Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim
id-IDJurnal Penelitian Ilmiah MultidisiplinANALISIS PENGAKUAN PENDAPATAN BERDASARKAN PSAK 115: STUDI KASUS PADA PT INDOFARMA TBK (INAF)
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/23788
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian praktik pengakuan pendapatan PT Indofarma Tbk (INAF) dengan ketentuan PSAK 115 tentang Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, dalam konteks skandal pelaporan keuangan yang diungkap Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada tahun 2024. PSAK 115, sebagai adopsi IFRS 15, mensyaratkan lima tahap pengakuan pendapatan yang bertujuan mempersempit ruang diskresi manajerial. INAF, BUMN farmasi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, mencatatkan penyimpangan berindikasi tindak pidana dengan kerugian negara senilai Rp371.834.530.652 pada periode 2020 hingga Semester I 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode directed content analysis terhadap laporan keuangan tahunan, Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK), serta Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Investigatif BPK periode 2020-2022, yang kemudian ditriangulasikan untuk menjamin reliabilitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima langkah yang disyaratkan PSAK 115, hanya langkah identifikasi kewajiban pelaksanaan yang terpenuhi sebagian, sementara langkah identifikasi kontrak, penentuan harga transaksi, dan pengakuan pendapatan tidak terpenuhi, serta langkah alokasi harga transaksi tidak dapat ditentukan akibat minimnya pengungkapan. Ketidakpatuhan ini berkaitan erat dengan praktik penggelembungan pendapatan melalui transaksi piutang dan pembelian fiktif yang didorong oleh kelemahan tata kelola dan pengendalian internal perusahaan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pengendalian internal, peningkatan kualitas pengungkapan CALK, serta intensifikasi pengawasan regulator terhadap kepatuhan emiten BUMN atas PSAK 115.</p> <p><em>This study analyzes the compliance of PT Indofarma Tbk's (INAF) revenue recognition practices with PSAK 115, the Indonesian adoption of IFRS 15 on Revenue from Contracts with Customers, in the context of a financial reporting scandal disclosed by Indonesia's Supreme Audit Board (BPK) in 2024. PSAK 115 requires a five-step revenue recognition model intended to narrow managerial discretion. INAF, a state-owned pharmaceutical enterprise listed on the Indonesia Stock Exchange, was found to have committed irregularities indicating criminal acts causing state losses of IDR 371,834,530,652 during 2020 to the first semester of 2023. This study employs a qualitative approach using directed content analysis of annual financial statements, notes to financial statements, and BPK's investigative audit report for 2020-2022, triangulated to ensure reliability. The findings indicate that of the five steps required by PSAK 115, only the identification of performance obligations was partially fulfilled, while contract identification, transaction price determination, and revenue recognition were not fulfilled, and price allocation could not be determined due to insufficient disclosure. This non-compliance is closely linked to revenue inflation through fictitious receivables and purchase transactions driven by weak corporate governance and internal control. The study recommends strengthening internal controls, improving disclosure quality, and intensifying regulatory oversight of state-owned enterprises' compliance with PSAK 115.</em></p>Marcello AntonyRimi Gusliana Mais
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107PENERAPAN SEMANTIC EMBEDDING BERBASIS SENTENCE-BERT PADA SISTEM REKOMENDASI PARIWISATA MENGGUNAKAN CONTENT-BASED FILTERING
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/23975
<p>Era digitalisasi telah mempercepat laju ketersediaan informasi pariwisata di berbagai platform, termasuk di wilayah Kabupaten Jember. Ironisnya, kondisi ini justru memicu fenomena kelebihan informasi yang membuat wisatawan kesulitan menyeleksi destinasi liburan yang sesuai dengan preferensi mereka. Sistem pencarian berbasis teks konvensional sering kali gagal menemukan destinasi yang relevan jika kata kunci yang digunakan pengguna tidak sama persis dengan deskripsi wisata. Untuk mengatasi kelemahan tersebut, penelitian ini mengembangkan sistem rekomendasi pariwisata berlandaskan pendekatan Content-Based Filtering yang diperkuat dengan model Natural Language Processing (NLP). Ekstraksi fitur teks dilakukan menggunakan Semantic Embedding berbasis arsitektur Transformer all-MiniLM-L6-v2 (Sentence-BERT). Algoritma ini bertugas mentransformasikan deskripsi destinasi menjadi representasi ruang vektor berdimensi tinggi, yang kemudian dievaluasi tingkat kedekatannya menggunakan fungsi Cosine Similarity dan difilter melalui algoritma K-Nearest Neighbors. Berdasarkan uji komputasional dengan validasi 10-Fold, hasil pengujian membuktikan bahwa pendekatan ini memiliki tingkat akurasi yang sangat menjanjikan. Pada rentang parameter K=10, sistem mampu mencatatkan Precision sebesar 56,55% dan F1-Score 52,21% dalam merekomendasikan destinasi wisata serupa (Top-6). Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan Semantic Embedding jauh melampaui pendekatan pencocokan kata tradisional, karena mampu memahami konteks tersembunyi dari suatu kalimat dan merekomendasikan destinasi dengan sangat akurat tanpa memerlukan data historis pengguna sama sekali.</p>Septian Putra Rachman HakimWiwik SuharsoYusril Izzi Arlisa Amiri
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107STRATEGI PERENCANAAN PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PROSES BELAJAR MENGAJAR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/24723
<p>Perencanaan pembelajaran merupakan salah satu komponen penting dalam penyelenggaraan proses pendidikan yang berperan sebagai pedoman bagi guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara sistematis dan terarah. Perencanaan yang disusun secara efektif mampu mengintegrasikan tujuan pembelajaran, materi, metode, media, serta sistem penilaian sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi perencanaan pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui pengkajian berbagai literatur berupa jurnal ilmiah nasional dan internasional, buku, serta dokumen ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi perencanaan pembelajaran yang efektif diawali dengan analisis kebutuhan peserta didik, penyusunan tujuan pembelajaran yang jelas, pemilihan model dan metode pembelajaran yang sesuai, penggunaan media pembelajaran yang inovatif, serta penyusunan asesmen yang autentik. Perencanaan pembelajaran yang baik mampu meningkatkan motivasi belajar, partisipasi peserta didik, efektivitas proses pembelajaran, serta hasil belajar yang lebih optimal. Oleh karena itu, perencanaan pembelajaran menjadi landasan utama dalam mewujudkan proses belajar mengajar yang berkualitas dan berorientasi pada pencapaian kompetensi peserta didik.</p> <p><em>Instructional planning is a fundamental component of the educational process that serves as a guideline for teachers in implementing systematic and effective learning activities. Well-designed instructional planning integrates learning objectives, teaching materials, instructional methods, learning media, and assessment strategies to achieve optimal learning outcomes. This study aims to analyze effective instructional planning strategies in improving the quality of the teaching and learning process. The research employed a qualitative approach using the library research method. Data were collected from scientific journals, books, and other relevant academic publications published within the last five years. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that effective instructional planning begins with analyzing students' characteristics and learning needs, formulating clear learning objectives, selecting appropriate instructional models and methods, utilizing innovative learning media, and designing authentic assessment strategies. Effective instructional planning contributes significantly to improving students' motivation, classroom participation, learning effectiveness, and academic achievement. Therefore, instructional planning is an essential foundation for creating quality teaching and learning processes that support the achievement of educational objectives.</em></p>Moh Arib RamdhanaSupriadi Torro
