Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim
id-IDJurnal Penelitian Ilmiah MultidisiplinPERSEPSI MAHASISWA PENDIDIKAN TATA BOGA TERHADAP KELAYAKAN DAN POTENSI SUBSTITUSI BAHAN LOKAL PADA RESEP INTERNASIONAL
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22548
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa Pendidikan Tata Boga terhadap kelayakan dan potensi penerapan substitusi bahan lokal dalam resep masakan internasional pada mata kuliah Makanan Kontinental. Studi kasus melibatkan 14 responden mahasiswa yang ditanyai melalui kuesioner terstruktur dan wawancara terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki pemahaman yang cukup baik tentang konsep substitusi bahan lokal (86% paham hingga sangat paham), namun masih dominan menggunakan bahan impor murni (71%) dalam praktikum. Dari segi ekonomi, sebagian besar responden (64%) setuju bahwa substitusi dapat menekan biaya produksi secara signifikan. Akan tetapi, keraguan terbesar terletak pada aspek indrawi dan teknis; hanya 7% percaya bahwa rasa dan tekstur hasil substitusi dapat diterima, dan 43% meragukan kemudahan adaptasi teknik pengolahan. Pada dimensi potensi jangka panjang (inovasi, keberlanjutan, pengurangan impor), mahasiswa menunjukkan optimisme moderat dengan skor rata-rata 3,2–3,3. Hambatan utama yang diidentifikasi adalah perubahan cita rasa otentik dan hilangnya identitas resep asli. Kesimpulannya, meskipun substitusi bahan lokal memiliki potensi ekonomi dan akademik, diperlukan ruang eksperimen terstruktur dalam kurikulum untuk mengatasi keraguan teknis dan sensorik mahasiswa.</p> <p><em>This research aims to analyze the perceptions of Culinary Education students regarding the feasibility and potential of implementing local ingredient substitution in international cuisine recipes within the Continental Food course. The case study involved 14 student respondents who participated in structured questionnaires and open-ended interviews. Results demonstrate that students possess adequate understanding of the local ingredient substitution concept (86% demonstrated good to excellent comprehension), yet 71% continue to predominantly use pure imported ingredients in practical sessions. From an economic perspective, most respondents (64%) agreed that substitution can significantly reduce production costs. However, the greatest doubts centered on sensory and technical aspects; only 7% believed that the taste and texture of substituted dishes would be acceptable, and 43% doubted the ease of adapting cooking techniques. Regarding long-term potential (innovation, sustainability, reduced import dependency), students demonstrated cautious optimism with average scores of 3.2–3.3. The primary barriers identified were changes to authentic flavor profiles and loss of original recipe identity. In conclusion, while local ingredient substitution holds economic and academic potential, structured experimental spaces within the curriculum are needed to address students' technical and sensory concerns.</em></p>Rasyakti Nenggala NithisastraRailivan Lintang Diaz YudistiagisMuhamad Rawdi Abimanyu SyarifudinSuci Sundusiah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106STRATEGI PENGEMBANGAN UMKM DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN USAHA DI DESA PURWODADI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22735
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan UMKM dalam upaya meningkatkan pendapatan usaha di Desa Purwodadi dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi terhadap berbagai jenis usaha, seperti usaha kuliner, kios sembako, counter ponsel, dan bisnis berbasis online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM mengalami pertumbuhan yang cukup pesat, yang terlihat dari meningkatnya jumlah pelanggan serta keragaman produk yang ditawarkan. Strategi yang diterapkan oleh pelaku usaha meliputi menjaga mutu produk, melakukan inovasi, menetapkan harga yang kompetitif, memberikan pelayanan yang optimal, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Penerapan strategi tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan penjualan dan pendapatan. Namun demikian, pelaku UMKM masih menghadapi sejumlah kendala, seperti meningkatnya harga bahan baku, tingginya tingkat persaingan, serta pengaruh faktor cuaca, sehingga diperlukan strategi yang berkesinambungan agar usaha dapat terus berkembang</p> <p><em>This study aims to analyze the development strategies of MSMEs in improving business income in Purwodadi Village using a descriptive qualitative approach. Data were collected through interviews and observations of various types of businesses, including culinary enterprises, basic goods kiosks, mobile phone counters, and online-based businesses. The findings indicate that MSMEs have experienced considerable growth, as reflected in the increasing number of customers and the diversity of products offered. The strategies implemented by business actors include maintaining product quality, fostering innovation, setting competitive prices, delivering excellent service, and utilizing social media as a promotional medium. These strategies have proven effective in boosting sales and income. However, MSME actors still encounter several challenges, such as rising raw material costs, intense competition, and weather-related factors, indicating the need for sustainable strategies to ensure continuous business growth</em></p>Putri Mawar
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22797
<h1 style="margin-left: 0cm; text-align: justify;"><span lang="id" style="font-size: 11.0pt; font-weight: normal;">Motivasi kerja merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi tingkat kinerja karyawan dalam sebuah organisasi. Artikel ini membahas bagaimana motivasi kerja dapat memberikan dampak positif terhadap produktivitas dan kualitas kerja karyawan. Kajian dilakukan dengan metode studi literatur terhadap berbagai penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa karyawan yang memiliki motivasi kerja tinggi cenderung menunjukkan kinerja yang lebih baik, lebih bertanggung jawab, dan lebih loyal terhadap organisasi. Motivasi internal seperti kebutuhan akan pencapaian, pengakuan, dan pertumbuhan pribadi terbukti berpengaruh lebih signifikan dibandingkan motivasi eksternal berupa insentif finansial semata. Implikasi dari artikel ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi para manajer dan pemimpin organisasi dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan memotivasi karyawannya.</span></h1>Bunga Tri Yen Utari
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106SPEECH COMMUNITIES AND LANGUAGE REPERTOIRESAMONG ENGLISH EDUCATION STUDENTS IN CLASSROOM INTERACTION
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22358
<p><em>English Education students in Indonesian universities occupy a distinctive sociolinguistic position: they are simultaneously learners of English, future teachers of English, and active members of multilingual communities in which Indonesian, regional languages, and English coexist. This article examines how concepts of speech community and language repertoire apply to the classroom interactions of these students. Drawing on sociolinguistic frameworks proposed by Hymes (1974), Gumperz (1968), and more recent scholarship on multilingualism and translanguaging, the analysis addresses three interconnected questions: what defines the speech community formed in English Education classrooms, how students deploy their full linguistic repertoires during interaction, and what pedagogical implications follow for English as a Foreign Language (EFL) instruction in Indonesia. The article argues that English Education classrooms are best understood not as monolingual target-language environments, but as dynamic multilingual spaces where code-switching and translanguaging serve legitimate communicative and cognitive functions. Practical implications for classroom language policy and teacher development are discussed.</em></p>Sri Meilani L NukeMarsya Ayu BabayAdriansyah Abu Katili
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106ANALISIS STRUKTUR JABATAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA DAN PEMBERIAN REWARD PADA UMKM
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22642
<p>Penelitian ini membahas tentang pentingnya struktur jabatan dalam meningkatkan kinerja serta kaitannya dengan pemberian reward pada UMKM. Banyak usaha kecil yang masih menjalankan aktivitas bisnis secara sederhana tanpa pembagian tugas yang jelas. Kondisi ini sering membuat pekerjaan tidak terarah dan berdampak pada menurunnya efektivitas kerja. Penulisan ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan menggambarkan kondisi yang sering terjadi dalam pengelolaan UMKM. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa struktur jabatan yang jelas dapat membantu meningkatkan kinerja karena setiap individu memahami perannya masing-masing. Selain itu, adanya struktur jabatan juga mempermudah pemilik usaha dalam memberikan reward secara adil dan transparan. Dengan sistem yang lebih terorganisir, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan bersaing di pasar.</p> <p><em>This study examines the importance of job structure in improving performance and its relationship to reward provision in MSMEs. Many small businesses still operate in a simplistic manner without a clear division of tasks. This often leads to unfocused work and reduced effectiveness. This paper uses a descriptive approach to describe conditions frequently encountered in MSME management. The results indicate that a clear job structure can help improve performance because each individual understands their respective roles. Furthermore, a job structure also makes it easier for business owners to provide rewards fairly and transparently. With a more organized system, MSMEs have a greater opportunity to grow and compete in the market.</em></p>Naqia Maqfirah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106ANALISIS KEPUASAN PELANGGAN PADA USAHA DIMSUM MENTAI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22775
<p>Kepuasan pelanggan merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan suatu usaha kuliner. Pelanggan yang merasa puas cenderung melakukan pembelian ulang dan merekomendasikan produk kepada orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pelanggan pada usaha Dimsum Mentai berdasarkan kualitas produk, harga, pelayanan, dan fasilitas yang diberikan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas rasa produk, harga yang terjangkau, serta pelayanan yang ramah menjdi faktor utama yang memengaruhi kepuasan pelanggan. Selain itu, kebersihan tempat dan kecepatan pelayanan juga memberikan kontribusi positif terhadap pengalaman pelanggan. Oleh karena itu, usaha Dimsum Mentai perlu mempertahankan kualitas produk serta meningkatkan kualitas pelayanan guna meningkatkan loyalitas pelanggan dan daya saing usaha.</p> <p><em>Customer satisfaction is an important factor in determining the success of a culinary business. Satisfied customers tend to make repeat purchases and recommend products to others. This study aims to analyze customer satisfaction levels in the Dimsum Mentai business based on product quality, price, service, and facilites provided. The research method used is a quantitative descriptive approach with data collection techniques through observation, interviews, and questionnaires distributed to customers. The results indicate that product taste quality, affordable prices, and friendly service are the main factors influencing customer satisfaction. In addition, cleanliness and service speed also contribute positively to costumer experience. Therefore, the Dimsum Mentai business needs to maintain product quality and improve service quality to enhance customer loyalty and business competitiveness.</em></p>Ika Vero Elena
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106ANALISIS PENGARUH WORK LIFE BALANCE TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN DI LINGKUNGAN KERJA MODERN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22965
<h1 style="margin-left: 0cm; text-align: justify;"><span lang="id" style="font-size: 11.0pt; font-weight: normal;">Perubahan organisasi merupakan proses yang tidak dapat dihindari dalam rangka meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan serta kualitas pelayanan kepada masyarakat. Keberhasilan dalam mengimplementasikan perubahan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah aspek kepemimpinan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap keberhasilan perubahan organisasi pada Pemerintah Kabupaten Aceh Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan 150 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja pada berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan stratified random sampling atau pengambilan sampel acak berstrata. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, kemudian dianalisis dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keberhasilan perubahan organisasi, dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,67 dan tingkat signifikansi p < 0,001. Dari keempat dimensi kepemimpinan transformasional, yaitu idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration, dimensi idealized influence dan inspirational motivation menjadi faktor yang paling dominan dalam mendukung keberhasilan perubahan organisasi. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa kepemimpinan transformasional memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan implementasi perubahan organisasi di sektor pemerintahan daerah, khususnya dalam konteks reformasi birokrasi.</span></h1> <p><span lang="id" style="font-size: 11.0pt; font-weight: normal;"><em>This study aims to analyze the influence of work-life balance on employee productivity in the modern workplace. Technological developments, work flexibility, and changes in work patterns following the digital transformation require organizations to pay attention to the balance between employees' work and personal lives. The research method used is library research, analyzing various literature from the fields of industrial and organizational psychology and organizational behavior. The results of the study indicate that work-life balance has a positive influence on employee productivity. Employees who are able to maintain a balance between work and personal life tend to have lower stress levels, higher job satisfaction, better motivation, and strong organizational commitment. Conversely, an imbalance between work and personal life can lead to burnout, decreased performance, and increased turnover intention. Therefore, organizations need to develop policies that support work flexibility, employee well-being, and a healthy work environment to sustainably increase productivity</em></span></p>Ayu Agustina
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU PEMBUNUHAN BERENCANA DI INDONESIA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22541
<p>Pembunuhan berencana merupakan salah satu tindak pidana berat dalam hukum pidana Indonesia karena dilakukan dengan sengaja dan direncanakan terlebih dahulu. Pengaturan mengenai pembunuhan berencana sebelumnya diatur dalam Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) lama dan kini diatur kembali dalam Pasal 459 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Nasional atau KUHP baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penegakan hukum terhadap pelaku pembunuhan berencana berdasarkan KUHP lama dan KUHP baru di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara substansi tidak terdapat perubahan signifikan antara KUHP lama dan KUHP baru terkait unsur pembunuhan berencana, yaitu adanya unsur kesengajaan dan perencanaan terlebih dahulu. Namun, KUHP baru hadir sebagai bentuk pembaruan hukum pidana nasional yang lebih menyesuaikan dengan perkembangan masyarakat Indonesia. Penegakan hukum terhadap pelaku pembunuhan berencana dilakukan melalui proses penyelidikan, penyidikan, penuntutan, hingga putusan pengadilan. Hambatan utama dalam penegakan hukum adalah pembuktian unsur perencanaan serta keterbatasan alat bukti.</p> <p><em>Premeditated murder is a serious crime under Indonesian criminal law because it is committed intentionally and with premeditation. The provisions regarding premeditated murder were previously regulated in Article 340 of the old Criminal Code (KUHP) and are now regulated again in Article 459 of the new National Criminal Code (KUHP). This study aims to analyze law enforcement against perpetrators of premeditated murder under the old and new KUHP in Indonesia. The research method used is normative juridical with a legislative approach and literature review. The results show that, in substance, there are no significant changes between the old and new KUHP regarding the elements of premeditated murder, namely the elements of intent and premeditation. However, the new KUHP presents a form of reform of national criminal law that is more in line with developments in Indonesian society. Law enforcement against perpetrators of premeditated murder is carried out through a process of investigation, inquiry, prosecution, and court decision. The main obstacles in law enforcement are proving the element of premeditation and limited evidence. </em></p>Putri Amanda ShilaNella Tiara Putri PinemSarah Faadiyah AkmalRayhan Ananda Sonata
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106ADAPTABILITAS DAN RELEVANSI KOMPETENSI LULUSAN PERGURUAN TINGGI DALAM NAVIGASI KARIR NON-LINEAR: STUDI KASUS INDIVIDU
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22732
