mengurangi intensitas nyeri sendi secara efektif pada lansia penderita arthritis gout.</p> <p><em>Background: Gouty arthritis is a disease caused by purine metabolism disorders that lead to the accumulation of monosodium urate crystals in the joints, resulting in inflammation, swelling, and excruciating pain. One of the non-pharmacological therapies that can help reduce pain is the application of cinnamon compresses, which contain natural anti-inflammatory compounds. The purpose of this study was to describe the application of cinnamon compresses in reducing joint pain intensity among elderly patients with gouty arthritis in the working area of the Gambirsari Public Health Center, Surakarta. Methods: The research method used was applied research with a descriptive case study approach on two elderly patients with gouty arthritis experiencing joint pain. The intervention was administered for seven consecutive days, with a duration of a 20-minute compress once a day, and pain intensity was measured using the Numeric Rating Scale (NRS). Results: The results showed that both respondents experienced a decrease in pain intensity after the intervention; Mrs. T experienced a decrease from scale 7 (severe pain) to scale 4 (moderate pain), and Mrs. K experienced a decrease from scale 6 (moderate pain) to scale 3 (mild pain). Conclusion: Based on these results, it can be concluded that the application of cinnamon compresses is effective in helping to reduce joint pain intensity in elderly patients with gouty arthritis.</em></p> Kharisma Dwi Defita Sari Irma Mustika Sari Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin 2026-08-31 2026-08-31 10 8 EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN NILAI – NILAI AQIDAH AKHLAK DI ERA DIGITAL STUDI MTS MA’ARIF 1 TELUK JATIDAWANG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/25570 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan pemahaman nilai – nilai aqidah akhlah di era digital studi Mts Ma’arif 1. Pemanfaatan teknologi digital, khususnya media video, dalam meningkatkan pemahaman nilai nilai akidah ahklak peserta didik di Mts Ma’arif 1.&nbsp; penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi video belajar dalam strategi ctl bisa meningkatkan pemahaman, antusias, dan keterlibatan siswa secara aktif. Strategi ini bukan sekedar efektif memberikan kontribusi terhadap perkembangan kemampuan berfikif, sikap, tetapi juga menyentuh aspek keterampilan fisik pesera didik dalam pembentukan karakter islami . media video digunakan sbagai sarana pembelajaran akida ahklak melalui penerapan pendekatan pembelajarankonteks tual (Contextual Teaching end Learning/CTL), terutama dalam topik pembelajaran” Keteguhan Nabi Ibrahim” untuk menginternakisasi nilai nilai ahklak terpuji. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kontekstual terbukti sangat efektif dalam meningkatan pemahaman siswa terhadap nilai – nilai aqidah akhlak khususnya di era digital.</p> Emy Irawati Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin 2026-08-31 2026-08-31 10 8 PENERAPAN ZINC CREAM TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA KAKI DIABETIK TIPE 2 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/25473 <p>Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan komplikasi berupa luka kaki diabetik akibat neuropati, gangguan sirkulasi, dan infeksi. Luka yang tidak ditangani dengan baik dapat berkembang menjadi gangren sehingga meningkatkan risiko amputasi dan menurunkan kualitas hidup pasien. Perawatan luka modern dengan prinsip moisture balance menggunakan <em>zinc cream</em> diketahui dapat mempercepat proses penyembuhan luka, terutama pada fase proliferasi. Tujuan: Mendeskripsikan penerapan pemberian <em>zinc cream</em> terhadap proses proliferasi luka kaki diabetik pada pasien DM tipe 2 di Salud Wound Care Kartasura. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif pada pasien DM tipe 2 dengan luka kaki diabetik yang mendapatkan perawatan luka modern menggunakan zinc cream. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan evaluasi perkembangan luka selama perawatan. Hasil: Penerapan <em>zinc cream</em> menunjukkan adanya peningkatan proses proliferasi yang ditandai dengan terbentuknya jaringan granulasi, berkurangnya jaringan nekrotik dan biofilm, menurunnya eksudat, serta mengecilnya ukuran luka. Kesimpulan: Pemberian <em>zinc cream</em> sebagai bagian dari modern dressing dapat mendukung proses proliferasi dan mempercepat penyembuhan luka kaki diabetik sehingga berpotensi mengurangi risiko infeksi, gangren, dan amputasi pada pasien DM tipe 2.