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107EKOLOGI DAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM PERSPEKTIF TEOLOGI PERJANJIAN LAMA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/23744
<p>Artikel ini mengkaji konsep ekologi dan lingkungan hidup dalam perspektif Teologi Perjanjian Lama dengan menitikberatkan pada relasi antara Allah, manusia, dan ciptaan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis teks-teks Perjanjian Lama, khususnya Kejadian 1–2, Mazmur, serta beberapa kitab para nabi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alam semesta merupakan ciptaan Allah yang dinyatakan baik dan dipercayakan kepada manusia untuk dikelola secara bertanggung jawab, bukan dieksploitasi. Mandat budaya yang diberikan kepada manusia mengandung unsur pemeliharaan, pengelolaan, dan tanggung jawab terhadap seluruh ciptaan. Krisis lingkungan yang terjadi pada masa kini menunjukkan pentingnya pemahaman teologis mengenai ekologi agar orang percaya memiliki kesadaran untuk menjaga kelestarian alam sebagai bentuk ketaatan kepada Allah. Dengan demikian, Teologi Perjanjian Lama memberikan dasar yang kuat bagi etika lingkungan yang berpusat pada Allah dan berorientasi pada kesejahteraan seluruh ciptaan.</p> <p><em>This article examines the concept of ecology and the environment from the perspective of Old Testament Theology by emphasizing the relationship between God, humanity, and creation. The study employs a library research method through the analysis of Old Testament texts, particularly Genesis 1–2, Psalms, and selected prophetic books. The findings reveal that the universe is God's good creation and has been entrusted to humanity to be managed responsibly rather than exploited. The cultural mandate given to humans includes stewardship, care, and responsibility for all creation. The current environmental crisis highlights the importance of a theological understanding of ecology so that believers may develop an awareness of preserving nature as an act of obedience to God. Therefore, Old Testament Theology provides a strong foundation for environmental ethics that are centered on God and directed toward the well-being of all creation.</em></p>Melda Adrianti MissaIrene Sintike ReoYelfi Yakoba Sinlae
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107SOSIALISASI PSIKOEDUKASI TEMAN SEBAYA SEBAGAI STRATEGI PREVENTIF TERHADAP PENYALAHGUNAAN NARKOBA DAN PERILAKU SEKSUAL BERISIKO PADA REMAJA SMA ISLAM CENDEKIA SAMAWA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/23829
<p>Kegiatan pengabdian masyarakat berbasis magang ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan serta membekali para siswa dengan pemahaman komprehensif mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dan risiko perilaku seksual bebas. Pendekatan intervensi difokuskan melalui strategi psikoedukasi teman sebaya (peer education) sebagai langkah preventif yang relevan dengan dinamika perkembangan psikologis remaja. Kemitraan terjalin dengan pihak SMA Islam Cendekia Sumbawa dalam rangka mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, religius, dan produktif. Metode pelaksanaan kegiatan ini mengadaptasi pola sistematis yang terdiri dari empat tahapan utama, meliputi: (1) perencanaan dan persiapan, (2) pelaksanaan dan implementasi, (3) evaluasi dan monitoring, serta (4) tindak lanjut dan pengembangan lanjutan. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan dengan menggunakan metode seminar psikoedukasi, dan sesi tanya jawab. Khalayak sasaran atau peserta kegiatan mencakup seluruh siswa siswi kelas X dan XI dengan jumlah 48 peserta, beserta guru pendamping sebagai elemen pengawas di sekolah. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya kontribusi nyata dalam eskalasi pemahaman konseptual siswa mengenai dampak buruk narkoba serta penularan infeksi seksual, sekaligus menstimulasi kesadaran kolektif siswa untuk menjadi agen perubahan (agent of change) bagi kelompok sebayanya.</p> <p><em>This community service internship program aims to provide knowledge and equip students with a comprehensive understanding of the dangers of substance abuse and the risks of engaging in free sexual behavior. The intervention approach is focused on peer-based psychoeducation strategies as a preventive measure relevant to the psychological developmental dynamics of adolescents. A partnership was established with SMA Islam Cendekia Samawa to support the creation of a healthy, religious, and productive school environment. The implementation method adopted a systematic pattern consisting of four main stages: (1) planning and preparation, (2) execution and implementation, (3) evaluation and monitoring, and (4) follow-up and further development. The socialization activities were carried out through psychoeducational seminars and interactive Q&A sessions. The target audience included all 10th and 11th grade students, totaling 48 participants, along with supervising teachers as school oversight elements. The results demonstrated a tangible contribution to the escalation of students’ conceptual understanding regarding the harmful impacts of drugs and the transmission of sexually transmitted infections, while simultaneously stimulating collective awareness among students to become agents of change for their peer groups</em></p>YunitaAsti Khaerunnisa
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107PENGARUH LAYANAN PERBANKAN TERHADAP KECENDERUNGAN PERILAKU KEUANGAN MAHASISWA PADA PERGURUAN TINGGI DIKOTA BANDUNG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/24185
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh layanan perbankan terhadap kecenderungan perilaku keuangan mahasiswa pada perguruan tinggi di Kota Bandung. Layanan perbankan dalam penelitian ini mencakup kemudahan akses, kecepatan transaksi, keamanan layanan, dan pemanfaatan layanan digital seperti mobile banking. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa di beberapa perguruan tinggi di Kota Bandung. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji regresi linear sederhana untuk mengetahui hubungan antara layanan perbankan dan perilaku keuangan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan perbankan berpengaruh positif terhadap kecenderungan perilaku keuangan mahasiswa, terutama dalam hal pengelolaan uang, kebiasaan menabung, dan kemudahan melakukan transaksi non-tunai. Semakin baik kualitas layanan perbankan yang digunakan, semakin baik pula perilaku keuangan mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan literasi perbankan dan perilaku keuangan mahasiswa, serta menjadi masukan bagi lembaga perbankan dalam meningkatkan kualitas layanan kepada generasi muda.</p> <p><em>This study aims to analyze the influence of banking services on students’ financial behavior tendencies at higher education institutions in Bandung City. The banking services examined in this study include ease of access, transaction speed, service security, and the use of digital services such as mobile banking. This research uses a quantitative approach with a survey method through questionnaires distributed to students from several universities in Bandung City. The collected data were analyzed using a simple linear regression test to determine the relationship between banking services and students’ financial behavior. The results show that banking services have a positive influence on students’ financial behavior tendencies, especially in money management, saving habits, and the ease of conducting cashless transactions. The better the quality of banking services used, the better the financial behavior of students in their daily lives. This study is expected to contribute to the development of banking literacy and students’ financial behavior, as well as provide input for banking institutions in improving service quality for the younger generation.</em></p>Alan Pebrian Saepul IslamFauzan RahmanMuhammad Fadhil Resta FaujiNaufal Savero SutionoAndre SuryaningprangAsep Wahyu Mulyadi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107ANALISIS PENERAPAN STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP), KARAKTERISTIK TAMU, DAN KEUNGGULAN LAYANAN PADA HOTEL QUEST PRIME PEMUDA SEMARANG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/23784