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adaptabilitas serta relevansi kompetensi lulusan perguruan tinggi dalam menghadapi jalur karir non-linear. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada satu orang informan lulusan Administrasi Negara yang bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun jalur karir yang ditempuh tidak sepenuhnya sesuai dengan rencana awal, kompetensi yang diperoleh selama masa perkuliahan tetap relevan, khususnya dalam aspek administrasi dan pelayanan publik. Selain itu, kemampuan adaptasi, ketelitian, dan tanggung jawab merupakan faktor penting dalam menunjang kinerja individu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karir non-linear merupakan bentuk penyesuaian terhadap dinamika dunia kerja, bukan semata-mata penyimpangan dari latar belakang pendidikan.</p> <p><em>This study aims to analyze the adaptability and relevance of competencies among university graduates in navigating non-linear career paths. This research employs a qualitative approach using a case study method involving a Public Administration graduate working at the Nutritional Fulfillment Service Unit (SPPG). Data were collected through in-depth interviews. The findings indicate that although the career path taken is not entirely aligned with the initial plan, the competencies acquired during higher education remain relevant, particularly in administrative tasks and public service. In addition, adaptability, accuracy, and responsibility are important factors in supporting individual job performance. This study concludes that non-linear career paths represent a form of adjustment to the dynamic labor market rather than merely a deviation from one’s educational background.</em></p>Nuri Safitri
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22795
<p>Kecerdasan emosional merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam mendukung keberhasilan karyawan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya di lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kecerdasan emosional terhadap kinerja karyawan melalui pendekatan studi kepustakaan. Metode yang digunakan adalah library research dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur ilmiah, seperti jurnal, buku, prosiding, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi, membandingkan, dan menginterpretasikan berbagai temuan terkait hubungan antara kecerdasan emosional dan kinerja karyawan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional yang terdiri atas kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial memiliki kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kinerja karyawan. Kecerdasan emosional membantu individu mengelola stres, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, memperkuat kerja sama tim, serta meningkatkan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan organisasi. Selain itu, pengembangan kecerdasan emosional dapat dilakukan melalui pelatihan, budaya organisasi yang positif, kepemimpinan yang suportif, sistem umpan balik yang konstruktif, dan dukungan terhadap kesejahteraan psikologis karyawan. Dengan demikian, kecerdasan emosional dapat dipandang sebagai kompetensi strategis yang berkontribusi terhadap peningkatan efektivitas kerja dan keberhasilan organisasi</p> <p><em>Emotional intelligence is one of the key factors that supports employees in carrying out their duties and responsibilities effectively in the workplace. This study aims to examine the influence of emotional intelligence on employee performance through a literature review approach. The research employed a qualitative descriptive method using library research. Data were collected from various scientific sources, including journals, books, conference proceedings, and previous studies relevant to the topic. Data analysis was conducted using content analysis to identify, compare, and interpret findings related to the relationship between emotional intelligence and employee performance. The findings indicate that emotional intelligence, which encompasses self-awareness, self-regulation, motivation, empathy, and social skills, significantly contributes to improving employee performance. Emotional intelligence enables individuals to manage work-related stress, enhance decision-making quality, strengthen teamwork, and adapt more effectively to organizational changes. Furthermore, the development of emotional intelligence can be supported through training programs, positive organizational culture, supportive leadership, constructive feedback systems, and employee psychological well-being initiatives. Therefore, emotional intelligence can be regarded as a strategic competency that enhances work effectiveness and organizational success</em></p>Bima Safriyani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106PENINGKATAN KESADARAN SOSIAL DAN POLITIK PADA GENERASI MILENIAL (GENERASI Z) DI SMP NEGERI 3 NUBATUKAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22584
<p>Dalam kehidupan sosial, tidak semua individu dapat berpartisipasi secara aktif, baik partisi politik maupun sosial. Kesadaran sosial dan politik melibatkan pemahaman seseorang tentang hak dan kewajiban sebagai anggota masyarakat, termasuk pemahaman dan perhatian terhadap isu- isu politik dan sosial. metode kegiatan yang digunakan dalam kegiata sosialisasi ini merupakan metode pendidikan Pedagogik Adapun khalayak sasaran dalam kegiatan MBKM ini adalah para siswa kelas IX SMPN 3 Nubatukan. Dengan memberikan pendidikan sosial dan politik yang baik akan membantu individu menjadi lebih sadar akan fenomena sosial politik dan lebih siap untuk menangani kesulitan-kesulitan globalisasi. Dengan beberapa tahapan yang dilakukan antaranya : survey lokasi, penetapan lokasi, persipan materi, pelaksanaan kegiatan, diskusi. Hl ini berdampak pada Peningkatan kesadaran sosial politik generasi muda juga harus mampu mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin berkembang. Teknologi yang mampu memfasilitasi akses ke informasi sosial politik dan meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadapa fenomena yang tejadi di skitar kita. Maka sosialisasi berkaitan dengan Peningkatan Kesadaran Sosial Dan Politik Pada Generasi Milenial (Generasi Z) Di Smp Negeri 3 Nubatukan menjadi salah satu langkah sederhana untuk meminimalisir berbagai gab yang terjadi dalam kehidupan generasi muda dalam menanggapi situasi sosial politik yang terjadi di Indonesia.</p> <p><em>In social life, not all individuals can actively participate, both politically and socially. Social and political awareness involves a person's understanding of their rights and obligations as members of society, including understanding and attention to political and social issues. The activity method used in this socialization activity is the Pedagogical education method. The target audience for this MBKM activity is the ninth grade students of SMPN 3 Nubatukan. By providing good social and political education, it will help individuals become more aware of socio-political phenomena and be better prepared to deal with the difficulties of globalization. With several stages carried out including: location surveys, location determination, material preparation, activity implementation, discussion. This has an impact on increasing socio-political awareness of the younger generation. They must also be able to integrate increasingly developing information and communication technology. Technology that is able to facilitate access to socio-political information and increase awareness and concern for phenomena that occur around us. Therefore, socialization related to increasing social and political awareness among the millennial generation (Generation Z) at SMP Negeri 3 Nubatukan is a simple step to minimize various gaps that occur in the lives of the younger generation in responding to the socio-political situation that occurs in Indonesia.</em></p>Mikael RamehukiMaximianus Ardon BidiUrbanus Ola Hurek
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106ANALISIS KOMPETENSI KERJA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PADA UMKM MIE AYAM KAK MAIDAR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22769
<p>Dalam menjalankan usaha kuliner, kualitas pelayanan menjadi salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi kepuasan pelanggan. Pada UMKM Mie Ayam Kak Maidar, seluruh kegiatan usaha dikelola langsung oleh pemilik tanpa melibatkan karyawan, sehingga kompetensi kerja pemilik memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi kerja pemilik usaha dalam meningkatkan kualitas pelayanan pada UMKM Mie Ayam Kak Maidar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi kerja yang dimiliki pemilik usaha berkontribusi dalam menciptakan pelayanan yang baik kepada pelanggan. Kompetensi tersebut meliputi kemampuan mengolah dan menyajikan produk, mengelola operasional usaha, berkomunikasi dengan pelanggan, serta menjaga kebersihan dan kualitas makanan yang disajikan. Selain itu, sikap ramah, tanggap terhadap kebutuhan pelanggan, dan kemampuan mengatur waktu kerja menjadi faktor yang mendukung terciptanya pelayanan yang memuaskan. Meskipun terdapat beberapa kendala, seperti meningkatnya beban kerja saat jumlah pelanggan ramai, pemilik usaha tetap berupaya menjaga kualitas pelayanan yang diberikan. Oleh karena itu, pengembangan kompetensi kerja pemilik usaha perlu terus dilakukan agar kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan dapat dipertahankan serta ditingkatkan.</p> <p><em>In running a culinary business, service quality is one of the important factors that can influence customer satisfaction. At Mie Ayam Kak Maidar, all business activities are managed directly by the owner without involving employees; therefore, the owner’s work competency plays a crucial role in delivering services to customers. This study aims to analyze the owner’s work competency in improving service quality at Mie Ayam Kak Maidar. The research employed a descriptive qualitative method, with data collected through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the owner’s work competency contributes significantly to providing quality service to customers. These competencies include the ability to prepare and serve products, manage business operations, communicate effectively with customers, and maintain cleanliness and food quality. In addition, a friendly attitude, responsiveness to customer needs, and effective time management skills support the delivery of satisfactory service. Although there are several challenges, such as an increased workload during peak customer hours, the owner continues to make efforts to maintain the quality of service provided. Therefore, the development of the owner’s work competency should be continuously enhanced to sustain and improve service quality and customer satisfaction.</em></p>Zulbaidah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106MOTIVASI DALAM ORGANISASI: TINJAUAN TEORI, APLIKASI, DAN STRATEGI PENINGKATAN KINERJA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22962
<h1 style="margin-left: 0cm; text-align: justify;"><span lang="id" style="font-size: 11.0pt; font-weight: normal;">Motivasi merupakan faktor kunci yang menentukan keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif teori-teori motivasi klasik dan kontemporer, aplikasinya dalam pengaturan organisasional, serta strategi motivasi untuk meningkatkan kinerja karyawan. Menggunakan pendekatan tinjauan literatur sistematis, artikel ini menganalisis berbagai sumber ilmiah terakreditasi yang relevan dengan topik motivasi organisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemahaman dan penerapan teori hierarki kebutuhan Maslow, teori dua faktor Herzberg, teori harapan Vroom, serta teori-teori lainnya memberikan kontribusi signifikan terhadap efektivitas organisasi. Implementasi strategi motivasi yang tepat—seperti penetapan tujuan yang jelas, pengakuan dan penghargaan, pengembangan profesional, pemberian otonomi, serta penciptaan lingkungan kerja yang positif—terbukti mampu meningkatkan produktivitas, kepuasan kerja, dan retensi karyawan. Artikel ini merekomendasikan integrasi berbagai pendekatan motivasi secara adaptif sesuai dengan karakteristik organisasi dan kebutuhan individu karyawan. </span></h1> <p><span lang="id" style="font-size: 11.0pt; font-weight: normal;"><em>Motivation is a key factor determining organizational success in achieving its goals. This article aims to comprehensively examine classical and contemporary motivation theories, their applications in organizational settings, and motivation strategies for enhancing employee performance. Using a systematic literature review approach, this article analyzes various accredited scientific sources relevant to organizational motivation. The findings indicate that understanding and applying Maslow's hierarchy of needs theory, Herzberg's two-factor theory, Vroom's expectancy theory, and other relevant theories contributes significantly to organizational effectiveness. The implementation of appropriate motivation strategies—such as clear goal setting, recognition and rewards, professional development, granting autonomy, and creating a positive work environment—has been proven to enhance productivity, job satisfaction, and employee retention. This article recommends the adaptive integration of various motivational approaches according to organizational characteristics and individual employee needs</em></span></p>Ade Riska Andari
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106ANALISIS PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA DALAM PERSPEKTIF HUKUM INTERNASIONAL
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22535
<p>Pelanggaran hak asasi manusia (HAM) merupakan persoalan global yang menjadi perhatian utama dalam hukum internasional. Berbagai bentuk pelanggaran, seperti diskriminasi, penyiksaan, genosida, dan pembatasan kebebasan sipil, menunjukkan bahwa perlindungan HAM belum terlaksana secara optimal di berbagai negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelanggaran HAM dalam perspektif hukum internasional serta mekanisme penegakannya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual melalui kajian terhadap instrumen hukum internasional, seperti Universal Declaration of Human Rights dan berbagai konvensi internasional lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum internasional telah menyediakan dasar perlindungan HAM melalui pembentukan norma, lembaga internasional, serta mekanisme pertanggungjawaban negara. Namun, implementasi dan penegakannya masih menghadapi hambatan, seperti prinsip kedaulatan negara, kepentingan politik, dan lemahnya komitmen negara terhadap kewajiban internasional. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kerja sama internasional dan peningkatan efektivitas lembaga penegak HAM guna menjamin perlindungan HAM secara universal.</p> <p><em>Human rights violations are a global issue that is a major concern in international law. Various forms of violations, such as discrimination, torture, genocide, and restrictions on civil liberties, demonstrate that human rights protection has not been optimally implemented in various countries. This study aims to analyze human rights violations from an international legal perspective and their enforcement mechanisms. The research method used is normative legal research with a legislative approach and a conceptual approach through a review of international legal instruments, such as the Universal Declaration of Human Rights and various other international conventions. The results show that international law has provided the basis for human rights protection through the establishment of norms, international institutions, and state accountability mechanisms. However, its implementation and enforcement still face obstacles, such as the principle of state sovereignty, political interests, and weak state commitment to international obligations. Therefore, strengthening international cooperation and increasing the effectiveness of human rights enforcement institutions is necessary to ensure universal human rights protection.</em></p>Putri Amanda ShilaNella Tiara Putri PinemSarah Faadiyah AkmalRayhan Ananda Sonata
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106PERAN DAN TANGGUNG JAWAB DALAM PENGELOLAAN DANA DAN TRANSAKSI RETAIL PADA BANK SYARIAH INDONESIA (BSI) AREA MEULABOH, ACEH BARAT
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22677
<p>Pengelolaan dana dan transaksi retail merupakan salah satu aspek penting dalam operasional perbankan syariah yang bertujuan untuk mendukung kelancaran kegiatan bisnis serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui peran dan tanggung jawab dalam pengelolaan dana dan transaksi retail pada Bank Syariah Indonesia (BSI) Area Meulaboh, Aceh Barat. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode deskriptif dengan menggambarkan berbagai kegiatan operasional yang berkaitan dengan pengelolaan dana dan transaksi retail. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pengelolaan dana dan transaksi retail meliputi kegiatan monitoring data, penyusunan laporan kondisi performing dana dan transaksi, penyiapan dokumen kerja sama, pengarsipan dokumen, serta pelaksanaan administrasi dan registrasi dokumen seperti memo, surat masuk, surat keluar, nota internal, dan voucher. Selain itu, pelaksanaan tugas dan tanggung jawab pekerjaan juga harus sesuai dengan ketentuan internal bank, prinsip kehati-hatian, kepatuhan syariah (sharia compliance), serta prinsip Good Corporate Governance (GCG). Dengan pengelolaan yang baik dan terstruktur, kegiatan operasional perbankan dapat berjalan secara efektif, efisien, dan mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat</p> <p><em>Retail fund and transaction management is an important aspect of Islamic banking operations that aims to support the smooth running of business activities and improve the quality of services provided to customers. This article aims to examine the roles and responsibilities in managing retail funds and transactions at Bank Syariah Indonesia Area Meulaboh, Aceh Barat. The method used in this article is a descriptive method by describing various operational activities related to the management of retail funds and transactions. The results of the discussion show that the management of retail funds and transactions includes several activities such as data monitoring, preparing reports on the performance condition of funds and transactions, preparing cooperation documents, filing documents, and carrying out administrative and registration activities such as memos, incoming and outgoing letters, internal notes, and vouchers. In addition, the implementation of duties and responsibilities must comply with internal bank regulations, the prudential principle, sharia compliance, and the principles of Good Corporate Governance (GCG). With proper and well-structured management, banking operational activities can run effectively and efficiently and are able to provide optimal services to the community</em></p>Nur Habillah Nasution