</p> <p><em>Background: Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a chronic disease that may lead to diabetic foot ulcers due to neuropathy, impaired circulation, and infection. Without appropriate treatment, diabetic foot ulcers can progress to gangrene, increasing the risk of lower-limb amputation and reducing patients' quality of life. Modern wound care based on the moisture balance principle using zinc cream has been shown to promote wound healing, particularly during the proliferation phase. Objective: To describe the application of zinc cream in supporting the proliferation phase of diabetic foot ulcer healing in patients with type 2 diabetes mellitus at Salud Wound Care Kartasura. Methods: This study employed a descriptive case study involving a patient with a diabetic foot ulcer receiving modern wound care with zinc cream. Data were collected through wound observation, documentation, and evaluation of wound healing progress. Results: Zinc cream application improved the proliferation phase, as evidenced by increased granulation tissue formation, reduced necrotic tissue and biofilm, decreased exudate, and reduced wound size. Conclusion: Zinc cream as part of modern wound dressing may support wound proliferation and accelerate diabetic foot ulcer healing, thereby potentially reducing the risk of severe infection, gangrene, and lower-limb amputation in patients with type 2 diabetes mellitus.</em></p> Salma Deva Bayang Rachmantya Dyah Rahmawatie Ratna Budi Utami Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin 2026-08-31 2026-08-31 10 8 EKSPLORASI ISTILAH MATEMATIKA DALAM KOSAKATA BAHASA DAERAH NAGEKEO (BAHASA KEO) https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/25395 <p>Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dan mendokumentasikan istilah-istilah matematika yang terkandung dalam kosakata Bahasa Daerah Nagekeo (Bahasa Keo), Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi artefak budaya, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menemukan empat domain etnomatematika dalam Bahasa Keo, yaitu sistem bilangan berbasis lima untuk angka 6 sampai 9 yang dinyatakan sebagai lima ditambah bilangan pelengkap; konsep geometri pada artefak budaya seperti kain tenun Oba Agi, wadah silinder Po'o Kose, dan tiang adat Peo yang memuat konsep sudut siku-siku dalam ritual Mula Peo; satuan pengukuran tak baku berbasis anggota tubuh (Tepa, Lenga, Jengka, dan Page); serta penerapan empat operasi hitung dasar dalam praktik jual beli kain tenun. Temuan ini menegaskan bahwa masyarakat Nagekeo telah lama mempraktikkan konsep matematika formal tanpa menggunakan istilah matematika baku, sekaligus menunjukkan potensi Bahasa Keo sebagai sumber belajar matematika yang kontekstual dan bermakna.</p> <p><em>This study explores and documents mathematical terms embedded in the vocabulary of the Nagekeo local language (Bahasa Keo), Nagekeo Regency, East Nusa Tenggara. Using a qualitative ethnographic approach, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation of cultural artefacts, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings reveal four ethnomathematical domains in Bahasa Keo: a quinary-based number system in which numbers six to nine are expressed as five plus a remainder; geometric concepts embedded in cultural artefacts such as the Oba Agi ikat weaving, the cylindrical Po'o Kose container, and the Peo ceremonial pole, which reflects the concept of a right angle in the Mula Peo ritual; non-standard traditional units of measurement based on the human body (Tepa, Lenga, Jengka, and Page); and the application of the four basic arithmetic operations in traditional weaving trade. These findings confirm that the Nagekeo community has long practised formal mathematical concepts without using formal mathematical terminology, and they underline the potential of Bahasa Keo as a contextual and meaningful resource for mathematics learning.</em></p> Kamelia Boleng Anggelina ue Anjani Amir Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin 2026-08-31 2026-08-31 10 8 PEMBERDAYAAN PENYANDANG DISABILITAS MELALUI PENGUATAN KAPASITAS DAN KEMANDIRIAN SOSIAL: PERSPEKTIF GENDER DALAM PENGALAMAN FBA DI ACEH BESAR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/25678 <p>Penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai hambatan dalam memperoleh kesempatan yang setara untuk bekerja, berpartisipasi dalam kehidupan sosial, dan mengembangkan kemandirian. Hambatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kondisi disabilitas, tetapi juga dengan dukungan keluarga, penerimaan masyarakat, dan kesempatan yang tersedia. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik pemberdayaan penyandang disabilitas yang dilakukan Forum Bangun Aceh (FBA) di Aceh Besar melalui penguatan kapasitas dan kemandirian sosial, dengan memperhatikan pengalaman perempuan penyandang disabilitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus berbasis data sekunder. Data diperoleh dari laporan program, penelitian terdahulu, dokumen desa, publikasi FBA dan mitra, serta sumber terkait lainnya. Data dianalisis secara tematik dengan mengelompokkan temuan berdasarkan hambatan sosial, penguatan kemampuan, kelompok, pemberdayaan ekonomi, kemandirian, partisipasi sosial, dan perubahan di tingkat desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan FBA berlangsung melalui proses yang saling berkaitan, mulai dari penguatan kemampuan melalui pelatihan dan pendampingan, pembentukan kelompok swadaya, dukungan usaha, peningkatan kemandirian, hingga perluasan partisipasi sosial dan pengembangan desa inklusif. Perspektif gender menunjukkan bahwa pengalaman perempuan penyandang disabilitas tidak selalu sama. Dukungan sosial, rasa percaya diri, kondisi keluarga, dan pendampingan memengaruhi kemampuan mereka dalam memanfaatkan dukungan yang diberikan. Penelitian menyimpulkan bahwa pemberdayaan menjadi lebih kuat ketika penguatan individu berjalan bersama dengan penguatan kelompok dan perubahan lingkungan sosial.