<p>Sektor akomodasi memegang andil besar dalam memajukan pariwisata serta aktivitas komersial di wilayah perkotaan. Dalam industri ini, mutu pelayanan menjadi tolok ukur utama yang menentukan loyalitas serta kepuasan para pengguna jasa. Studi ini dirancang untuk mengkaji pelaksanaan Standard Operating Procedure (SOP) pada lini operasional, menganalisis bagaimana letak geografis mempengaruhi profil domestik konsumen, serta memetakan keunggulan kompetitif dari layanan yang ditawarkan oleh Hotel Quest Prime Pemuda Semarang. Pendekatan yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif, di mana data dihimpun lewat pengamatan langsung di lapangan, penelaahan pustaka, serta pelacakan testimoni digital pengunjung (online guest reviews). Temuan lapangan mengindikasikan bahwa SOP pada divisi Front Office dan Housekeeping secara umum telah diimplementasikan dengan memadai, kendati ketepatan durasi respons pelayanan masih kerap menghadapi kendala operasional. Pada sektor Food and Beverage (F&B), keberagaman opsi menu sarapan mendapat apresiasi tinggi, namun aspek stabilitas cita rasa, regulasi suhu hidangan (holding temperature), serta estetika penyajian visual masih memerlukan pengawasan yang lebih ketat. Sementara itu, posisi hotel yang berada di jantung kota berimplikasi langsung pada profil tamu yang didominasi oleh kalangan pebisnis (business travelers) dan pelancong perkotaan (leisure travelers). Nilai jual utama dari akomodasi ini bertumpu pada ketersediaan sarana yang modern, kebijakan harga yang kompetitif, serta keramahtamanan seluruh karyawan (service hospitality). Hasil kajian ini merekomendasikan pentingnya program pelatihan staf secara periodik demi mengikis gap kualitas pelayanan.</p>SaptarianaAdinda Alya SalsabilaInatsa Dini ArifahIsmi Putri NurjanahYayang Yastila Delia
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107PENGGUNAAN TALENAN BERWARNA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN CROSS CONTAMINATION DI HOTEL WAHID PRIME
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/23847
<p>Keamanan pangan adalah aspek yang penting pada suatu industri perhotelan, terutama dalam pengolahan makanan yang berpotensi terjadinya cross contamination. Salah satu upaya pencegahannya yaitu penggunaan talenan berwarna (color-coded cutting board) sebagai media pemisah bahan pangan berdasarkan jenisnya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan talenan berwarna sebagai upaya mencegah cross contamination di Hotel Wahid Prime Salatiga. Metode yang digunakan pada artikel ini adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah, buku, dan pedoman keamanan pangan lainnya yang berkaitan dengan higiene sanitasi, keamanan pangan, dan penerapan sistem warna di talenan pada industri perhotelan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan talenan berwarna dapat mengurangi resiko perpindahan mikroorganisme antar bahan olahan, meningkatkan ketaatan penjamah makanan terhadap prosedur operasional standar, dan mendukung penerapan HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point). Selain itu, penerapan kode warna pada talenan juga membantu membentuk lingkungan kerja yang higienis, menambah kualitas keamanan pangan, serta menjaga mutu makanan yang akan disajikan kepada tamu. Dengan demikian, penggunaan talenan berwarna bisa menjadi salah satu langkah yang efektif untuk mencegah terjadinya cross contamination dan mendukung penerapan standar keamanan pangan di Hotel Wahid Prime Salatiga.</p>Pasha Amarellia SetyantoAnisa MaharaniSaptariana
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI AKADEMIK BERBASIS ANDROID DI SMA PGRI PAGARALAM MENGGUNAKAN METODE WATERFALL
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/24513
<p>Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem informasi akademik berbasis Android di SMA PGRI Pagaralam guna mempermudah pengelolaan data siswa dan guru. Latar belakang penelitian ini didasari oleh proses pengolahan data akademik yang masih bersifat semi-manual sehingga menyebabkan keterlambatan, potensi kesalahan pencatatan, serta keterbatasan akses informasi bagi guru dan peserta didik. Metode pengembangan perangkat lunak yang digunakan adalah metode Waterfall yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, dan pengujian. Sistem yang dikembangkan menerapkan konsep mobile-first dan sistem berbasis peran (admin, guru, dan peserta didik) dengan dukungan basis data terpusat serta REST API sebagai penghubung antara aplikasi Android dan server backend. Hasil penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan data akademik, mempercepat akses informasi secara real-time, serta mendukung monitoring akademik siswa secara lebih efektif di SMA PGRI Pagaralam.</p> <p><em>This research aims to design and develop an Android-based academic information system at SMA PGRI Pagaralam to facilitate the management of student and teacher data. The background of this study is based on the semi-manual academic data processing system that causes delays, potential recording errors, and limited access to information for teachers and parents. The software development method used in this research is the Waterfall method, which consists of requirement analysis, system design, implementation, and testing stages. The developed system applies a mobile-first concept and role-based access control (admin, teacher, and parent), supported by a centralized database and REST API to connect the Android application with the backend server. The results of this research are expected to improve the efficiency of academic data management, accelerate real-time information access, and support more effective monitoring of student academic performance at SMA PGRI Pagaralam.</em></p>HeriansyahMedi TriawanDerry Pasma Alkhairu
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107PEMANFAATAN TEKNOLOGI IoT BERBASIS CLOUD UNTUK PENINGKATAN MANAJEMEN LIMBAH DOMESTIK DI KOTA BALIKPAPAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/23827
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem manajemen limbah domestik berbasis teknologi Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan cloud computing di Kota Balikpapan. Dengan fokus pada wilayah Kecamatan Balikpapan Timur, penelitian ini mengkaji efektivitas penggunaan sensor pintar untuk memonitor volume dan jenis limbah, serta optimalisasi jadwal pengumpulan sampah menggunakan data real-time. Diharapkan hasil penelitian dapat memberikan solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan pengelolaan limbah domestik di Balikpapan serta dapat dijadikan model untuk penerapan smart city di daerah lain.</p>Assyva Abdul RokhimRiski ZulkarnainNasruddin Bin Idris
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107PENERAPAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PRIORITAS PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DESA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/24038