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106METODOLIGI ANALISA JABATAN DENGAN METODE PENGUMPULAN DATA DALAM PROSES PENGILINGAN PADI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22786
<p>Pabrik penggilingan padi merupakan salah satu usaha yang berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat, termasuk di Meulaboh. Dalam menjalankan operasionalnya, diperlukan analisa jabatan yang akurat agar setiap karyawan dapat bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metodologi analisa jabatan dengan fokus pada metode pengumpulan data yang digunakan dalam proses penggilingan padi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan kuesioner terhadap kegiatan produksi penggilingan padi. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan metode wawancara, observasi, dan kuesioner dalam analisa jabatan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kombinasi ketiga metode tersebut terbukti dapat menghasilkan data yang lebih komprehensif dan akurat untuk menyusun uraian jabatan serta spesifikasi jabatan pada pabrik penggilingan padi</p> <p><em>Rice mills are a vital business supporting food security and the local economy, including in Meulaboh. Accurate job analysis is essential for their operations to ensure each employee performs according to their duties and responsibilities. This study aims to analyze the assessment methodology, focusing on the data collection methods used in the rice milling process. The method used in this study is descriptive, with a qualitative approach through observation, interviews, and questionnaires of rice milling production activities. The analysis results indicate that the application of interviews, observations, and questionnaires in job analysis has its own advantages and disadvantages. The combination of these three methods has been proven to produce more comprehensive and accurate data for compiling job descriptions and job specifications in rice mills</em></p>Hafni Marlinda
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106MAKNA MOTIF TENUN IKAT (FUTUS) PADA TENUNAN KAIN ADAT AMARASI DESA TUNBAUN KECAMATAN AMARASI BARAT KABUPATEN KUPANG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22558
<p>Skripsi berjudul “Makna Motif Tenun Ikat (Futus) pada Tenunan kain Adat Amarasi, Desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang “oleh Fenri Klesia Ruku, NIM. 2288201025 yang dibimbimng oleh Arnot A. Kolnel, S.Pd., M.Hum., Selaku pembimbing I dan Ronni M. Ndun, S,Pd.,M.Hum., selaku pembimbing II. Masalah dalam penelitian ini adalah makna apa saja yang terkandung dalam motif tenun ikat (Futus) pada tenunan Amarasi di Desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan makna motif tenun ikat (futus) Amarasi Di Desa Tunbaun Kecamatan Amarasi Barat Kabupaten Kupang. Teori yang digunakan adalah teori “Semiotika”. Metode yang digunakan dalam penilitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, Teknik observasi, teknik wawancara, simak catat, perekaman, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu, transkripsi data, reduksi data klasifikasi, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tenun ikat (futus) di Desa Tunbaun, memiliki 4 (empat) motif yaitu, motif Kaimanfafa, motif Korkase, motif Kai Ne,e, motif Pan Buay Ana. Motif Kaimanfafa mengandung makna bergandengan tangan, persatuan dan ikatan kekeluargaan yang erat. Motif Korkase mengandung makna pemimpin (Usif) memperhatikan/mengayunmi rakyat yang di pimpinnya. Motif Kai Ne,e mengandung makna persatuan antara ke enam wilayah temukung yang berada di kerajaan Amarasi pada masa lampau. Motif Pan Buay Ana mengandung makna status sosial atau peran dalam keluarga, khususnya terkait perempuan sebagai ibu dan penjaga keturunan.</p>Fenri Klesia RukuArnot A. KolnelRonni M. NdunJhon Darwis Fallo
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106KEPEMIMPINAN ADAPTIF DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN ORGANISASI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22753
<p>Perubahan organisasi yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, globalisasi, digitalisasi, serta perubahan sosial dan ekonomi menuntut organisasi untuk memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi. Dalam kondisi tersebut, kepemimpinan adaptif menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan organisasi dalam menghadapi berbagai perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kepemimpinan adaptif dalam menghadapi perubahan organisasi, mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi pemimpin dalam penerapannya, serta menganalisis pengaruh kepemimpinan adaptif terhadap keberhasilan perubahan organisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa jurnal, buku, artikel penelitian, dan dokumen akademik yang relevan dengan topik penelitian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi konsep, teori, serta temuan penelitian yang berkaitan dengan kepemimpinan adaptif dan perubahan organisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan adaptif berperan penting dalam meningkatkan kemampuan organisasi untuk merespons perubahan, membangun budaya inovasi, memperkuat keterlibatan karyawan, serta menciptakan lingkungan kerja yang fleksibel. Selain itu, kepemimpinan adaptif juga berkontribusi terhadap keberhasilan transformasi organisasi melalui peningkatan kesiapan organisasi dan pengurangan resistensi terhadap perubahan. Dengan demikian, kepemimpinan adaptif menjadi pendekatan kepemimpinan yang relevan untuk mendukung keberlangsungan dan daya saing organisasi di tengah dinamika lingkungan yang terus berkembang.</p> <p><em>Organizational changes driven by technological advancements, globalization, digitalization, and socio-economic developments require organizations to possess strong adaptive capabilities. In this context, adaptive leadership has become a crucial factor in determining organizational success in responding to various changes. This study aims to examine the role of adaptive leadership in organizational change, identify the challenges faced by leaders in its implementation, and analyze its influence on the success of organizational transformation. The research employs a literature review method by examining various scientific sources, including journals, books, research articles, and academic documents relevant to the topic. The collected data were analyzed using content analysis techniques to identify concepts, theories, and research findings related to adaptive leadership and organizational change. The findings indicate that adaptive leadership plays a significant role in enhancing organizational responsiveness to change, fostering an innovative culture, strengthening employee engagement, and creating a flexible work environment. Furthermore, adaptive leadership contributes to the success of organizational transformation by increasing organizational readiness and reducing resistance to change. Therefore, adaptive leadership is considered a relevant leadership approach to support organizational sustainability and competitiveness in an increasingly dynamic environment.</em></p>Thara Afifah Monteski
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106ANALISIS KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM MENCIPTAKAN KERJA SAMA TIM PADA USAHA GEPREK RIZKI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22960
<h1 style="margin-left: 0cm; text-align: justify;"><span lang="id" style="font-size: 11.0pt; font-weight: normal;">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi organisasi dalam menciptakan kerja sama tim pada Usaha Geprek Rizki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pemilik usaha dan anggota tim yang terlibat secara langsung dalam aktivitas operasional Usaha Geprek Rizki. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif yang terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi organisasi memiliki peran penting dalam menciptakan kerja sama tim pada Usaha Geprek Rizki. Bentuk komunikasi yang diterapkan meliputi komunikasi vertikal dan komunikasi horizontal. Komunikasi yang efektif membantu meningkatkan koordinasi kerja, memperjelas pembagian tugas, meningkatkan rasa tanggung jawab, serta menciptakan hubungan kerja yang harmonis antar anggota tim. Selain itu, ditemukan beberapa faktor yang mendukung komunikasi organisasi seperti keterbukaan dan sikap saling membantu, sedangkan hambatan yang ditemukan berupa miskomunikasi, perbedaan pemahaman, dan kondisi operasional yang sibuk. Penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi organisasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung efektivitas kerja sama tim dalam usaha kuliner skala kecil.</span></h1> <p><span lang="id" style="font-size: 11.0pt; font-weight: normal;"><em>This study aims to analyze organizational communication in creating teamwork at Geprek Rizki Business. This research used a qualitative approach with descriptive methods. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. Research informants consisted of business owners and team members directly involved in operational activities at Geprek Rizki Business. Data analysis techniques used an interactive analysis model consisting of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that organizational communication has an important role in creating teamwork at Geprek Rizki Business. The forms of communication implemented include vertical communication and horizontal communication. Effective communication helps improve work coordination, clarify task distribution, increase responsibility, and create harmonious working relationships among team members. In addition, several supporting factors of organizational communication were found, such as openness and mutual support, while obstacles included miscommunication, differences in understanding, and busy operational conditions. This study indicates that organizational communication is an important factor in supporting effective teamwork in small-scale culinary businesses</em></span></p>Cut Asma
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106STRATEGI GURU IPS DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22420
<p>Pendidikan merupakan sarana penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui proses pembelajaran yang efektif. Dalam proses pembelajaran, guru memiliki peran penting sebagai fasilitator yang bertugas menciptakan suasana belajar yang menarik agar siswa memiliki minat belajar yang tinggi. Namun, pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), masih ditemukan rendahnya minat belajar siswa karena materi dianggap membosankan dan terlalu banyak hafalan. Kondisi tersebut menyebabkan siswa kurang aktif dan kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan strategi guru IPS yang tepat untuk meningkatkan minat belajar siswa agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih efektif.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan strategi guru IPS dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran IPS di SMPN 1 Sumbergempol Tulungagung, (2) mengetahui hambatan yang dihadapi guru IPS dalam meningkatkan minat belajar siswa, dan (3) mengetahui solusi yang dilakukan guru IPS dalam mengatasi hambatan tersebut.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi, ketekunan pengamatan, dan perpanjangan pengamatan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru IPS di SMPN 1 Sumbergempol menerapkan berbagai strategi pembelajaran seperti strategi pembelajaran langsung, kontekstual, dan inquiry untuk meningkatkan minat belajar siswa. Strategi tersebut mampu meningkatkan perhatian, keaktifan, dan antusias siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Hambatan yang dihadapi guru meliputi perbedaan kemampuan siswa dalam memahami materi dan penggunaan gawai yang mengganggu konsentrasi belajar. Adapun solusi yang dilakukan guru yaitu melakukan pendekatan personal kepada siswa, memberikan penjelasan secara bertahap, menerapkan aturan penggunaan gawai, serta memberikan motivasi dan apresiasi kepada siswa.</p> <p><em>Education is an important means of improving the quality of human resources through an effective learning process. In the learning process, teachers play an important role as facilitators who create an interesting learning atmosphere so that students have a high interest in learning. However, in Social Studies subjects, students’ learning interest is still relatively low because the material is considered boring and contains too much memorization. This condition causes students to be less active and less enthusiastic during the learning process. Therefore, appropriate teacher strategies are needed to improve students’ learning interest so that the learning process can run effectively.This study aims to: (1) describe the strategies used by Social Studies teachers in improving the learning interest of eighth-grade students in Social Studies subjects at SMPN 1 Sumbergempol Tulungagung, (2) identify the obstacles faced by teachers in improving students’ learning interest, and (3) determine the solutions implemented by teachers to overcome those obstacles.This research used a qualitative approach with a descriptive research design. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques included data condensation, data presentation, and conclusion drawing. The validity of the data was tested through triangulation, persistence of observation, and extended observation.The results showed that Social Studies teachers at SMPN 1 Sumbergempol implemented various learning strategies such as direct learning, contextual learning, and inquiry learning to improve students’ learning interest. These strategies increased students’ attention, participation, and enthusiasm during the learning process. The obstacles faced by teachers included differences in students’ abilities to understand the material and the use of gadgets that distracted students’ concentration. The solutions implemented by teachers included personal approaches to students, gradual explanation of the material, implementation of gadget usage rules, and providing motivation and appreciation to students.</em></p>Wichdad Nudzulianur FDita Hendriani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106STRATEGI PEMBELAJARAN UNTUK ANAK ADHD DI SEKOLAH INKLUSI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22668
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi pembelajaran bagi anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) di sekolah inklusi, dengan fokus studi kasus di RA Mardhatillah Kelas A. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, subjek penelitian adalah Muhammad Azzahir, seorang anak laki-laki berusia 5 tahun yang memiliki karakteristik ADHD. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara dengan guru dan orang tua, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak ADHD di kelas inklusi memerlukan strategi pembelajaran yang terindividualisasi, terstruktur, dan multisensori. Pendekatan yang efektif mencakup penggunaan jadwal visual, pembelajaran berbasis gerak, sistem token ekonomi, penguatan positif, program buddy sebaya, serta kolaborasi erat antara kualitatif deskriptif, subjek penelitian adalah Muhammad Azzahir, seorang anak laki-laki berusia 5 tahun yang memiliki karakteristik ADHD. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya kesiapan guru, modifikasi lingkungan kelas, dan keterlibatan orang tua dalam mendukung perkembangan optimal anak ADHD. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dengan strategi yang tepat, anak ADHD di sekolah inklusi mampu berpartisipasi secara aktif dan menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam kompetensi akademik, sosial, dan perilaku</p> <p><em>This study aims to describe and analyze learning strategies for children with Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) in inclusive school settings, focusing on a case study at RA Mardhatillah Class A. Using a qualitative descriptive method, the research subject is Muhammad Azzahir, a 5-year-old boy diagnosed with ADHD characteristics. Data were collected through observation, interviews with teachers and parents, and documentation. The results reveal that children with ADHD in inclusive classrooms require individualized, structured, and multisensory learning strategies. Effective approaches observed include visual schedules, movement-based learning, token economy systems, positive reinforcement, peer buddy programs, and close collaboration between teachers and parents. The study also highlights the critical role of teacher readiness, classroom environment modification, and parental involvement in supporting optimal development for ADHD children. Findings suggest that with the right strategies, ADHD children in inclusive schools can participate actively and show significant progress in academic, social, and behavioral competencies</em></p>Liza Azzkia IzzatiHayaton WardaniMaulidatul HerdilaHijriati
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106HUBUNGAN PEMBAGIAN PEKERJAAN DENGAN STRATEGI PRODUKSI PADA USAHA PABRIK TAHU DI MEULABOH
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22783
<h1>Usaha pabrik tahu merupakan salah satu bentuk usaha kecil yang banyak berkembang di masyarakat, termasuk di wilayah Meulaboh. Dalam proses produksinya, pembagian pekerjaan menjadi hal penting agar kegiatan produksi dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pembagian pekerjaan dengan strategi produksi pada usaha pabrik tahu di Meulaboh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui observasi dan wawancara kepada pemilik serta pekerja pabrik tahu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembagian pekerjaan yang jelas dapat membantu memperlancar proses produksi, meningkatkan efisiensi waktu, serta menjaga kualitas produk tahu yang dihasilkan. Dengan adanya pembagian tugas yang sesuai dengan kemampuan masing-masing pekerja, strategi produksi dapat dijalankan secara lebih terorganisir dan menghasilkan output yang optimal.</h1> <p><em>The tofu factory business is one form of small-scale enterprise that has developed widely in the community, including in the Meulaboh area. In the production process, the division of labor is an important factor so that production activities can run effectively and efficiently. This study aims to determine the relationship between the division of labor and production strategies in tofu factory businesses in Meulaboh. The research method used is a descriptive method with a qualitative approach through observation and interviews with the owner and workers of the tofu factory. The results of the study show that a clear division of labor can help facilitate the production process, increase time efficiency, and maintain the quality of the tofu products produced. With the division of tasks according to the abilities of each worker, the production strategy can be carried out in a more organized manner and produce optimal output</em></p>Haura Amanda