</p> <p>&nbsp;</p> Syaifullah Musdawati Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin 2026-08-31 2026-08-31 10 8 IMPLEMENTASI KOMUNIKASI PEMASARAN DESTINASI WISATA EDUTAINMENT DALAM PROMOSI WORLD OF WONDER THEME PARK https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/25393 <p>World of Wonders Theme Park merupakan destinasi wisata buatan berkonsep edutainment park di kawasan Citra Raya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, yang dikelola oleh Ciputra Group. Di tengah persaingan antardestinasi wisata buatan di wilayah Jabodetabek, pengelola dituntut merancang komunikasi pemasaran pariwisata yang efektif guna membangun brand awareness dan menarik minat kunjungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis upaya komunikasi pemasaran pariwisata yang dilakukan dalam mempromosikan World of Wonders Theme Park pada tahun 2025, serta mengidentifikasi hambatan yang menyertainya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan paradigma konstruktivisme. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap empat informan kunci dari pihak pengelola (Sales Marketing, Marketing Communication, Staf Promosi dan Event, serta Staf Humas) dan dua informan pendukung dari kalangan pengunjung, kemudian dianalisis menggunakan teknik interaktif Miles dan Huberman serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pemasaran pariwisata World of Wonders dijalankan secara sistematis melalui perencanaan pesan, penentuan komunikator, penyusunan pesan berbasis edutainment, pemanfaatan bauran media digital dan konvensional, penentuan sasaran khalayak, serta dukungan koordinasi internal, sejalan dengan unsur-unsur Integrated Marketing Communication (IMC) Kotler dan Keller. Hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan anggaran promosi, koordinasi antarbagian yang belum optimal, keterbatasan sumber daya manusia dalam menghadapi adaptasi teknologi digital, serta persaingan antardestinasi wisata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas komunikasi pemasaran pariwisata destinasi buatan sangat bergantung pada konsistensi pesan, keterpaduan media, serta pengelolaan hubungan dengan pemangku kepentingan secara berkesinambungan.</p> <p><em>World of Wonders Theme Park is a man-made tourist destination built on an edutainment park concept, located in the Citra Raya area, Cikupa Subdistrict, Tangerang Regency, and managed by Ciputra Group. Amid intense competition among man-made tourist attractions in the Jabodetabek region, the management is required to design effective tourism marketing communication to build brand awareness and attract visitors. This study aims to examine and analyze the tourism marketing communication efforts undertaken in promoting World of Wonders Theme Park in 2025, as well as to identify the obstacles encountered. The research employed a descriptive qualitative approach within a constructivist paradigm. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation studies involving four key informants from the management side (Sales Marketing, Marketing Communication, Promotion and Event Staff, and Public Relations Staff) and two supporting informants from among visitors, then analyzed using the interactive technique developed by Miles and Huberman, with data validity examined through source triangulation. The findings indicate that World of Wonders' tourism marketing communication is carried out systematically, encompassing message planning, communicator determination, edutainment-based message formulation, the use of an integrated digital and conventional media mix, target audience segmentation, and internal coordination support, consistent with the elements of Integrated Marketing Communication (IMC) proposed by Kotler and Keller. The obstacles identified include limited promotional budgets, suboptimal interdepartmental coordination, limited human resources in adapting to digital technology, and competition among similar destinations. The study concludes that the effectiveness of tourism marketing communication for man-made destinations largely depends on message consistency, media integration, and sustained stakeholder relationship management</em></p> Kesya Gisela Jevinka Mochammad Mirza Eko Febriyanto Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin 2026-08-31 2026-08-31 10 8