<p>Pengambilan keputusan merupakan aspek sentral dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, terutama dalam menentukan prioritas pembangunan infrastruktur di tengah keterbatasan anggaran Dana Desa. Selama ini, penentuan prioritas pembangunan di banyak desa masih cenderung dilakukan secara subjektif dan kurang terukur, sehingga berpotensi menimbulkan ketimpangan alokasi dan ketidakpuasan masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) sebagai alat bantu pengambilan keputusan yang sistematis dalam menentukan prioritas pembangunan infrastruktur desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilengkapi simulasi perhitungan AHP berbasis empat kriteria, yaitu urgensi kebutuhan masyarakat, ketersediaan anggaran, dampak terhadap pelayanan publik, dan kesiapan teknis, terhadap empat alternatif infrastruktur, yaitu jalan desa, irigasi pertanian, sarana air bersih, dan balai desa. Hasil simulasi menunjukkan bahwa AHP mampu menghasilkan urutan prioritas yang konsisten (Consistency Ratio di bawah 0,1) serta dapat dipertanggungjawabkan secara rasional. Artikel ini menyimpulkan bahwa penerapan AHP, apabila diintegrasikan dengan forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes), dapat memperkuat objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas pengambilan keputusan pemerintah desa.</p> <p><em>Decision-making is a central aspect of village governance, particularly in determining infrastructure development priorities amid limited Village Fund budgets. Prioritization in many villages still tends to be conducted subjectively and without measurable criteria, potentially causing allocation imbalance and public dissatisfaction. This article aims to describe the application of the Analytical Hierarchy Process (AHP) as a systematic decision-support tool for determining village infrastructure development priorities. This study employs a descriptive qualitative approach supplemented with an AHP calculation simulation based on four criteria: urgency of community needs, budget availability, impact on public service, and technical readiness, applied to four infrastructure alternatives: village roads, agricultural irrigation, clean water facilities, and village halls. The simulation results show that AHP produces a consistent priority ranking (Consistency Ratio below 0.1) that can be rationally justified. This article concludes that applying AHP, when integrated with the Village Development Planning Deliberation (Musrenbangdes) forum, can strengthen the objectivity, transparency, and accountability of village government decision-making.</em></p>Melania Cici DamaAbraham Bale Lede
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107DALAM KITAB AYYUHAL WALAD : RELEVANSI BAGI PENDIDIKAN AKHLAK GENERASI Z
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/23771
<p>Generasi Z (Gen Z) tumbuh di era disrupsi digital yang menawarkan kemudahan informasi sekaligus tantangan moral yang kompleks, seperti krisis keteladanan, adiksi media sosial, dan penurunan etika (akhlak). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemikiran filsafat pendidikan Islam Imam Al-Ghazali dalam kitab Ayyuhal Walad dan mengontekstualisasikannya sebagai solusi atas krisis akhlak Gen Z. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Analisis data dilakukan secara konten (content analysis) terhadap teks - kitab Ayyuhal Walad serta literatur pendukung mengenai karakteristik Gen Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan Al-Ghazali dalam Ayyuhal Walad menekankan pada integrasi antara ilmu dan amal (synergy of knowledge and action), pentingnya menyucikan jiwa (tazkiyatun nafs), keikhlasan dalam belajar, penghormatan terhadap mentor/guru, serta urgensi bimbingan spiritual guru (spiritual mentoring), serta pembentukan akhlak melalui pembiasaan dan keteladanan. Pemikiran ini sangat relevan untuk Gen Z melalui rekonstruksi kurikulum pendidikan karakter yang tidak hanya berbasis kognitif, melainkan internalisasi nilai-nilai spiritualitas yang adaptif dengan dunia digital. Dengan demikian, filsafat pendidikan Al Ghazali dalam kitab Ayyuhal Walab mempunyai landasan pemikiran konseptual dalam membangun generasi yang berilmu, berahlakul karimah dan mampu menghadapi tantangan hiduo di era digital masa sekarang dan mampu berfikir secara bijaksana.</p>HammaddinRudi Darma Putra RangkutiElvi RahmiIskandar
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107PENGEMBANGAN PROGRAM BIMBINGAN: ANALISIS KEBUTUHAN, PERENCANAAN, SERTA IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/23837
<p>Penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling yang berkualitas sangat bergantung pada ketersediaan program yang disusun secara sistematis, terukur, dan berkelanjutan. Di lapangan masih ditemukan penyusunan program bimbingan yang kurang berlandaskan data kebutuhan nyata peserta didik, perencanaan yang belum rinci, serta pelaksanaan dan penilaian yang bersifat insidental. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan pengembangan program bimbingan mulai dari analisis kebutuhan, penyusunan rancangan kerja, hingga pelaksanaan dan evaluasi program. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian kepustakaan sistematis terhadap 18 karya ilmiah terbitan tahun 2020–2025 serta pedoman penyelenggaraan bimbingan dan konseling resmi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi melalui tahapan reduksi, pengelompokan tema, dan sintesis temuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa analisis kebutuhan menjadi fondasi utama ketepatan sasaran program, perencanaan berfungsi sebagai peta jalan operasional kegiatan, sedangkan implementasi dan evaluasi berperan menjamin keterlaksanaan serta perbaikan berkelanjutan. Pengembangan program yang terstruktur terbukti meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan tanggung jawab penyelenggaraan layanan bimbingan di satuan pendidikan.</p> <p><em>Quality guidance and counseling services depend heavily on systematic, measurable, and sustainable program planning. In practice, guidance programs are often developed without sufficient data on learners’ actual needs, lack detailed planning, and are implemented or evaluated in an ad-hoc manner. This study aims to describe the full cycle of guidance program development: needs assessment, planning, implementation, and evaluation. Adescriptive-qualitative approach was used through a systematic literature review of 18 scienti publications issued between 2020 and 2025, alongside official guidance and counseling policy documents. Content analysis was applied through data reduction, thematic categorization, and synthesis. Findings show that needs assessment forms the essential foundation for targeting program goals accurately; planning serves as an operational roadmap; implementation and evaluation ensure proper execution and continuous improvement. Structured program development significantly enhances the effectiveness, efficiency, and accountability of guidance services in educational institutions.</em></p>Delfi Natalia BaunseleIrma Demarsis Sesfa'o Dela Astriwanti TunmuniInko Deslin TiumateNusi Liventri Mafefa Jeri Koebanu
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107HUBUNGAN ULKUS DIABETIKUM DENGAN KEPERCAYAAN DIRI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI KABUPATEN SITUBONDO
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/24281