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106PERUBAHAN FUNGSI HUTAN MENJADI PERKEBUNAN SAWIT DI KABUPATEN MUARO JAMBI TAHUN 2000–2020
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/23391
<h1 style="margin-left: 0cm; text-align: justify; tab-stops: 219.75pt;"><span lang="id" style="font-size: 11.0pt; font-weight: normal;">Penelitian ini membahas perubahan fungsi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Muaro Jambi tahun 2000–2020. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada semakin luasnya pemanfaatan lahan untuk perkebunan sawit yang menyebabkan berkurangnya tutupan hutan dan berubahnya kehidupan masyarakat sekitar. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan kondisi awal hutan, proses perubahan fungsi hutan, serta dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan, ekonomi, dan sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode sejarah melalui tahapan pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Sumber yang digunakan berupa data BPS Kabupaten Muaro Jambi, laporan penelitian, dokumen SESA Jambi, jurnal ilmiah, serta sumber tertulis lain yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan fungsi hutan berlangsung secara bertahap melalui pembukaan lahan, perluasan perkebunan rakyat dan perusahaan, serta peralihan masyarakat dari karet dan hasil hutan ke kelapa sawit. Perubahan ini memberikan dampak ekonomi berupa peningkatan pendapatan sebagian masyarakat, tetapi juga menimbulkan dampak lingkungan seperti berkurangnya hutan, terganggunya tata air, serta meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap sawit. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perubahan fungsi hutan di Muaro Jambi merupakan proses historis yang berkaitan erat dengan kepentingan ekonomi dan perubahan lingkungan.</span></h1> <p><span lang="id" style="font-size: 11.0pt; font-weight: normal;"><em>This study examines the conversion of forest land into oil palm plantations in Muaro Jambi Regency from 2000 to 2020. The background of this research is based on the increasing expansion of land use for oil palm cultivation, which has led to a reduction in forest cover and changes in the livelihoods of surrounding communities. This study aims to explain the initial condition of the forests, the process of forest conversion, and its environmental, economic, and social impacts on local communities. The research employs the historical method, consisting of topic selection, heuristics, source verification, interpretation, and historiography. The sources used include statistical data from Muaro Jambi Regency, research reports, Jambi SESA documents, scientific journals, and other relevant written sources. The findings indicate that forest conversion occurred gradually through land clearing, the expansion of both smallholder and corporate oil palm plantations, and the shift of local livelihoods from rubber cultivation and forest-based activities to oil palm farming. This transformation generated economic benefits, including increased income for some community members. However, it also resulted in environmental consequences, such as forest loss, disruption of water systems, and growing dependence on oil palm cultivation. The study concludes that forest conversion in Muaro Jambi was a historical process closely linked to economic interests and environmental change</em></span></p>NurwaidahPutri Dahlia AdhaFatonahPadhil Hudaya
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106PENGARUH PROMOSI KESEHATAN MELALUI MEDIA FLIPCHART TERHADAP PENGETAHUAN SANTRI TENTANG PENCEGAHAN PENYAKIT SKABIES DI MTS PONDOK PESANTREN ASSALAM MANADO
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22549
<p>Skabies atau yang lazim dikenal dengan penyakit kudis adalah masalah kesehatan umum yang menjangkit sekitar 300 juta orang di seluruh dunia. Cara pencegahan tersebut yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan yaitu dengan cara melakukan promosi kesehatan menggunakan media flipchart. Tujuan penelitian ini diketahui pengaruh promosi kesehatan melalui media flipchart terhadap pengetahuan santri tentang pencegahan penyakit skabies di MTs Pondok Pesantren Assalam Manado. Penelitian dilakukan menggunakan metode penelitian pre-experimental one group pre test post test design. Sampel diambil berdasarkan jumlah responden sebanyak 17 orang dengan menggunakan purposive sampling. pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Selanjutnya data yang telah terkumpul diolah dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS versi 16.0 untuk di analisa dengan uji statistik Mc Nemar dengan tingkat kemaknaan (ɑ) 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur terbanyak dalam penelitian ini adalah 12 tahun 13 responden (76,5%). Jumlah responden sebelum diberikan promosi kesehatan dalam kategori kurang baik 15 responden (88.2%) dan responden kategori baik 2 responden (11.8%). Sedangkan jumlah responden sesudah diberikan promosi kesehatan dalam kategori kurang baik 4 responden (23.5%) dan kategori baik 13 responden (76.5%). Hasil uji statistik menggunakan uji Mc Nemar diperoleh nilai p-value .001 (p<0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat pengaruh promosi kesehatan melalui media flipchart terhadap pengetahuan santri tentang pencegahan penyakit skabies di MTs Pondok Pesantren Assalam Manado. Saran dalam penelitian ini kepada tempat penelitian untuk memberikan edukasi kepada santri tentang pencegahan penyakit skabies.</p> <p><em>Scabies, commonly known as itch mite infestation, is a global health problem affecting approximately 300 million people worldwide. Preventive measures can be strengthened through health promotion, such as using flipchart media to improve knowledge. The objective of this research was to determine the effect of health promotion using flipcharts on students’ knowledge of scabies prevention at MTs Pondok Pesantren Assalam Manado. A pre-experimental one-group pretest–posttest design was employed. The sample consisted of 17 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed with SPSS version 16.0. The McNemar test was applied at a significance level of α = 0.05. The majority of respondents were aged 12 years (13 students, 76.5%). Before the intervention, 15 respondents (88.2%) were categorized as having poor knowledge, while 2 respondents (11.8%) demonstrated good knowledge. After the intervention, 4 respondents (23.5%) remained in the poor category, while 13 respondents (76.5%) showed good knowledge. Statistical analysis revealed a ρ-value of 0.001 (ρ < 0.05), indicating a significant effect of flipchart-based health promotion on students’ knowledge of scabies prevention. Health promotion using flipchart media significantly improved students’ knowledge of scabies prevention at MTs Pondok Pesantren Assalam Manado. It is recommended that schools and health providers continue to deliver regular education to enhance students’ awareness and preventive practices.</em></p>Faradilla Miftah SuranataNorman Alfiat TaliboLiviana Pramuditha
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106EFEKTIVITAS PEMBERDAYAAN KELUARGA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN DIARE PADA ANAK BALITA DI KELURAHAN SUMOMPO LINGKUNGAN 3 KOTA MANADO
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22743
<p>Diare merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada anak balita yang masih menjadi penyebab tingginya angka kesakitan dan kematian, terutama di negara berkembang. Upaya pencegahan diare dapat dilakukan melalui pemberdayaan keluarga karena keluarga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan anak serta membentuk perilaku hidup bersih dan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemberdayaan keluarga terhadap perilaku pencegahan diare pada anak balita di Kelurahan Sumompo Lingkungan 3 Kota Manado. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemberdayaan keluarga terhadap perilaku pencegahan diare pada anak balita di Kelurahan Sumompo Lingkungan 3 Kota Manado.Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest-posttest without control group. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 58 responden, dengan sampel sebanyak 17 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi α ≤ 0,05.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata perilaku pencegahan diare setelah dilakukan intervensi pemberdayaan keluarga. Hasil uji statistik diperoleh nilai p < 0,05 yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi.Kesimpulan penelitian ini adalah pemberdayaan keluarga efektif dalam meningkatkan perilaku pencegahan diare pada anak balita. Oleh karena itu, diperlukan program edukasi dan pemberdayaan keluarga secara berkelanjutan untuk meningkatkan derajat kesehatan anak</p> <p><em>Background: Diarrhea remains a major health concern for children under five (toddlers) and continues to be a leading cause of morbidity and mortality, particularly in developing countries. Prevention efforts can be facilitated through family empowerment, as families play a pivotal role in maintaining child health and fostering Clean and Healthy Living Behaviors (PHBS).Objective: The objective of this research was to analyze the effectiveness of family empowerment on diarrhea prevention behavior among toddlers in Lingkungan 3, Sumompo Urban Village, Manado City.Methodology: The research utilized a quasi-experimental design with a pretest-posttest without a control group approach. The population consisted of 58 respondents, with a sample of 17 respondents selected via purposive sampling. Data were collected using questionnaires and observation sheets. Statistical analysis was performed using the Wilcoxon Signed Rank Test with a significance level of α ≤ 0.05.Results: The findings indicated an increase in the mean score of diarrhea prevention behavior following the family empowerment intervention. Statistical analysis yielded a p-value < 0.05, demonstrating a significant difference in behavioral scores before and after the intervention.Conclusion: This study concludes that family empowerment is effective in improving diarrhea prevention behaviors in toddlers. Consequently, sustainable educational programs and family empowerment initiatives are necessary to enhance child health outcomes</em></p>Shintia Vebi DakoRukmini HarunSilvia Dewi Mayasari Riu
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22798
<h1 style="margin-left: 0in; text-align: justify;"><span lang="id" style="font-size: 11.0pt; font-weight: normal;">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan berdasarkan berbagai kajian teoritis dan hasil penelitian terdahulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan mengumpulkan dan menganalisis data dari buku, jurnal ilmiah, artikel penelitian, serta berbagai sumber literatur yang relevan dengan topik budaya organisasi dan kinerja karyawan. Teknik analisis dilakukan melalui identifikasi, pengkajian, dan sintesis berbagai temuan penelitian untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai hubungan antara kedua variabel tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya organisasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja karyawan melalui pembentukan lingkungan kerja yang kondusif, peningkatan motivasi, disiplin kerja, kolaborasi tim, kreativitas, loyalitas, serta kepuasan kerja. Selain itu, faktor-faktor seperti kepemimpinan yang suportif, komunikasi yang efektif, sistem penghargaan yang adil, kesempatan pengembangan karier, dan lingkungan kerja yang nyaman turut memperkuat pengaruh budaya organisasi terhadap performa pegawai. Meskipun beberapa penelitian menunjukkan hasil yang berbeda, sebagian besar temuan mengindikasikan adanya hubungan positif antara budaya organisasi dan kinerja karyawan. Oleh karena itu, organisasi perlu mengembangkan budaya kerja yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pencapaian tujuan guna meningkatkan produktivitas serta daya saing organisasi secara berkelanjutan.</span></h1> <h1><em>This research aims to analyze the influence of organizational culture on employee performance based on various theoretical studies and previous research results. The method used in this research is library research by collecting and analyzing data from books, scientific journals, research articles, as well as various literature sources relevant to the topic of organizational culture and employee performance. The analysis technique is carried out through identification, study and synthesis of various research findings to obtain a comprehensive understanding of the relationship between these two variables. The study results show that organizational culture has an important role in improving employee performance through creating a conducive work environment, increasing motivation, work discipline, team collaboration, creativity, loyalty and job satisfaction. In addition, factors such as supportive leadership, effective communication, fair reward systems, career development opportunities, and a comfortable work environment also strengthen the influence of organizational culture on employee performance. Although some studies show different results, most findings indicate a positive relationship between organizational culture and employee performance. Therefore, organizations need to develop a work culture that is adaptive, collaborative and oriented towards achieving goals in order to increase productivity and organizational competitiveness in a sustainable manner.</em></h1>Cut Ratu Tiara Maisarah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106LITERASI MEDIA SOSIAL DALAM RESOLUSI KONFLIK DIGIITAL AKIBAT DISINFORMASI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22386
<p>Media sosial telah berkembang menjadi ruang publik digital yang berperan penting dalam proses komunikasi dan pertukaran informasi masyarakat. Namun, kemudahan akses dan distribusi informasi tersebut juga berdampak pada meningkatnya penyebaran disinformasi yang berpotensi memicu konflik digital. Rendahnya literasi media sosial menyebabkan pengguna cenderung menerima dan menyebarkan informasi tanpa melakukan verifikasi, sehingga memunculkan kesalahpahaman dan polarisasi di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi media sosial dalam resolusi konflik digital akibat disinformasi. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah berbagai jurnal nasional terakreditasi yang relevan dengan topik literasi digital, hoaks, dan konflik digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi media sosial memiliki peran strategis dalam mereduksi konflik digital melalui tiga dimensi utama, yaitu preventif, korektif, dan transformatif. Dimensi preventif berfokus pada peningkatan kemampuan verifikasi informasi dan evaluasi sumber, dimensi korektif menekankan klarifikasi serta etika komunikasi, sedangkan dimensi transformatif bertujuan membangun budaya digital yang bertanggung jawab. Penguatan literasi media sosial secara sistematis menjadi langkah penting dalam menciptakan ruang digital yang sehat dan minim konflik.</p> <p><em>Social media has developed into a digital public sphere that plays an important role in public communication and information exchange. However, the ease of access and distribution of information has also led to an increase in disinformation, which has the potential to trigger digital conflicts. Low levels of social media literacy cause users to accept and share information without adequate verification, resulting in misunderstandings and polarization in the digital space. This study aims to analyze the role of social media literacy in resolving digital conflicts caused by disinformation. The research method employed is a Systematic Literature Review (SLR) by examining various nationally accredited journals relevant to digital literacy, hoaxes, and digital conflict. The findings indicate that social media literacy plays a strategic role in reducing digital conflict through three main dimensions: preventive, corrective, and transformative. The preventive dimension focuses on improving information verification skills and source evaluation, the corrective dimension emphasizes clarification and ethical communication, while the transformative dimension aims to build a responsible digital culture. Strengthening social media literacy in a systematic manner is therefore an essential step in creating a healthy and conflict-minimized digital environment</em></p> Nazwa Nurkholifatululya AjhariMandaNurpazillah. HSyfa Amelia PutriRatna Sari Dewi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106PENGARUH SOFT SKILLS TERHADAP KESIAPAN KERJA MAHASISWA DI ERA DIGITAL
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22666
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran soft skills dalam meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa di era digital dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara terhadap tiga mahasiswa yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kemampuan seperti komunikasi, kerja sama, serta pemecahan masalah memiliki kontribusi yang signifikan dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja. Mahasiswa yang memiliki soft skills yang baik cenderung lebih percaya diri serta mampu beradaptasi dengan lebih mudah di lingkungan kerja. Oleh karena itu, perguruan tinggi diharapkan dapat lebih memperhatikan pengembangan soft skills dalam proses pembelajaran.</p> <p><em>This research seeks to explore how soft skills contribute to improving students’ job readiness in the digital age. A qualitative method was applied, with data gathered through interviews conducted with three students chosen using purposive sampling. The findings reveal that abilities such as communication, collaboration, and problem-solving play a crucial role in preparing students for the workforce. Those who demonstrate strong soft skills tend to have higher self-confidence and are more adaptable to professional environments. Hence, it is essential for higher education institutions to emphasize the development of soft skills in the learning process.</em></p>Nanda Erlita