<p>Ulkus diabetikum merupakan komplikasi kronis Diabetes Melitus yang tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga aspek psikologis, salah satunya penurunan kepercayaan diri. Perubahan kondisi fisik akibat ulkus dapat menyebabkan pasien merasa minder, membatasi interaksi sosial, dan menurunkan keyakinan terhadap kemampuan dirinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan ulkus diabetikum dengan kepercayaan diri pada pasien Diabetes Melitus di Kabupaten Situbondo. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 104 pasien Diabetes Melitus dengan ulkus diabetikum, dengan sampel sebanyak 83 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Ulkus diabetikum diukur menggunakan klasifikasi Wagner dan kepercayaan diri menggunakan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). Analisis data menggunakan uji Spearman's Rho dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Mayoritas responden mengalami ulkus diabetikum grade 3 (54,2%) dan memiliki kepercayaan diri rendah (84,3%). Hasil uji Spearman's Rho menunjukkan nilai p = 0,047 dengan koefisien korelasi r = -0,218, yang menunjukkan hubungan signifikan dengan kekuatan lemah dan arah negatif. Semakin tinggi grade ulkus diabetikum, semakin rendah kepercayaan diri pasien. Perawat perlu memberikan asuhan yang komprehensif dengan memperhatikan aspek fisik dan psikologis melalui edukasi, dukungan emosional, serta peningkatan self-efficacy untuk meningkatkan kepercayaan diri pasien.</p> <p><em>Diabetic foot ulcers are a chronic complication of Diabetes Mellitus that affect not only physical health but also psychological well-being, particularly self-confidence. Physical changes caused by diabetic foot ulcers may lead patients to feel inferior, limit their social interactions, and reduce their confidence in their own abilities. This study aimed to analyze the relationship between diabetic foot ulcers and self-confidence among patients with Diabetes Mellitus in Situbondo Regency. This study employed a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. The population consisted of 104 patients with Diabetes Mellitus who had diabetic foot ulcers, and a sample of 83 respondents was selected using purposive sampling. Diabetic foot ulcers were assessed using the Wagner Classification, while self-confidence was measured using the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). Data were analyzed using Spearman's Rho test with a significance level of α = 0.05. The majority of respondents had Grade 3 diabetic foot ulcers (54.2%) and low self-confidence (84.3%). The results of Spearman's Rho test showed a p-value of 0.047 with a correlation coefficient (r) of -0.218, indicating a statistically significant weak negative correlation. The higher the severity of diabetic foot ulcers, the lower the patients' self-confidence. Nurses are expected to provide comprehensive nursing care by addressing both physical and psychological aspects through health education, emotional support, and self-efficacy enhancement programs to improve patients' self-confidence.</em></p>Moh. Alfan NasrullahMad ZainiKomarudin
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107KEBANGKITAN MAJELIS TAKLIM SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM NON-FORMAL
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/23809
<p>Fenomena perkembangan majelis taklim sebagai lembaga pendidikan Islam non-formal di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebangkitan majelis Taklim sebagai lembaga pendidikan Islam non-formal di tengah perkembangan masyarakat modern, peran majelis taklim serta regulasi perundang undangan tentang majelis taklim di Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan library research melalui kajian berbagai literatur berupa buku dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebangkitan majelis taklim dipengaruhi oleh meningkatnya kesadaran religius masyarakat, kebutuhan akan pendidikan agama yang fleksibel, serta kemampuan lembaga beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi. Selain berfungsi sebagai media pembelajaran agama, majelis taklim juga berperan dalam pembentukan karakter, penguatan solidaritas sosial, pelestarian tradisi keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat. Secara historis, majelis taklim berkembang dari tradisi pengajian masyarakat yang telah berlangsung sejak masa awal Islamisasi Nusantara dan terus mengalami transformasi hingga era digital. Dalam sistem pendidikan nasional, keberadaan majelis taklim memperoleh legitimasi hukum melalui berbagai regulasi yang mengakui pendidikan keagamaan non-formal sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional. Kekhasan majelis taklim terlihat pada aspek guru, materi, metode pembelajaran, dan manajemen yang berbasis kebutuhan masyarakat. Selain itu, majelis taklim berfungsi sebagai jaringan sosial keagamaan yang mampu memperkuat kohesi sosial serta memperluas dakwah melalui pemanfaatan media digital. Dengan demikian, majelis taklim tetap menjadi lembaga pendidikan Islam non-formal yang relevan, adaptif, dan strategis dalam membangun kehidupan religius masyarakat Indonesia di tengah tantangan modernisasi dan globalisasi.</p> <p><em>The phenomenon of the growth of majelis taklim as non-formal Islamic educational institutions in Indonesia has undergone significant development. This study aims to examine the resurgence of Majelis Taklim as an institution of non-formal Islamic education amidst the development of modern society, the role of majelis taklim, and the relevant legal regulations in Indonesia.The method used is qualitative research employing a library research approach through a review of various relevant sources, including books and scholarly journals. The research findings indicate that the resurgence of majelis taklim is influenced by the public’s growing religious awareness, the need for flexible religious education, and these institutions’ ability to adapt to developments in information technology. In addition to serving as a medium for religious education, majelis taklim also plays a role in character building, strengthening social solidarity, preserving religious traditions, and empowering the community. Historically, majelis taklim evolved from a community-based religious study tradition that has existed since the early days of Islamization in the Indonesian archipelago and has continued to transform into the digital age. Within the national education system, majelis taklim has gained legal legitimacy through various regulations that recognize non-formal religious education as part of the national education system. The distinctive characteristics of majelis taklim are evident in its teachers, curriculum, teaching methods, and management, all of which are tailored to the needs of the community. Furthermore, majelis taklim functions as a religious social network capable of strengthening social cohesion and expanding da’wah through the use of digital media. Thus, majelis taklim remains a relevant, adaptive, and strategic non-formal Islamic educational institution in shaping the religious life of Indonesian society amid the challenges of modernization and globalization. </em></p>Saiful AmriM. Nurul Humaidi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107STUDI PERBANDINGAN EFEKTIVITAS BERBAGAI REAGEN KLIRING ALTERNATIF SEBAGAI PENGGANTI XYLOL TERHADAP KUALITAS HASIL PENGOLAHAN JARINGAN HISTOLOGI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/24017
<p>Xylol adalah reagen kliring yang paling umum digunakan dalam pengolahan jaringan histologi karena kemampuannya yang baik dalam meningkatkan transparansi jaringan sebelum proses infiltrasi parafin. Namun, xylol diketahui memiliki sifat beracun, mudah menguap, dan dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan pekerja laboratorium serta lingkungan, sehingga mendorong pencarian berbagai reagen kliring alternatif yang lebih aman. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas berbagai reagen kliring alternatif sebagai pengganti xylol dalam pengolahan jaringan histologi melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Pencarian literatur dilakukan di beberapa basis data ilmiah dengan menggunakan kata kunci terkait reagen kliring alternatif dan pengolahan jaringan histologi. Artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dianalisis secara deskriptif untuk membandingkan fitur reagen, kualitas preparat histologi, serta efektivitasnya jika dibandingkan dengan xylol. Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa reagen alternatif, seperti minyak kelapa, minyak mineral, minyak sawit murni, UltraClear, dan reagen berbasis hidrokarbon alifatik, dapat menghasilkan preparat histologi dengan kualitas morfologi jaringan, pewarnaan hematoksilin-eosin, serta ketajaman inti dan sitoplasma yang setara dengan xylol. Selain menghasilkan preparat berkualitas tinggi, sebagian besar reagen alternatif menunjukkan tingkat toksisitas yang lebih rendah, sehingga lebih aman untuk pengguna dan lebih ramah terhadap lingkungan. Berdasarkan temuan kajian ini, berbagai reagen kliring alternatif menunjukkan potensi dalam menggantikan xylol untuk pengolahan jaringan histologi. Walaupun demikian, penelitian lebih lanjut dengan metode yang terstandarisasi masih diperlukan untuk menilai konsistensi efektivitasnya pada berbagai jenis jaringan dan pemeriksaan histopatologi lainnya.</p> <p><em>Xylene is the most commonly used clearing agent in histological tissue processing due to its excellent ability to enhance tissue transparency prior to paraffin infiltration. However, xylene is known to be toxic, highly volatile, and harmful to both the health of laboratory personnel and the environment, which has prompted the search for safer clearing alternatives. This study aims to evaluate the effectiveness of various alternative clearing agents as a replacement for xylene in histological tissue processing using a Systematic Literature Review (SLR) approach. A literature search was conducted across several scientific databases using keywords related to alternative clearing agents and histological tissue processing. Articles meeting the inclusion criteria were analyzed descriptively to compare reagent features, histological slide quality, and their overall effectiveness relative to xylene. The results of the analysis indicate that several alternative reagents—such as coconut oil, mineral oil, crude palm oil, UltraClear, and aliphatic hydrocarbon-based reagents—can produce histological slides with tissue morphology quality, hematoxylin-eosin staining, and nuclear and cytoplasmic clarity comparable to those processed</em></p>Elisabeth MarthauliChristine Vania Purba
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107JURNAL TAFSIR MAUDHU'I PROGRAM STUDI ILMU AL-QURʼAN DAN TAFSIR UNIVERSITAS AL-QURʼAN AL-ITTIFAQIAH (UQI) INDRALAYA, OGAN ILIR, SUMATERA SELATAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/23766
<p>Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam cara masyarakat mengakses dan memahami informasi keagamaan, termasuk tafsir Al-Qur’an. Berbagai platform berbasis AI kini mampu memberikan penjelasan terhadap ayat-ayat Al-Qur’an secara cepat dan mudah, sehingga semakin banyak digunakan oleh masyarakat Muslim. Namun, di balik kemudahan tersebut muncul persoalan mendasar terkait bias algoritma, akurasi penafsiran, serta pergeseran otoritas keagamaan dari ulama dan lembaga keagamaan menuju sistem digital yang tidak memiliki kompetensi keilmuan sebagaimana tradisi tafsir Islam. Kondisi ini menjadikan kajian mengenai hubungan antara bias algoritma dan otoritas keagamaan dalam tafsir berbasis AI penting untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana bias algoritma memengaruhi proses penyajian tafsir Al-Qur’an oleh AI, serta mengkaji implikasinya terhadap epistemologi tafsir dan otoritas keagamaan di era digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari literatur tentang epistemologi tafsir, studi agama digital, kecerdasan buatan, serta berbagai penelitian terkait penggunaan AI dalam kajian Islam. Analisis dilakukan melalui pendekatan deskriptif-analitis dan kritis untuk mengidentifikasi pola bias algoritma serta dampaknya terhadap konstruksi pengetahuan keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memiliki kemampuan untuk memperluas akses masyarakat terhadap sumber-sumber tafsir dan meningkatkan literasi keagamaan secara digital. Akan tetapi, sistem AI tidak sepenuhnya bebas dari bias karena dipengaruhi oleh data pelatihan, desain algoritma, dan sumber referensi yang digunakan. Akibatnya, penjelasan yang dihasilkan dapat mengabaikan keragaman pendapat ulama, konteks historis ayat, maupun metodologi tafsir yang kompleks. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap AI berpotensi menggeser otoritas keagamaan tradisional dan menciptakan bentuk baru otoritas digital yang legitimasi keilmuannya masih perlu dikaji secara kritis. Kebaruan penelitian ini terletak pada upaya mengintegrasikan kajian bias algoritma dengan epistemologi tafsir Al-Qur’an dan isu otoritas keagamaan dalam satu kerangka analisis yang komprehensif. Penelitian ini menegaskan bahwa AI sebaiknya diposisikan sebagai instrumen pendukung, bukan pengganti otoritas ilmiah para mufassir. Implikasi kebijakan yang dapat ditawarkan adalah perlunya pengembangan pedoman etika penggunaan AI dalam studi Islam, peningkatan literasi digital keagamaan, serta kolaborasi antara pengembang teknologi, akademisi, dan ulama untuk memastikan bahwa pemanfaatan AI dalam tafsir Al-Qur’an tetap selaras dengan prinsip-prinsip keilmuan Islam yang otoritatif</p> <p><em>The rapid development of Artificial Intelligence (AI) has significantly transformed the way people access and understand religious information, including Qur’anic exegesis (tafsir). Various AI-based platforms are now capable of providing explanations of Qur’anic verses quickly and efficiently, leading to their increasing use among Muslim communities. However, behind this convenience lie fundamental issues related to algorithmic bias, interpretive accuracy, and the shifting of religious authority from scholars and religious institutions to digital systems that do not possess the scholarly qualifications embedded within the classical tradition of Qur’anic interpretation. This situation highlights the importance of examining the relationship between algorithmic bias and religious authority in AI-based Qur’anic exegesis. This study aims to analyze how algorithmic bias influences the presentation of Qur’anic interpretation generated by AI and to examine its implications for the epistemology of tafsir and religious authority in the digital age. The research employs a qualitative approach through library research. Data were collected from literature on the epistemology of tafsir, digital religion studies, artificial intelligence, and previous studies concerning the application of AI in Islamic scholarship. The data were analyzed using descriptive-analytical and critical approaches to identify patterns of algorithmic bias and their impact on the construction of religious knowledge. The findings reveal that AI has considerable potential to expand public access to Qur’anic commentaries and enhance digital religious literacy. Nevertheless, AI systems are not entirely free from bias, as their outputs are shaped by training data, algorithmic design, and the sources on which they rely. Consequently, AI-generated interpretations may overlook the diversity of scholarly opinions, the historical contexts of revelation, and the methodological complexities of Qur’anic exegesis. The study also finds that growing dependence on AI has the potential to shift traditional religious authority and generate new forms of digital authority whose scholarly legitimacy remains subject to critical examination. The novelty of this research lies in its integration of algorithmic bias studies with the epistemology of Qur’anic exegesis and the issue of religious authority within a comprehensive analytical framework. The study argues that AI should be positioned as a supportive instrument rather than a substitute for the scholarly authority of Muslim exegetes. Policy implications include the development of ethical guidelines for the use of AI in Islamic studies, the enhancement of digital religious literacy, and the promotion of collaboration among technology developers, academics, and religious scholars to ensure that the application of AI in Qur’anic interpretation remains aligned with authoritative Islamic scholarly principles</em></p>Sri MentariAgus Rifki RidwanNabila SeptianaNarisaRobi KumalimAbu Bacar S Jalloh
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107PENGEMBANGAN PROGRAM BIMBINGAN HOLISTIK BERBASIS TEORI PSIKOLOGI PENDIDIKAN DI SEKOLAH
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/23835