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106DAMPAK PENGGUNAAN MEDIA SISOAL TERHADAP KEBIASAAN BELAJAR MAHASISWA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22776
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan media sosial terhadap kebiasaan belajar mahasiswa. Media sosial saat ini telah menjadi bagian penting dalam kehidupan mahasiswa, baik sebagai sarana komunikasi, hiburan, maupun informasi. Namun, penggunaan media sosial tidak terkontrol dapat mempengaruhi kebiasaan belajar mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara terhadap beberapa mahasiswa sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaaan media sosial memberikan dampak positif dan negative terhadap kebiasaan belajar mahasiswa. Dampak positif berupa kemudahan akses informasi pembelajaran, sedangkan dampak negative berupa menurunnya fakus belajar, kebiasaan menunda tugas, dan berkurangnya waktu belajar. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan penggunaan media sosial agar tidak mengganggu aktivitas akademik mahasiswa.</p> <p><em>This study aims to determine the impact of social media use on students’ learning habits. Social media has become an important part of students’ lives, serving as a means of communication, entertainment, and information. However, uncontrolled use of social media can affect students’ learning habits. This study uses a qualitative approach with interview mothods involving several students as informants. The results show that social media use has both positive and negative impact on students’ learning habits. The positive impact includes easier access to learning information, while the negative impact include reduced learning focus, procrasnation habits, and decreased study time. Therefore, proper management of social media use is needed so that it does not interfere with students’ academic activities.</em></p>Fanni Pitria
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106PENGARUH HARGA MAKANAN DAN KIRIMAN ORANG TUA TERHADAP PENGELUARAN MAHASISWA MANAJEMEN UNIVERSITAS TEUKU UMAR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22966
<h1 style="margin-left: 0cm; text-align: justify; tab-stops: 219.75pt;"><span lang="id" style="font-size: 11.0pt; font-weight: normal;">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga makanan dan kiriman orang tua terhadap pengeluaran mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Teuku Umar (UTU). Fokus utama penelitian adalah mengevaluasi bagaimana dinamika harga pangan lokal di Meulaboh dan dukungan finansial keluarga membentuk pola konsumsi mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif asosiatif dengan pendekatan kausal. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert terhadap 30 responden mahasiswa Manajemen UTU yang dipilih melalui teknik purposive sampling dengan kriteria mahasiswa perantau yang tinggal di rumah kos. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan nilai F-hitung sebesar 18,750 dan nilai Adjusted R Square sebesar 0,655. Temuan ini mengindikasikan bahwa secara simultan, harga makanan dan kiriman orang tua memiliki pengaruh signifikan terhadap pengeluaran mahasiswa. Fluktuasi harga makanan memaksa mahasiswa melakukan penyesuaian konsumsi ekstrem, sementara kiriman orang tua menjadi penentu kapasitas belanja bulanan.</span></h1> <p><span lang="id" style="font-size: 11.0pt; font-weight: normal;"><em>This study aims to analyze the impact of food prices and parental allowance on the expenditure of Management students at Universitas Teuku Umar (UTU). The primary focus is to evaluate how local food price dynamics in Meulaboh and family financial support shape student consumption patterns. This study uses a quantitative associative method with a causal approach. Primary data were collected via Likert-scale questionnaires from 30 Management students at UTU selected through purposive sampling, specifically migrant students living in boarding houses. Data analysis was performed using multiple linear regression. The research results show an F-value of 18.750 and an Adjusted R Square value of 0.655. These findings indicate that simultaneously, food prices and parental allowance have a significant influence on student expenditure. Fluctuating food prices force students to make extreme consumption adjustments, while the parental allowance remains the primary determinant of monthly spending capacity</em></span></p>Ariana Ulfa
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106EKOLOGI DAN LINGKUNGAN HIDUP
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22547
<p>Lingkungan hidup merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia karena menyediakan kebutuhan dasar seperti air, udara, makanan, dan tempat tinggal. Namun, berbagai permasalahan seperti pencemaran, deforestasi, dan perubahan iklim menunjukkan semakin menurunnya kualitas lingkungan akibat perilaku manusia yang eksploitatif. Dalam perspektif teologi Perjanjian Lama, alam dipandang sebagai ciptaan Allah yang baik dan memiliki nilai yang penting di hadapan-Nya. Manusia diciptakan menurut gambar Allah dan diberikan mandat untuk mengelola serta memelihara bumi secara bertanggung jawab, bukan mengeksploitasinya. Berbagai hukum dalam Perjanjian Lama, seperti tahun sabat bagi tanah dan larangan merusak pohon secara sembarangan, menunjukkan perhatian Allah terhadap kelestarian lingkungan. Kerusakan hubungan manusia dengan Allah akibat dosa juga berdampak pada kerusakan alam. Oleh karena itu, pemulihan hubungan dengan Allah perlu disertai dengan tanggung jawab untuk merawat ciptaan. Kajian ini bertujuan menjelaskan relevansi teologi Perjanjian Lama terhadap isu lingkungan hidup masa kini serta menegaskan pentingnya nilai-nilai tanggung jawab, keseimbangan, dan penghormatan terhadap alam sebagai dasar etis dan spiritual dalam menjaga kelestarian lingkungan.</p> <p><em>The environment is an essential part of human life because it provides basic needs such as water, air, food, and shelter. However, environmental problems such as pollution, deforestation, and climate change indicate a continuous decline in environmental quality caused by exploitative human behavior. From the perspective of Old Testament theology, nature is viewed as God's good creation and possesses intrinsic value before Him. Human beings were created in the image of God and entrusted with the responsibility to manage and preserve the earth, not to exploit it. Various Old Testament laws, including the Sabbath year for the land and the prohibition against the unnecessary destruction of trees, demonstrate God's concern for environmental sustainability. The broken relationship between humans and God due to sin also affects the natural world. Therefore, restoring the relationship with God should be accompanied by a commitment to care for creation. This study aims to explain the relevance of Old Testament theology to contemporary environmental issues and emphasizes the values of responsibility, balance, and respect for nature as ethical and spiritual foundations for environmental stewardship and sustainability.</em></p>Ruth Irene UasMirna KabnaniIreni I Pellokila
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106ADAPTABILITAS DAN RELEVANSI KOMPETENSI LULUSAN PERGURUAN TINGGI DALAM NAVIGASI KARIR NON-LINEAR: STUDI KASUS INDIVIDU
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22734
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan self-assessment sebagai upaya pengembangan kinerja perawat di Puskesmas Meutulang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai pengalaman perawat dalam melakukan evaluasi diri pada praktik kerja sehari-hari. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu seorang perawat yang aktif memberikan pelayanan keperawatan di Puskesmas Meutulang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-assessment dipahami sebagai proses evaluasi diri terhadap kemampuan, keterampilan, sikap, dan kualitas pekerjaan yang dilakukan. Penerapan self-assessment dilakukan melalui refleksi terhadap tindakan keperawatan, penggunaan Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai acuan evaluasi, serta diskusi dengan rekan kerja. Self-assessment memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan kinerja perawat, terutama dalam meningkatkan kesadaran profesional, motivasi kerja, ketelitian, kualitas dokumentasi, serta mutu pelayanan kepada pasien. Faktor pendukung penerapan self-assessment meliputi keberadaan SOP, dukungan pimpinan, dan lingkungan kerja yang kondusif. Sementara itu, hambatan yang dihadapi meliputi subjektivitas dalam penilaian diri, perbedaan persepsi individu, pengaruh kondisi emosional, serta belum tersedianya forum evaluasi yang terstruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa self-assessment merupakan sarana refleksi profesional yang berperan penting dalam mendukung pengembangan kinerja perawat dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat pelayanan primer.</p> <p><em>This study aims to analyze the implementation of self-assessment as an effort to improve nurses' performance at Meutulang Public Health Center. A qualitative approach with a descriptive design was employed to gain an in-depth understanding of nurses’ experiences in conducting self-evaluation within their daily professional practice. The research participant was selected using purposive sampling, consisting of a nurse actively involved in healthcare services at Meutulang Public Health Center. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings indicate that self-assessment is understood as a process of evaluating one’s abilities, skills, attitudes, and work quality. The implementation of self-assessment is carried out through reflection on nursing practices, the use of Standard Operating Procedures (SOPs) as evaluation guidelines, and discussions with colleagues. Self-assessment contributes positively to nurses’ performance development by enhancing professional awareness, work motivation, accuracy, documentation quality, and patient care services. Supporting factors include the availability of SOPs, leadership support, and a conducive work environment. Meanwhile, the main obstacles include subjectivity in self-evaluation, differences in individual perceptions, emotional influences, and the absence of structured evaluation forums. This study concludes that self-assessment serves as an important professional reflective tool in supporting nurses’ performance development and improving the quality of healthcare services at the primary healthcare level.</em></p>Pinalisa
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106PENGARUH KONDISI SOSIAL EKONOMI SERTA PERAN ORANGTUA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMK TONDINI NUSANTARA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22796
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kondisi sosial ekonomi keluarga serta peran orangtua terhadap motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMK Tondini Nusantara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik SMK Tondini Nusantara, dengan sampel yang diambil menggunakan teknik Simple Random Sampling sebanyak 80 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui angket (kuesioner), observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kondisi sosial ekonomi keluarga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar peserta didik; (2) Peran orangtua memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar peserta didik; (3) Secara bersama-sama, kondisi sosial ekonomi dan peran orangtua memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran PAI di SMK Tondini Nusantara. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin baik tingkat ekonomi keluarga dan semakin aktif peran orangtua dalam mendukung pendidikan anak, maka semakin tinggi pula motivasi belajar yang dimiliki peserta didik.</p> <p>This study aims to determine and analyze the influence of family socio-economic conditions and the role of parents on students' learning motivation in Islamic Religious Education (PAI) subjects at Tondini Nusantara Vocational School. The research method used is a quantitative method with a descriptive and associative approach. The population in this study were all students of Tondini Nusantara Vocational School, with a sample taken using the Simple Random Sampling technique of 80 respondents. Data collection was carried out through questionnaires, observation, and documentation. Data were analyzed using multiple linear regression analysis with the help of statistical software. The results of the study indicate that: (1) Family socio-economic conditions have a positive and significant influence on students' learning motivation; (2) The role of parents has a positive and significant influence on students' learning motivation; (3) Together, socio-economic conditions and the role of parents have a significant influence on students' learning motivation in PAI subjects at Tondini Nusantara Vocational School. This indicates that the better the family's economic level and the more active the role of parents in supporting children's education, the higher the learning motivation of students</p>Mohd Rizky SiregarFahrul Rozi PasaribuRizka HarfianiMawaddah Nst
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106IMPLEMENTASI KONSEP ANALISA JABATAN UNTUK MENDUKUNG STRATEGI BISNIS PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI PT KARYA TANAH SUBUR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22627
<p>Analisa jabatan merupakan salah satu fungsi penting dalam manajemen sumber daya manusia yang bertujuan untuk memperoleh informasi yang jelas mengenai tugas, tanggung jawab, serta kualifikasi yang dibutuhkan dalam suatu pekerjaan. Dalam perusahaan perkebunan kelapa sawit, analisa jabatan memiliki peran penting dalam meningkatkan efektivitas kerja dan mendukung strategi bisnis perusahaan. Artikel ini membahas implementasi konsep analisa jabatan pada PT Karya Tanah Subur sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja organisasi dan efisiensi operasional. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi literatur dan analisis deskriptif mengenai penerapan analisa jabatan dalam perusahaan perkebunan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa analisa jabatan dapat membantu perusahaan dalam menentukan pembagian kerja yang jelas Meningkatkan kinerja karyawan sekaligus mendukung tercapainya sasaran strategis perusahaan</p> <p><em>Job analysis is a crucial function in human resource management, aiming to obtain clear information regarding the duties, responsibilities, and qualifications required for a job. In oil palm plantation companies, job analysis plays a crucial role in increasing work effectiveness and supporting the company's business strategy. This article discusses the implementation of the job analysis concept at PT Karya Tanah Subur as an effort to improve organizational performance and operational efficiency. The methods used in writing this article are a literature review and descriptive analysis of the application of job analysis in plantation companies. The results of the discussion indicate that job analysis can help companies determine a clear division of labor, increase employee productivity, and support the achievement of the company's strategic goals</em></p>Anggi Oktaviana
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106ANALISIS KONSEP KERJA, PEKERJAAN, DAN PERAN KARYAWAN DALAM PROSES PRODUKSI PADA PABRIK TAHU
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22770
<p> </p> <p><em>Pabrik tahu merupakan salah satu usaha kecil yang banyak berkembang di masyarakat, termasuk di Meulaboh. Dalam proses produksinya, setiap pekerja memiliki tugas dan peran yang berbeda agar proses pembuatan tahu dapat berjalan dengan lancar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kerja, pekerjaan, dan peran karyawan dalam proses produksi pada pabrik tahu di Meulaboh. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui observasi terhadap kegiatan produksi tahu. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembagian kerja yang jelas antara karyawan dapat membantu kelancaran proses produksi, mulai dari pengolahan bahan baku hingga pencetakan tahu. Dengan adanya pembagian pekerjaan yang teratur, proses produksi dapat berjalan lebih efisien dan hasil produksi mampu memenuhi kebutuhan masyarakat</em></p> <h1> </h1> <p><em>Tofu factories are one of the small businesses that are widely developed in the community, including in Meulaboh. In the production process, each worker has different tasks and roles so that the tofu-making process can run smoothly. This study aims to analyze the concepts of work, job, and employee roles in the production process at a tofu factory in Meulaboh. The method used in this research is a descriptive method with a qualitative approach through observation of tofu production activities. The results of the analysis show that a clear division of work among employees can help facilitate the production process, starting from raw material processing to tofu molding. With an organized division of tasks, the production process can run more efficiently and the production results can meet the needs of the community.</em></p>Suci Amelia
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP KEBERHASILAN PERUBAHAN ORGANISASI DI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN ACEH BARAT
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22963