<p>Perkembangan peserta didik, khususnya anak usia dini dan usia sekolah, merupakan proses yang kompleks melibatkan aspek kognitif, sosial, emosional, dan kepribadian. Dalam konteks ini, program bimbingan yang efektif menjadi sangat penting untuk membantu siswa mengatasi berbagai masalah perkembangan dan mencapai potensi optimalnya. Artikel ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka program bimbingan yang komprehensif berbasis teori-teori psikologi pendidikan yang relevan. Penulisan ini menggunakan metode tinjauan pustaka kualitatif (library research) dengan pendekatan analisis dan sintesis tematik. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur klasik dan kontemporer mengenai teori bimbingan dan konseling, teori perkembangan anak, teori belajar dan motivasi, serta teori kepribadian dan emosi. Hasil analisis menunjukkan bahwa teori bimbingan dan konseling (Freud, Skinner, Rogers), teori perkembangan anak (Piaget, Erikson, Vygotsky), teori belajar (behavioristik, kognitif, konstruktivistik, sosial), serta teori kepribadian dan emosi (Maslow, Goleman) saling melengkapi dan dapat diintegrasikan dalam pengembangan program bimbingan. Integrasi teori-teori tersebut menghasilkan model program bimbingan yang holistik, mencakup layanan klasikal, kelompok, dan individual yang disesuaikan dengan tahap perkembangan siswa serta kebutuhan emosional dan motivasi belajar mereka. Artikel ini menyimpulkan bahwa program bimbingan yang berbasis teori akan lebih efektif dalam mendukung proses pendidikan. Implikasi praktis dari penulisan ini adalah memberikan landasan bagi guru, konselor, dan lembaga pendidikan untuk merancang dan melaksanakan program bimbingan yang lebih terstruktur, sistematis, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik di era pendidikan modern</p> <p><em>The development of learners particularly those in early childhood and school-age years is a complex process involving cognitive, social, emotional, and personality aspects. In this context, effective guidance programs are crucial for helping students navigate various developmental challenges and achieve their optimal potential. This article aims to develop a comprehensive guidance program framework grounded in relevant educational psychology theories. The study employs a qualitative literature review methodology, utilizing content analysis and thematic synthesis. Data were gathered from diverse classical and contemporary sources covering guidance and counseling theories, child development theories, learning and motivation theories, and theories of personality and emotion. The analysis reveals that theories regarding guidance and counseling (Freud, Skinner, Rogers), child development (Piaget, Erikson, Vygotsky), learning (behaviorist, cognitive, constructivist, social), and personality and emotion (Maslow, Goleman) complement one another and can be integrated into the development of guidance programs. This theoretical integration yields a holistic guidance program model that encompasses classroom-based, group, and individual services tailored to students' developmental stages, emotional needs, and learning motivations. The article concludes that theory-based guidance programs are more effective in supporting the educational process. The practical implication of this research is that it provides a foundation for teachers, counselors, and educational institutions to design and implement guidance programs that are structured, systematic, and responsive to learner needs in the modern educational era</em></p>Restimar Tanti AbanatNoldiana NompetusJetri Alimia KamlasiYubita Epifani BobsuniJeriski Terin Bani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107APLIKASI MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS GAME PEMBELAJARAN BIOLOGI PERTUMBUHAN BUAH DAN SAYUR BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN METODE (MDLC)
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/24265
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi multimedia interaktif pembelajaran biologi pada materi pertumbuhan buah dan sayur berbasis Android dengan menggunakan metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC). Latar belakang penelitian ini didasari oleh permasalahan dalam proses pembelajaran biologi di SMA PGRI Pagar Alam yang masih menggunakan metode konvensional berupa ceramah dan buku teks, sehingga siswa cenderung cepat bosan dan sulit memahami materi, khususnya pada materi pertumbuhan buah dan sayur yang prosesnya tidak dapat diamati secara langsung dalam waktu singkat. Aplikasi yang dikembangkan memuat materi pertumbuhan buah stroberi, apel, dan alpukat serta sayuran kangkung, bayam, dan sawi yang disajikan dalam bentuk teks, gambar, animasi, audio, dan video. Selain materi, aplikasi juga dilengkapi dengan fitur evaluasi berupa kuis interaktif dengan beberapa tingkat kesulitan. Metode pengembangan yang digunakan adalah MDLC yang meliputi enam tahap, yaitu concept, design, material collecting, assembly, testing, dan distribution. Hasil penelitian diharapkan menghasilkan aplikasi pembelajaran biologi yang interaktif, menarik, dan mudah digunakan oleh siswa. Aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan minat, motivasi, dan pemahaman siswa terhadap materi pertumbuhan buah dan sayur serta menjadi media pembelajaran alternatif yang membantu guru dalam proses pembelajaran biologi di SMA PGRI Pagar Alam.</p> <p><em>This research aims to develop an interactive multimedia learning application for biology on the topic of fruit and vegetable growth based on Android using the Multimedia Development Life Cycle (MDLC) method. The background of this study is based on problems in the biology learning process at SMA PGRI Pagar Alam, which still relies on conventional methods such as lectures and textbooks. As a result, students tend to get bored easily and have difficulty understanding the material, especially the topic of fruit and vegetable growth, which cannot be directly observed in a short time. The developed application contains learning materials about the growth of strawberry, apple, and avocado fruits, as well as vegetables such as water spinach, spinach, and mustard greens, presented in the form of text, images, animations, audio, and video. In addition to learning materials, the application is equipped with interactive quiz features with several levels of difficulty to evaluate students’ understanding. The development method used is MDLC, which consists of six stages: concept, design, material collecting, assembly, testing, and distribution.The expected result of this research is an interactive, attractive, and easy-to-use biology learning application. This application is expected to increase students’ interest, motivation, and understanding of fruit and vegetable growth materials and to serve as an alternative learning media that helps teachers in the biology learning process at SMA PGRI Pagar Alam.</em></p>Lendy RahmadiHeriansyahHelsa Amilia
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PADA PT MIDI UTAMA INDONESIA TBK DAN PT SUMBER ALFARIA TRIJAYA TBK PERIODE 2022–2025
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/23791
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja keuangan PT Midi Utama Indonesia Tbk dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk selama periode 2022–2025 berdasarkan rasio likuiditas, profitabilitas, solvabilitas, dan aktivitas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kepustakaan Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan (Annual Report) kedua perusahaan periode 2022–2025. Teknik analisis dilakukan melalui perhitungan rasio keuangan yang meliputi Current Ratio, Quick Ratio, Cash Ratio, Return on Equity (ROE), Return on Assets (ROA), Debt to Assets Ratio (DAR), Debt to Equity Ratio (DER), dan Total Asset Turnover (TATO), kemudian dibandingkan dengan standar industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Midi Utama Indonesia Tbk memiliki kinerja yang lebih baik pada Current Ratio dan Return on Equity (ROE), sedangkan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk lebih unggul pada Quick Ratio, Cash Ratio, Return on Assets (ROA), Debt to Assets Ratio (DAR), Debt to Equity Ratio (DER), dan Total Asset Turnover (TATO). Secara keseluruhan, PT Sumber Alfaria Tbk menunjukkan kinerja keuangan yang lebih stabil, terutama dalam pengelolaan likuiditas, struktur permodalan, dan efisiensi penggunaan aset. Sebaliknya, PT Midi Utama