<h1 style="margin-left: 0cm; text-align: justify;"><span lang="id" style="font-size: 11.0pt; font-weight: normal;">Perubahan organisasi merupakan proses yang tidak dapat dihindari dalam rangka meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan serta kualitas pelayanan kepada masyarakat. Keberhasilan dalam mengimplementasikan perubahan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah aspek kepemimpinan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap keberhasilan perubahan organisasi pada Pemerintah Kabupaten Aceh Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan 150 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja pada berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan stratified random sampling atau pengambilan sampel acak berstrata. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, kemudian dianalisis dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keberhasilan perubahan organisasi, dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,67 dan tingkat signifikansi p < 0,001. Dari keempat dimensi kepemimpinan transformasional, yaitu idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration, dimensi idealized influence dan inspirational motivation menjadi faktor yang paling dominan dalam mendukung keberhasilan perubahan organisasi. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa kepemimpinan transformasional memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan implementasi perubahan organisasi di sektor pemerintahan daerah, khususnya dalam konteks reformasi birokrasi.</span></h1> <p><span lang="id" style="font-size: 11.0pt; font-weight: normal;"><em>Organizational change is an unavoidable process in efforts to improve the effectiveness of public administration and the quality of public services. The success of implementing organizational change is influenced by various factors, one of which is leadership. This study aims to examine the effect of transformational leadership on the success of organizational change within the West Aceh Regency Government. This research employs a quantitative approach using a survey method involving 150 civil servants working in various Regional Government Agencies (Organisasi Perangkat Daerah/OPD) within the West Aceh Regency Government. The sampling technique used in this study is stratified random sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM). The results indicate that transformational leadership has a positive and significant effect on the success of organizational change, with a path coefficient of 0.67 and a significance level of p < 0.001. Among the four dimensions of transformational leadership—idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, and individualized consideration—idealized influence and inspirational motivation are the most dominant factors contributing to the success of organizational change. Overall, this study provides empirical evidence that transformational leadership plays an important role in supporting the success of organizational change implementation in local government, particularly in the context of bureaucratic reform</em></span></p>Cut Haspina Yanti
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106IMPLEMENTASI ANALISIS JABATAN SEBAGAI DASAR PENYUSUNAN JALUR KARIR KARYAWAN PT POTENSI BUMI SAKTI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22540
<p>Analisis jabatan merupakan salah satu fungsi penting dalam manajemen sumber daya manusia yang bertujuan untuk mengidentifikasi tugas, tanggung jawab, serta kompetensi yang dibutuhkan dalam suatu posisi kerja. PT Potensi Bumi Sakti sebagai perusahaan yang bergerak di bidang industri dan pengelolaan sumber daya menghadapi tantangan dalam pengembangan karir karyawan akibat belum tersusunnya jalur karir yang sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi analisis jabatan sebagai dasar penyusunan jalur karir karyawan di PT Potensi Bumi Sakti. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis jabatan yang dilakukan secara terstruktur mampu memberikan kejelasan deskripsi pekerjaan (job description) dan spesifikasi jabatan (job specification), sehingga mempermudah perusahaan dalam menyusun sistem promosi dan pengembangan karir yang lebih objektif dan transparan. Namun, masih ditemukan kendala berupa keterbatasan dokumentasi formal dan belum adanya standar kompetensi tertulis.Secara keseluruhan, implementasi analisis jabatan berperan penting dalam menciptakan sistem jalur karir yang terarah, meningkatkan motivasi karyawan, serta mendukung efektivitas manajemen sumber daya manusia di PT Potensi Bumi Sakti.</p> <p><em>Job analysis is an essential function in human resource management aimed at identifying tasks, responsibilities, and competencies required in a specific position. PT Potensi Bumi Sakti faces challenges in career development due to the absence of a structured career path system. This study aims to analyze the implementation of job analysis as the foundation for designing employee career paths at PT Potensi Bumi Sakti. This research applies a qualitative method through observation, interviews, and documentation study. The findings indicate that structured job analysis provides clear job descriptions and job specifications, enabling the company to develop a more objective and transparent promotion system. However, challenges remain in terms of limited formal documentation and the absence of written competency standards. Overall, job analysis implementation significantly contributes to establishing structured career paths, enhancing employee motivation, and improving human resource management effectiveness within the company.</em></p>Audia
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PERENCANAAN KARIR DALAM MENGHADAPI DUNIA KERJA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22731
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa tingkat akhir dalam menghadapi dunia kerja. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap mahasiswa jurusan manajemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap pentingnya perencanaan karir sejak kuliah. Namun, sebagian mahasiswa merasa belum sepenuhnya siap karena kurangnya pengalaman, keterampilan teknis, dan kepercayaan diri. Mahasiswa juga menyadari pentingnya pengembangan soft skills seperti komunikasi, kerja sama tim, dan tanggung jawab. Selain itu, peran kampus dinilai cukup membantu, meskipun masih perlu ditingkatkan dalam hal pelatihan dan pengalaman kerja.</p> <p><em>This study aims to examine the perceptions of final-year students in facing the world of work. The research uses a qualitative approach with in-depth interviews conducted with management students. The results show that students have a positive perception of the importance of career planning during college. However, some students feel not fully prepared due to a lack of work experience, technical skills, and self-confidence. Students also recognize the importance of developing soft skills such as communication, teamwork, and responsibility. In addition, universities are considered helpful in preparing students, although improvements are still needed in training and work experience programs.</em></p>Nur Mida
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106PENTINGNYA KOMUNIKASI EFEKTIF DALAM PERILAKU ORGANISASI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22792
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya komunikasi efektif dalam perilaku organisasi serta pengaruhnya terhadap hubungan kerja dan kinerja anggota organisasi. Komunikasi merupakan salah satu unsur fundamental dalam organisasi karena berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, koordinasi, pengambilan keputusan, serta pembentukan hubungan sosial antarindividu. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, hasil penelitian terdahulu, dan dokumen akademik yang relevan dengan topik penelitian. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi konsep, teori, dan temuan yang berkaitan dengan komunikasi efektif dalam perilaku organisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi efektif memiliki peran penting dalam membentuk perilaku individu dan kelompok dalam organisasi. Komunikasi yang baik mampu meningkatkan pemahaman terhadap tujuan organisasi, memperkuat koordinasi kerja, membangun kepercayaan, meningkatkan motivasi, serta menciptakan lingkungan kerja yang harmonis. Selain itu, efektivitas komunikasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kejelasan pesan, kemampuan komunikasi, budaya organisasi, struktur organisasi, dan penggunaan teknologi informasi. Komunikasi yang efektif juga terbukti memberikan dampak positif terhadap produktivitas kerja, kerja sama tim, kepuasan kerja, dan penyelesaian konflik. Oleh karena itu, organisasi perlu mengembangkan strategi komunikasi yang efektif guna meningkatkan kinerja dan mendukung pencapaian tujuan organisasi secara berkelanjutan</p> <p><em>This study aims to analyze the importance of effective communication in organizational behavior and its influence on work relationships and organizational performance. Communication is a fundamental element in organizations because it serves as a medium for information exchange, coordination, decision-making, and the development of social relationships among organizational members. The research employed a literature review method by examining various scientific sources, including books, journal articles, previous research findings, and other relevant academic documents. Data were analyzed using content analysis techniques to identify concepts, theories, and findings related to effective communication in organizational behavior. The results indicate that effective communication plays a crucial role in shaping both individual and group behavior within organizations. Effective communication enhances understanding of organizational goals, strengthens work coordination, builds trust, increases motivation, and creates a harmonious work environment. Furthermore, communication effectiveness is influenced by several factors, including message clarity, communication skills, organizational culture, organizational structure, and the use of information technology. Effective communication also contributes positively to work productivity, teamwork, job satisfaction, and conflict resolution. Therefore, organizations need to develop effective communication strategies to improve performance and support the achievement of organizational goals in a sustainable manner</em></p>Dedek Yuslianda
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106KEMAMPUAN MENULIS TEKS PUISI PADA SISWA KELAS VIII K SMP NEGERI 3 KUPANG TAHUN PELAJARAN 2025/2026
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22566
<p>Skripsi berjudul “Kemampuan menulis teks puisi siswa kelas VIII K SMPN 3 Kupang”, oleh Cikita Tong, NIM 2288201012, dengan pembimbing I Richard Oematan, S.Pd., M.Pd, dan pembinbing II Ronni M. Ndun, S.Pd., M.Hum. Masalah yang akan dituntaskan dalam penelitian ini adalah bagaimana kemampuan menulis teks puisi pada siswa kelas VIII K SMPN 3 Kupang. Dengan tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan menulis teks puisi pada siswa kelas VIII K SMPN 3 Kupang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif kuantitatif yaitu suatu mekanisme penelitian yang berupa angka dan proses penilaian disusun secara cermat dan sistematis mulai dari menghimpun data sehingga menafsirkan dan melaporkan hasil penelitian. Subjek penelitian berjumlah 32 siswa kelas VIII K SMP Negeri 3 Kupang yang terdiri atas 18 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes menulis puisi dan dokumentasi. Aspek yang dinilai yaitu tema, diksi, imajinasi atau pencitraan, majas atau gaya bahasa, rima dan irama, keutuhan struktur puisi, serta keaslian dan kreativitas. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Data dianalisis dengan menggunakan rumus rata-rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis teks puisi siswa kelas VIII K SMP Negeri 3 Kupang secara klasikal berada pada kategori Mampu dengan nilai rata-rata 74,37 dan total skor 667. Secara individual, siswa yang berada pada kategori Sangat Mampu sebanyak 12 siswa (37,50%), kategori Mampu sebanyak 8 siswa (25,00%), kategori Cukup Mampu sebanyak 9 siswa (28,12%), dan kategori Kurang Mampu sebanyak 3 siswa (9,38%). Berdasarkan penilaian tiap aspek, kemampuan siswa pada aspek tema memperoleh nilai 82,03 (Sangat Mampu), aspek diksi 71,87 (Mampu), aspek imajinasi/pencitraan 71,09 (Mampu), aspek majas/gaya bahasa 68,75 (Cukup Mampu), aspek rima dan irama 63,28 (Cukup Mampu), aspek keutuhan struktur puisi 80,46 (Mampu), serta aspek keaslian dan kreativitas 83,59 (Mampu). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis teks puisi siswa kelas VIII K SMP Negeri 3 Kupang secara umum sudah baik, terutama pada aspek tema, struktur puisi, serta kreativitas. Namun, siswa masih perlu meningkatkan kemampuan pada aspek diksi, penggunaan majas, serta rima dan irama melalui latihan yang berkelanjutan agar kemampuan siswa dalam menulis puisi berkembang secara optimal.</p> <p><em>Thesis entitled "The ability to write poetry texts of class VIII K students of SMPN 3 Kupang", by Cikita Tong, NIM 2288201012, with supervisor I Richard Oematan, S.Pd., M.Pd, and supervisor II Ronni M. Ndun, S.Pd., M.Hum. The problem to be resolved in this study is how the ability to write poetry texts in class VIII K students of SMPN 3 Kupang. With the aim to be achieved in this study is to describe the ability to write poetry texts in class VIII K students of SMPN 3 Kupang. The method used is descriptive qualitative quantitative, namely a research mechanism in the form of numbers and the assessment process is arranged carefully and systematically starting from collecting data to interpreting and reporting the results of the study. The research subjects were 32 class VIII K students of SMP Negeri 3 Kupang consisting of 18 male students and 14 female students. Data collection techniques were carried out through poetry writing tests and documentation. The aspects assessed were theme, diction, imagination or imagery, figurative language or style, rhyme and rhythm, the integrity of the poetry structure, and originality and creativity. Data were analyzed through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Data were analyzed using the average and percentage formulas. The results of the study showed that the ability to write poetry texts of class VIII K students of SMP Negeri 3 Kupang classically was in the Capable category with an average score of 74.37 and a total score of 667. Individually, students who were in the Very Capable category were 12 students (37.50%), the Capable category were 8 students (25.00%), the Quite Capable category were 9 students (28.12%), and the Less Capable category were 3 students (9.38%). Based on the assessment of each aspect, students' ability in the theme aspect received a score of 82.03 (Very Capable), diction aspect 71.87 (Capable), imagination/imagery aspect 71.09 (Capable), figurative language aspect 68.75 (Fairly Capable), rhyme and rhythm aspect 63.28 (Fairly Capable), integrity of poetry structure aspect 80.46 (Capable), and originality and creativity aspect 83.59 (Capable). Thus, it can be concluded that the poetry writing skills of grade VIII K students at SMP Negeri 3 Kupang are generally good, especially in the aspects of theme, poetry structure, and creativity. However, students still need to improve their skills in diction, use of figurative language, and rhyme and rhythm through ongoing practice so that their poetry writing skills develop optimally</em></p>Chikita Wulansari Viola TongRichard OematanRonni M. Ndun
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106ANALISIS TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB KARYAWAN PADA USAHA WARUNG KOPI DI KOTA MEULABOH
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22768
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tugas dan tanggung jawab karyawan serta menganalisis pembagian tugas pada usaha warung kopi di Kota Meulaboh. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembagian tugas karyawan pada warung kopi belum sepenuhnya terstruktur dengan baik. Beberapa karyawan masih merangkap pekerjaan sehingga menyebabkan kurang efektifnya pelaksanaan tugas. Oleh karena itu, diperlukan pembagian tugas yang jelas agar kinerja karyawan dan kualitas pelayanan dapat meningkat</p> <p><em>This study aims to determine the duties and responsibilities of employees and to analyze the distribution of tasks in a coffee shop business in Meulaboh City. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation and interviews. The results show that the division of tasks among employees in the coffee shop is not yet well-structured. Some employees still perform multiple roles, which leads to less effective work implementation. Therefore, a clear division of tasks is needed to improve employee performance and service quality</em></p>Siti Karamah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106ANALISIS PERILAKU ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PADA UMKM KAFEE REXSO DI KABUPATEN ACEH BARAT
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22961
<h1 style="margin-left: 0cm; text-align: justify;"><span lang="id" style="font-size: 11.0pt; font-weight: normal;">UMKM Kafee Rexso di Gampa merupakan salah satu usaha kuliner yang bergerak di bidang penyajian kopi dan makanan ringan dengan konsep kafe modern berlokasi di Aceh Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku organisasi yang meliputi peran karyawan, kualitas pelayanan dan komunikasi kerja dalam mendukung keberhasilan UMKM kafee rexso. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku organisasi di kafee rexso secara umum telah berjalan dengan baik ditandai dengan pembagian tugas yang jelas komunikasi kerja yang baik, serta upaya dalam peningkatan kinerja pelatihan dan evaluasi yang dilakukan secara berkala. Meskipun usaha menunjukkan prospek positif, ditemukan kendala berupa keterlambatan penyajian saat ramai pengunjung, keterbatasan kapasitas tempat duduk, keterbatasan tenaga kerja, dan ketergantungan pada pemasok bahan baku tertentu. Solusi yang ditawarkan adalah optimalisasi tata letak, digitalisasi sistem pemesanan, diversifikasi pemasok, dan penguatan strategi pengendalian kualitas untuk meningkatkan pelayanan kafee rexso secara berkelanjutan.</span></h1> <p><span lang="id" style="font-size: 11.0pt; font-weight: normal;"><em>UMKM Kafee Rexso in Gampa is one of the culinary businesses engaged in serving coffee and snacks with a modern café concept located in West Aceh. This study aims to analyze organizational behavior including the roles of employees, service quality, and work communication in supporting the success of UMKM Kafee Rexso. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that organizational behavior at Kafee Rexso generally runs well, characterized by clear task distribution, good work communication, as well as efforts to improve performance through training and evaluations carried out periodically. Although the business shows positive prospects, obstacles were found in the form of delays in service during busy periods, limited seating capacity, limited manpower, and dependence on certain raw material suppliers. The proposed solutions are layout optimization, digitization of the ordering system, supplier diversification, and strengthening quality control strategies to sustainably improve service at Kafee Rexso</em></span></p>Rahma Setiawati
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106PERTANGGUNGJAWABAN HUKUM PELAKU USAHA ATAS PENCEMARAN LINGKUNGAN OLEH LIMBAH PLASTIK
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22490
<p>Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah plastik merupakan salah satu permasalahan lingkungan paling kritis yang dihadapi Indonesia saat ini. Pelaku usaha sebagai pihak yang menghasilkan, mendistribusikan, dan menggunakan plastik dalam skala besar memiliki tanggung jawab hukum yang signifikan terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kerangka pertanggungjawaban hukum pelaku usaha atas pencemaran lingkungan yang bersumber dari limbah plastik, dengan merujuk pada instrumen hukum nasional yang berlaku, meliputi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH), Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, serta peraturan perundang-undangan terkait lainnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur (literature review) terhadap berbagai sumber kepustakaan yang relevan dan diterbitkan dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2020–2025). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban hukum pelaku usaha mencakup tiga dimensi, yaitu pertanggungjawaban perdata berbasis strict liability, pertanggungjawaban pidana lingkungan, serta pertanggungjawaban administratif. Implementasi pertanggungjawaban tersebut masih menghadapi berbagai hambatan, antara lain lemahnya penegakan hukum, inkonsistensi regulasi, dan rendahnya kesadaran pelaku usaha. Penguatan regulasi Extended Producer Responsibility (EPR) dan peningkatan kapasitas penegak hukum menjadi rekomendasi utama dalam penelitian ini.</p> <p><em>Environmental pollution caused by plastic waste is one of the most critical environmental problems faced by Indonesia today. Business actors, as parties that produce, distribute, and use plastics on a large scale, bear significant legal responsibility for the environmental impacts caused. This study aims to analyze the legal liability framework of business actors for plastic waste pollution, referring to applicable national legal instruments, including Law Number 32 of 2009 on Environmental Protection and Management, Law Number 18 of 2008 on Waste Management, and other related legislation. The research method used is a literature review of relevant sources published in the last five years (2020–2025). The results show that the legal liability of business actors encompasses three dimensions: civil liability based on strict liability, environmental criminal liability, and administrative liability. The implementation of such liability still faces various obstacles, including weak law enforcement, regulatory inconsistency, and low awareness among business actors. Strengthening Extended Producer Responsibility (EPR) regulations and enhancing law enforcement capacity are the primary recommendations of this study.</em></p>Rosnawati SasmitaKimmy Baby KiranaMonica Ellya Yuliawan
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106PERAN ANALISIS JABATAN DALAM MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PENGENBANGAN KARIR KARYAWAN PADA UMKM SARA.STUF
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22669
<h1>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran analisis jabatan dalam meningkatkan efektivitas pengembangan karir karyawan pada UMKM Sara Stuf. Analisis jabatan merupakan proses sistematis untuk mengidentifikasi tugas, tanggung jawab, serta kompetensi yang dibutuhkan dalam suatu pekerjaan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan analisis jabatan yang tepat dapat membantu UMKM dalam menyusun deskripsi pekerjaan yang jelas, menentukan kualifikasi karyawan, serta merancang program pengembangan karir yang lebih terarah. Selain itu, analisis jabatan juga berperan dalam meningkatkan kinerja dan motivasi karyawan karena adanya kejelasan peran dan peluang pengembangan diri. Namun, masih terdapat kendala seperti keterbatasan sumber daya dan belum optimalnya pemahaman manajemen terhadap pentingnya analisis jabatan. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan pemahaman serta penerapan analisis jabatan secara berkelanjutan agar pengembangan karir karyawan dapat berjalan lebih efektif dan mendukung pertumbuhan UMKM.</h1> <p><em>This study aims to analyze the role of job analysis in improving the effectiveness of employee career development at the Sara Stuf MSME. Job analysis is a systematic process for identifying the duties, responsibilities, and competencies required for a job. The research method used was a qualitative approach, with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results indicate that the appropriate application of job analysis can help MSMEs develop clear job descriptions, determine employee qualifications, and design more targeted career development programs. Furthermore, job analysis also plays a role in improving employee performance and motivation due to role clarity and opportunities for self-development. However, obstacles remain, such as limited resources and management's suboptimal understanding of the importance of job analysis. Therefore, efforts are needed to improve understanding and implement job analysis on a continuous basis to ensure more effective employee career development and support MSME growth</em></p>Nasliani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106MENYELARASKAN PERAN PEKERJA KERAS DAN PEKERJA CERDAS MELALUI ANALISIS JABATAN: STUDI KASUS DI PT MON JAMBE,ACEH BARAT
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22784
<h1>Ketegangan antara pekerja keras (tenaga operasional dengan etos kerja fisik tinggi) dan pekerja cerdas (tenaga analitis dan strategis) sering menjadi sumber inefisiensi di perusahaan perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana Analisis Jabatan dapat menjadi instrumen penyelaras kedua peran tersebut. Melalui studi kasus di PT Mon Jambe,Meulaboh, Aceh Barat, ditemukan bahwa tumpang tindih tanggung jawab dan ketiadaan parameter yang jelas menyebabkan konflik peran. Implementasi analisis jabatan berbasis kompetensi berhasil memetakan 78% aktivitas pekerja keras ke dalam output fisik terukur, serta 100% tugas pekerja cerdas ke dalam problem solving dan perbaikan sistem. Kesimpulannya, harmonisasi bukan pada penggabungan peran, melainkan pada penghilangan ambiguitas melalui uraian jabatan yang terstruktur.</h1> <p><em>The tension between hard workers (operational personnel with a strong physical work ethic) and smart workers (analytical and strategic personnel) is often a source of inefficiency in palm oil plantation companies. This study aims to analyze how Job Analysis can be an instrument to align these two roles. Through a case study at PT Mon jambee Meulaboh, West Aceh, it was found that overlapping responsibilities and the lack of clear parameters led to role conflict. The implementation of competency-based job analysis successfully mapped 78% of hard workers' activities into measurable physical outputs, and 100% of smart workers' tasks into problem solving and system improvement. In conclusion, harmonization is not about merging roles, but rather about eliminating ambiguity</em></p>Roja Fitria
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106EMPAT PILAR NEGARA SEBAGAI LANDASAN DALAM MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN DAN KEADILAN SOSIAL MASYARAKAT
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/23825
<p>Empat Pilar Kebangsaan yang terdiri atas Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan landasan fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji kedudukan, fungsi, dan peran keempat pilar tersebut dalam upaya mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial masyarakat, khususnya melalui tiga dimensi utama, yaitu pemerataan pendidikan, pembangunan ekonomi, dan perlindungan hak masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), yaitu menelaah berbagai sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, serta peraturan perundang-undangan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pancasila berkedudukan sebagai ideologi dan dasar negara yang menjiwai ketiga pilar lainnya; UUD 1945 berfungsi sebagai konstitusi tertulis yang mengatur penyelenggaraan negara; NKRI menjadi bingkai persatuan wilayah dan bangsa; sedangkan Bhinneka Tunggal Ika berperan sebagai perekat sosial di tengah keberagaman. Implementasi nilai-nilai keempat pilar tersebut dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan hukum terbukti berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengurangan kemiskinan, dan penguatan perlindungan hak-hak warga negara. Kajian ini menyimpulkan bahwa pemahaman dan pengamalan Empat Pilar Kebangsaan secara konsisten oleh seluruh elemen bangsa merupakan syarat mutlak bagi terwujudnya masyarakat Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera.</p> <p><em>The Four Pillars of the Nation, comprising Pancasila, the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI), and Bhinneka Tunggal Ika, constitute the fundamental foundation of national and state life in Indonesia. This article aims to examine the position, function, and role of these four pillars in realizing social welfare and justice, particularly through three main dimensions: equitable education, economic development, and the protection of citizens' rights. This study employs a qualitative method with a library research approach, reviewing various literature sources including books, scientific journals, and relevant statutory regulations. The findings indicate that Pancasila holds the position of the state ideology and foundation that underlies the other three pillars; the 1945 Constitution functions as the written constitution regulating state administration; NKRI serves as the framework of territorial and national unity; while Bhinneka Tunggal Ika functions as social glue amid diversity. The implementation of the values of these four pillars in the fields of education, economy, and law has been shown to contribute to improving the quality of human resources, reducing poverty, and strengthening the protection of citizens' rights. This study concludes that a consistent understanding and practice of the Four Pillars of the Nation by all elements of society is an absolute requirement for realizing a just, prosperous, and welfare-oriented Indonesian society.</em></p>Zamzami
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-042026-07-04106PENGARUH PERTUMBUHAN PDRB, JUMLAH PENDUDUK, DAN KENDARAAN BERMOTOR TERHADAP INDEKS KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA PALANGKA RAYA 2015-2024
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22550
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi secara kuantitatif pengaruh Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Jumlah Penduduk, dan Jumlah Kendaraan Bermotor terhadap Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kota Palangka Raya selama periode 2015 hingga 2024. Urgensi penelitian ini dilatarbelakangi oleh akselerasi pertumbuhan ekonomi pascapandemi yang menyentuh angka 6,57% pada tahun 2023 dan proyeksi populasi yang menembus 321.831 jiwa pada tahun 2025, yang secara teoretis berpotensi menekan kualitas ekosistem perkotaan sebagaimana dipostulasikan oleh teori Environmental Kuznets Curve (EKC). Tekanan demografi dan mobilitas kendaraan yang meningkat pesat turut mengonstruksi potensi penurunan kualitas udara, air, dan tutupan lahan di wilayah perkotaan. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan desain asosiatif kausal menggunakan data deret waktu (time series) sebanyak 10 observasi. Metode estimasi yang diterapkan adalah Fully Modified Least Squares (FMOLS), yang secara khusus dirancang untuk mengoreksi persoalan endogenitas variabel dan korelasi serial pada data runtun waktu jangka panjang. Seluruh data bersifat sekunder, bersumber dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palangka Raya dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya. Hasil estimasi FMOLS menghasilkan persamaan struktural: Y = 9202,757 + 0,044818X1 + 3,272270X2 − 15,93172X3. Berdasarkan pengujian parsial (Uji t), ditemukan bahwa: (1) Pertumbuhan PDRB tidak berpengaruh signifikan terhadap IKLH (koefisien = +0,044818; p = 0,1977 > 0,05), yang mengonfirmasi fenomena dekopling (decoupling) fase awal antara ekspansi ekonomi dan degradasi ekologi, disebabkan oleh dominasi sektor tersier berintensitas karbon rendah seperti perdagangan, jasa, dan administrasi; (2) Jumlah Penduduk tidak berpengaruh signifikan terhadap IKLH (koefisien = +3,272270; p = 0,9434 > 0,05), membuktikan bahwa daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup (D3TLH) Kota Palangka Raya masih sangat resilien akibat rendahnya kepadatan penduduk di wilayah administratif yang sangat luas (> 2.400 km2) sehingga kapasitas asimilasi alami ekosistem masih mampu menetralisasi limbah domestik; dan (3) Jumlah Kendaraan Bermotor memiliki arah hubungan negatif namun tidak berpengaruh signifikan terhadap IKLH (koefisien = −15,93172; p = 0,3611 > 0,05), karena superioritas Indeks Kualitas Tutupan Lahan (IKTL) berupa hutan kota dan sabuk hijau yang masif berfungsi sebagai penyerap karbon (carbon sink) sehingga mampu meredam emisi polutan dari sektor transportasi sebelum merusak kualitasudara ambien secara permanen. Secara keseluruhan, model menghasilkan Koefisien Determinasi (R2) yang bernilai negatif sebesar −0,713323, yang merupakan indikasi matematis kuat terjadinya omitted variable bias. Fenomena ini mengonfirmasi bahwa fluktuasi IKLH di Kota Palangka Raya tidak dideterminasi secara linier oleh aktivitas ekonomi, demografi, maupun transportasi, melainkan didominasi oleh guncangan stokastik berupa bencana musiman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Bencana Karhutla secara destruktif menghancurkan ketiga sub-indeks penyusun IKLH sekaligus—menurunkan IKTL, IKU, dan IKA—namun tidak dimasukkan sebagai variabel bebas dalam model, sehingga varians error term membengkak secara ekstrem dan menghasilkan bias negatif pada koefisien determinasi. Implikasi kebijakan dari penelitian ini menegaskan bahwa tata kelola lingkungan hidup Kota Palangka Raya harus lebih diprioritaskan pada strategi mitigasi dan pengendalian bencana Karhutla ketimbang pembatasan aktivitas ekonomi dan domestik masyarakat yang terbukti masih berada dalam batas aman ekologis</p> <p><em>This study aims to quantitatively investigate the influence of Gross Regional Domestic Product (GRDP) Growth, Population, and Number of Motorized Vehicles on the Environmental Quality Index (IKLH) of Palangka Raya City during the period 2015 to 2024. The urgency of this research is motivated by the acceleration of post-pandemic economic growth that reached 6.57% in 2023 and the population projection reaching 321,831 people in 2025, which theoretically has the potential to suppress the quality of urban ecosystems as postulated by the Environmental Kuznets Curve (EKC) theory. Demographic pressure and rapidly increasing vehicle mobility also construct the potential for declining air, water, and land cover quality in urban areas. This study adopts a quantitative explanatory approach with a causal associative design using time series data of 10 observations. The estimation method applied is the Fully Modified Least Squares (FMOLS), which is specifically designed to correct the problems of variable endogeneity and serial correlation in long-term time series data. All data are secondary, sourced from official publications of the Central Statistics Agency (BPS) of Palangka Raya City and the Environmental Service (DLH) of Palangka Raya City. The FMOLS estimation results produce a structural equation: Y = 9202.757 + 0.044818X1 + 3.272270X2 − 15.93172X3. Based on partial testing (t-test), it was found that: (1) GRDP growth has no significant effect on IKLH (coefficient = +0.044818; p = 0.1977 > 0.05), which confirms the initial phase of decoupling phenomenon between economic expansion and ecological degradation, caused by the dominance of low-carbon-intensity tertiary sectors such as trade, services, and administration; (2) Population Number does not have a significant effect on IKLH (coefficient = +3.272270; p = 0.9434 > 0.05), proving that the environmental carrying capacity and carrying capacity (D3TLH) of Palangka Raya City is still very resilient due to the low population density in a very large administrative area (> 2,400 km2) so that the natural assimilation capacity of the ecosystem is still able to neutralize domestic waste; and (3) The Number of Motorized Vehicles has a negative relationship but does not have a significant effect on IKLH (coefficient = −15.93172; p = 0.3611 > 0.05), because the superiority of the Land Cover Quality Index (IKTL) in the form of massive urban forests and green belts functions as a carbon sink so that it is able to reduce pollutant emissions from the transportation sector before damaging the quality ambient air permanently. Overall, the model produces a negative coefficient of determination (R2) of -0.713323, which is a strong mathematical indication of omitted variable bias. This phenomenon confirms that fluctuations in the Environmental Impact Assessment (IKLH) in Palangka Raya City are not linearly determined by economic, demographic, or transportation activities, but are dominated by stochastic shocks in the form of seasonal forest and land fires (Karhutla). The Karhutla disaster destructively destroyed all three sub-indices of the IKLH simultaneously—reducing the IKTL, IKU, and IKA—but was not included as an independent variable in the model, resulting in an extreme increase in the error term variance and resulting in a negative bias in the coefficient of determination. The policy implications of this study emphasize that environmental governance in Palangka Raya City should prioritize forest and land fire disaster mitigation and control strategies rather than limiting community economic and domestic activities, which are proven to remain within ecologically safe limits</em></p>Rulan Ruhut Marune PasaribuLowil Amson PasaribuSuherman
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106PERAN ANALISA JABATAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENGEMBANGAN KARIR DI ERA DIGITAL
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22750
<p>Perkembangan teknologi digital telah mengubah kebutuhan kompetensi dalam dunia kerja sehingga organisasi perlu mengelola sumber daya manusia secara lebih efektif dan adaptif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui analisis jabatan yang berfungsi untuk mengidentifikasi tugas, tanggung jawab, serta kompetensi yang dibutuhkan pada setiap posisi pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran analisis jabatan dalam meningkatkan kualitas pengembangan karir di era digital. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui kajian berbagai jurnal, artikel, dan publikasi ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis jabatan berperan penting dalam penyusunan jalur karir, identifikasi kebutuhan kompetensi, pengembangan program pelatihan, serta pelaksanaan promosi jabatan yang lebih objektif dan transparan. Selain itu, analisis jabatan membantu organisasi menyesuaikan kebutuhan sumber daya manusia dengan perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan kerja. Dengan demikian, analisis jabatan menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan sistem pengembangan karir yang efektif, adaptif, dan berkelanjutan guna menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi tantangan era digital.</p> <p><em>The rapid development of digital technology has transformed competency requirements in the workplace, requiring organizations to manage human resources more effectively and adaptively. One of the key approaches to achieving this is through job analysis, which serves to identify the duties, responsibilities, and competencies required for each job position. This study aims to examine the role of job analysis in improving the quality of career development in the digital era. The research employs a library research method with a descriptive qualitative approach by reviewing various relevant journals, articles, and scientific publications. The findings indicate that job analysis plays a significant role in designing career paths, identifying competency needs, developing training programs, and implementing more objective and transparent promotion processes. Furthermore, job analysis helps organizations align human resource requirements with technological advancements and changes in the work environment. Therefore, job analysis is an essential factor in creating an effective, adaptive, and sustainable career development system that produces competent human resources who are well prepared to face the challenges of the digital era</em></p>Aprilia Zulra
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106MOTIVASI KERJA DALAM ORGANISASI: KAJIAN LITERATUR MENGENAI PERAN MOTIVASI DALAM MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22926
<h1 style="margin-left: 0cm; text-align: justify;"><span lang="id" style="font-size: 11.0pt; font-weight: normal;">Motivasi dalam bekerja dan menjadi salah satu faktor kunci yang berdampak signifikan terhadap prestasi atau hasil kerja karyawan dalam perusahaan. Kajian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengkaji fungsi motivasi kerja dalam upaya meningkatkan prestasi kerja karyawan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memiliki pengaruh terhadap tingkat motivasi karyawan, serta mengkaji berbagai strategi yang dapat diterapkan organisasi untuk meningkatkan motivasi kerja. Metodologi penelitian yang diterapkan dalam kajian ini adalah penelitian kepustakaan dengan menelaah berbagai referensi akademis seperti buku, majalah ilmiah, dan publikasi penelitian yang memiliki keterkaitan dengan topik motivasi bekerja. Hasil studi memberikan gambaran bahwa motivasi kerja Memberikan dampak positif terhadap kinerja dan prestasi karyawan, tingkat produktivitas kerja, tingkat keterlibatan dalam bekerja, serta penguatan komitmen terhadap organisasi. Motivasi kerja Ditentukan oleh berbagai faktor atau aspek yang beragam, baik aspek yang timbul dari dalam dirinya sendiri maupun aspek yang diberikan oleh lingkungan, misalnya kepemimpinan, Keadaan dan kondisi tempat kerja komunikasi, kompensasi, dan Kesempatan untuk meningkatkan perkembangan karier. Organisasi yang mampu memenuhi kebutuhan karyawan melalui strategi motivasi yang tepat cenderung memiliki karyawan yang lebih produktif, loyal, dan berkomitmen terhadap pencapaian tujuan perusahaan. Dengan demikian, motivasi kerja perlu menjadi fokus utama dalam pengelolaan sumber daya manusia demi kesuksesan organisasi secara berkelanjutan.</span></h1> <p><span lang="id" style="font-size: 11.0pt; font-weight: normal;"><em>Motivation in the workplace is one of the key factors that has a significant impact on employee performance or work results within companies. This study was conducted to examine the role of work motivation in efforts to improve employee work performance, as well as to identify the factors that influence the level of employee motivation, and to examine various strategies that organizations can implement to increase work motivation. The research methodology applied in this study is library research by examining various academic references such as books, scientific journals, and research publications related to the topic of work motivation. The study results provide an overview that work motivation has a positive impact on employee performance and work results, work productivity levels, work engagement levels, and the strengthening of organizational commitment. Work motivation is influenced by various factors or aspects, both aspects that arise from within the individual themselves and aspects provided by the external environment, such as leadership, workplace conditions and communication, compensation, and opportunities for career development. Organizations that are able to meet the needs of employees through appropriate motivation strategies tend to have employees who are more productive, loyal, and committed to achieving company goals. Thus, work motivation needs to be the main focus in human resource management for sustainable organizational success</em></span></p>Febby Nia Mauliza
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106RESOLUSI KONFLIK DIGITAL DALAM DINAMIKA ISU-ISU KENEGARAAN DI ERA MEDIA SOSIAL
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22387
<p><em>The rapid expansion of digital communication technologies has transformed the nature of public participation in state-related issues. Social media platforms have become arenas where citizens engage in political discourse, evaluate governmental performance, and debate public policy decisions. This transformation enhances democratic participation but simultaneously creates new patterns of digital conflict. Political polarization, misinformation, echo chambers, and algorithm-driven content amplification contribute to the rise of digital disagreements that can escalate into social fragmentation. This study aims to explore how digital conflict resolution can be implemented to manage and reduce tensions surrounding state-related issues in the digital sphere. Using a qualitative approach through a Systematic Literature Review, the study synthesizes findings from various research publications to identify the causes, characteristics, and resolution strategies of digital conflicts. The results show that effective conflict resolution requires a multidimensional approach, including the development of digital civic competence, ethical communication, inclusive online dialogue, collaborative governance between the state and digital platforms, and the strengthening of public information transparency. Digital conflict resolution is therefore a crucial component in strengthening democratic stability, maintaining social cohesion, and preventing polarization in the digital age.</em></p> <p>Perkembangan teknologi komunikasi digital telah mengubah pola partisipasi masyarakat dalam membahas isu-isu kenegaraan. Media sosial kini menjadi ruang perdebatan utama terkait kebijakan publik, kinerja pemerintah, pemilu, hingga isu-isu hukum dan tata kelola negara. Transformasi ini di satu sisi memperluas ruang demokrasi, namun di sisi lain juga memunculkan eskalasi konflik digital yang semakin intens. Polarisasi politik, disinformasi, bias algoritma, serta pembentukan echo chamber menjadi faktor utama yang memperkuat perpecahan dalam diskursus digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana resolusi konflik digital dapat diterapkan untuk menangani ketegangan yang muncul dalam diskursus isu kenegaraan. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk mengidentifikasi pola konflik, faktor penyebab, serta strategi penyelesaian berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resolusi konflik digital membutuhkan pendekatan multidimensional melalui penguatan kompetensi kewarganegaraan digital, peningkatan etika komunikasi, dialog publik yang inklusif, kolaborasi antara pemerintah dan platform media sosial, serta transparansi informasi publik. Dengan demikian, resolusi konflik digital merupakan strategi yang sangat penting dalam menjaga stabilitas demokrasi dan mengurangi fragmentasi sosial di era digital.</p>Naufiza Rahma LusianiElfira Rizki UtamiRohadiCindi Imelia SilabanRatna Sari Dewi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106PERENCANAAN KARIR MAHASISWA DALAM MEMPERSIAPKAN DIRI MENGHADAPI DUNIA KERJA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22667
<p>Perencanaan karir merupakan salah satu aspek penting dalam pengembangan sumber daya manusia. Bagi mahasiswa, perencanaan karir menjadi langkah awal dalam mempersiapkan diri sebelum memasuki dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan karir mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja serta tantangan yang dihadapi dalam proses tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara terhadap lima orang mahasiswa sebagai responden penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa telah memiliki rencana karir setelah lulus kuliah serta mulai mempersiapkan diri melalui peningkatan keterampilan, mengikuti kegiatan organisasi, serta memanfaatkan proses pembelajaran selama masa perkuliahan. Namun demikian, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi mahasiswa seperti terbatasnya informasi mengenai lowongan pekerjaan, persaingan kerja yang cukup tinggi, serta kurangnya relasi atau jaringan dalam dunia kerja. Oleh karena itu, perencanaan karir yang matang sangat diperlukan agar mahasiswa dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik dalam menghadapi dunia kerja</p> <p><em>Career planning is an important aspect of human resource development. For university students, career planning becomes an initial step in preparing themselves before entering the workforce. This study aims to determine how students plan their careers in preparing to face the world of work and the challenges they encounter in the process. The research method used in this study is a qualitative method with a descriptive approach through interviews with five university students as research respondents. The results show that most students already have career plans after graduating from college and have begun preparing themselves by improving their skills, participating in organizational activities, and utilizing the learning process during their time in college. However, there are several challenges faced by students, such as limited access to job vacancy information, high competition in the job market, and a lack of connections or networks in the professional world. Therefore, proper career planning is necessary so that students can better prepare themselves to face the world of work</em></p>Nadiah Al Fazirah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106STRATEGI UPSKILLING DAN RESKILLING DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN KARIR KARYAWAN DI ERA TRANSFORMASI DIGITAL
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/22777
<p>Transformasi digital telah mengubah cara organisasi menjalankan bisnis dan mengelola sumber daya manusia. Perkembangan teknologi yang sangat cepat menuntut karyawan untuk terus meningkatkan kompetensinya agar tetap relevan di dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategi upskilling dan reskilling dalam mendukung pengembangan karir karyawan di era transformasi digital. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur dan observasi terhadap praktik pengembangan sumber daya manusia pada berbagai organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upskilling membantu karyawan meningkatkan kompetensi yang telah dimiliki, sedangkan reskilling membantu karyawan memperoleh keterampilan baru yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Kedua strategi tersebut memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan karir, kemampuan adaptasi, produktivitas, dan daya saing karyawan. Oleh karena itu, organisasi perlu mengintegrasikan program upskilling dan reskilling ke dalam kebijakan pengembangan sumber daya manusia untuk memastikan kesiapan tenaga kerja dalam menghadapi transformasi digital secara berkelanjutan.</p> <p><em>Digital transformation has significantly changed the way organizations operate and manage human resources. Rapid technological developments require employees to continuously improve their competencies to remain relevant in the labor market. This study aims to analyze the role of upskilling and reskilling strategies in supporting employee career development in the digital transformation era. The research uses a qualitative descriptive approach through literature studies and observations of human resource development practices in various organizations. The findings indicate that upskilling helps employees enhance existing competencies, while reskilling enables employees to acquire new skills relevant to organizational needs. Both strategies contribute positively to employee career advancement, adaptability, productivity, and competitiveness. Therefore, organizations need to integrate upskilling and reskilling programs into their human resource development policies to ensure sustainable workforce readiness in facing digital transformation</em></p>Ririn Siti Padilah Sagala
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106PENGARUH KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN BROWNIES KUKUS LUMER “COCOA DELIGHT HOMEMADE BINTAN”
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/23001
<h1 style="margin-left: 0in; text-align: justify; tab-stops: 219.75pt;"><span lang="id" style="font-size: 11.0pt; font-weight: normal;">Perkembangan usaha kuliner skala kecil dan menengah menuntut pelaku usaha untuk tidak hanya berfokus pada penjualan, tetapi juga pada upaya menjaga kepuasan konsumen. Kepuasan konsumen dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kualitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas produk terhadap kepuasan konsumen Brownies Kukus Lumer Cocoa Delight Homemade. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif. Variabel kualitas produk sebagai variabel independen dan kepuasan konsumen sebagai variabel dependen dioperasionalisasikan melalui beberapa indikator yang diukur menggunakan skala Likert. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada konsumen Cocoa Delight Homemade dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen, di mana peningkatan kualitas produk mampu meningkatkan tingkat kepuasan yang dirasakan konsumen. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas produk memiliki peran strategis dalam menciptakan pengalaman konsumsi yang positif. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya bagi pelaku usaha kuliner untuk menjaga konsistensi dan meningkatkan kualitas produk sebagai upaya mempertahankan kepuasan dan loyalitas konsumen. Orisinalitas penelitian ini terletak pada penggunaan pendekatan kuantitatif untuk menguji secara empiris pengaruh kualitas produk terhadap kepuasan konsumen pada usaha kuliner homemade.</span></h1> <h1><em>he development of small and medium-scale culinary businesses requires entrepreneurs not only to focus on increasing sales but also on maintaining consumer satisfaction. Consumer satisfaction is influenced by various factors, one of which is product quality. This study aims to analyze the effect of product quality on consumer satisfaction of Cocoa Delight Homemade Steamed Brownies. This research employs a quantitative approach with an associative research design. Product quality is treated as the independent variable, while consumer satisfaction is the dependent variable, both of which are operationalized through several indicators measured using a Likert scale. Data were collected through questionnaires distributed to consumers of Cocoa Delight Homemade and analyzed using simple linear regression analysis. The results indicate that product quality has a positive effect on consumer satisfaction, meaning that improvements in product quality lead to higher levels of consumer satisfaction. These findings suggest that product quality plays a strategic role in creating positive consumption experiences. The implication of this study is that culinary business owners should maintain consistency and continuously improve product quality as an effort to sustain consumer satisfaction and loyalty. The originality of this research lies in the use of a quantitative approach to empirically examine the effect of product quality on consumer satisfaction in a homemade culinary business context.</em></h1>Rabii'atul Adawiyah Indah Agustia NingsihNurfadillatul Hasannah PutriHalya Sri YantiNadia Oktaviani Helena Triyana Putri Patricia
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-06-292026-06-29106