Indonesia Tbk masih menghadapi tantangan berupa tingginya tingkat utang, rendahnya efisiensi pemanfaatan aset, serta fluktuasi pada beberapa rasio keuangan</p> <p><em>This study aims to analyze and compare the financial performance of PT Midi Utama Indonesia Tbk and PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk during the 2022–2025 period based on liquidity, profitability, solvency, and activity ratios. The research method used is a quantitative descriptive method with a literature study approach. The data used is secondary data obtained from the Annual Reports of the two companies for the 2022–2025 period. The analysis technique was carried out through the calculation of financial ratios which included Current Ratio, Quick Ratio, Cash Ratio, Return on Equity (ROE), Return on Assets (ROA), Debt to Assets Ratio (DAR), Debt to Equity Ratio (DER), and Total Asset Turnover (TATO), then compared with industry standards. The results show that PT Midi Utama Indonesia Tbk has a better performance in Current Ratio and Return on Equity (ROE), while PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk is superior in Quick Ratio, Cash Ratio, Return on Assets (ROA), Debt to Assets Ratio (DAR), Debt to Equity Ratio (DER), and Total Asset Turnover (TATO). Overall, PT Sumber Alfaria Tbk showed a more stable financial performance, especially in liquidity management, capital structure, and asset utilization efficiency. On the other hand, PT Midi Utama Indonesia Tbk still faces challenges in the form of high debt levels, low asset utilization efficiency, and fluctuations in several financial ratios</em></p>Alivia ArlianaOlga Karin BellEko Edy Susanto
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107PERKEMBANGAN TEORI DAN PRAKTIK REZIM NILAI TUKAR:STUDI LITERATUR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/23982
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan teori dan praktik rezim nilai tukar dalam ekonomi internasional, serta mengkaji perbandingan penerapan berbagai sistem nilai tu-kar di berbagai negara. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur. Data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku ekonomi, dan publikasi lembaga inter-nasional yang relevan. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan komparatif. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, terdapat perkembangan teori rezim nilai tukar dari sistem tetap menuju sistem yang lebih fleksibel. Kedua, penerapan rezim nilai tukar di berbagai negara menunjukkan bahwa negara maju cenderung menggunakan sistem mengambang, sedangkan negara berkembang lebih banyak menggunakan sistem campuran (managed floating). Ketiga, setiap rezim nilai tukar memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing sehingga tidak ada satu sistem yang paling ideal untuk semua negara.</p>Sopian OD SiburianSudyro Wasinton LubisOlyvia Dian Artha BR LinggaDela Mariana Nopela BR. Raja GukgukMelicha Apriani SaragihHendi Lihou SinagaNehemia Septiayu SitorusRaya Panjaitan
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107PERBANDINGAN ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) & JUST IN TIME (JIT) DALAM PENGENDALIAN PERSEDIAAN BARANG DAGANG PADA MINIMARKET SRC 31 MART
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/23759
<p>Persediaan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran operasional minimarket agar ketersediaan barang tetap terjaga dan biaya persediaan dapat dikendalikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pembelian dan permintaan produk barang dagang serta menganalisis pengendalian persediaan menggunakan metode <em>Economic Order Quantity</em> (EOQ) dan <em>Just In Time</em> (JIT) pada Minimarket SRC 31 Mart. Data yang digunakan berupa data penjualan, pembelian, biaya pemesanan, biaya penyimpanan, dan lead time produk Beras Win 3 Kg, Indomie Goreng, Aqua Botol 600 ml, dan Minyak Kita 1 Liter selama periode Januari–Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode EOQ menghasilkan kuantitas pemesanan optimal sebesar 53 pcs untuk Beras Win 3 Kg, 30 kardus untuk Indomie Goreng, 42 kardus untuk Aqua Botol 600 ml, dan 18 kardus untuk Minyak Kita 1 Liter. Sementara itu, metode JIT menghasilkan kuantitas pemesanan optimal sebesar 18 pcs untuk Beras Win 3 Kg, 13 kardus untuk Indomie Goreng, 16 kardus untuk Aqua Botol 600 ml, dan 10 kardus untuk Minyak Kita 1 Liter. Berdasarkan hasil perbandingan biaya persediaan, metode EOQ menghasilkan biaya persediaan sebesar Rp434.041 pada Beras Win 3 Kg, Rp584.842 pada Indomie Goreng, dan Rp390.980 pada Aqua Botol 600 ml, yang lebih rendah dibandingkan metode JIT. Namun, pada produk Minyak Kita 1 Liter, metode JIT menghasilkan biaya persediaan yang lebih rendah yaitu sebesar Rp438.176 dibandingkan metode EOQ sebesar Rp504.733. Secara keseluruhan, metode EOQ menghasilkan Total Inventory Cost (TIC) sebesar Rp1.905.109, lebih rendah dibandingkan kondisi aktual sebesar Rp2.121.003 dan metode JIT sebesar Rp2.249.937. Dengan demikian, metode EOQ lebih efektif diterapkan sebagai metode pengendalian persediaan pada Minimarket SRC 31 Mart</p> <p><em>Inventory is an important factor in maintaining the operational activities of a minimarket by ensuring product availability while controlling inventory costs. This study aims to determine the purchasing and demand conditions of merchandise products and to analyze inventory control using the Economic Order Quantity (EOQ) and Just In Time (JIT) methods at SRC 31 Mart Minimarket. The data used include sales data, purchasing data, ordering costs, holding costs, and lead time for Beras Win 3 Kg, Indomie Goreng, Aqua Bottled Water 600 ml, and Minyak Kita 1 Liter during the period of January–December 2025. The results show that the EOQ method produces optimal order quantities of 53 units for Beras Win 3 Kg, 30 cartons for Indomie Goreng, 42 cartons for Aqua Bottled Water 600 ml, and 18 cartons for Minyak Kita 1 Liter. Meanwhile, the JIT method produces optimal order quantities of 18 units, 13 cartons, 16 cartons, and 10 cartons, respectively. Based on the comparison of inventory costs, the EOQ method results in lower inventory costs for Beras Win 3 Kg (IDR 434,041), Indomie Goreng (IDR 584,842), and Aqua Bottled Water 600 ml (IDR 390,980) compared to the JIT method. However, for Minyak Kita 1 Liter, the JIT method produces a lower inventory cost (IDR 438,176) than the EOQ method (IDR 504,733). Overall, the EOQ method generates a Total Inventory Cost (TIC) of IDR 1,905,109, which is lower than both the current inventory policy (IDR 2,121,003) and the JIT method (IDR 2,249,937). Therefore, the EOQ method is considered more effective and is recommended as the inventory control method for SRC 31 Mart Minimarket.</em></p>Dewangga Ricco PinandhitaSuseno
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107EVALUASI DAN PENELITIAN BIMBINGAN DAN KONSELING PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/23833
<p>Evaluasi dan penelitian merupakan dua komponen penting dalam penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling (BK) di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Evaluasi bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pelaksanaan layanan BK, sedangkan penelitian bertujuan menghasilkan informasi ilmiah yang dapat digunakan untuk meningkatkan mutu layanan. Artikel ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai buku dan jurnal ilmiah yang berkaitan dengan evaluasi dan penelitian BK di PAUD. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi program BK meliputi evaluasi konteks, masukan, proses, dan hasil yang dilakukan secara sistematis melalui observasi, wawancara, dokumentasi, portofolio, dan daftar cek (checklist). Penelitian BK di PAUD berperan dalam mengidentifikasi kebutuhan anak, mengevaluasi efektivitas layanan, serta mengembangkan strategi layanan yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Dengan demikian, evaluasi dan penelitian menjadi dasar dalam meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling sehingga mampu mendukung perkembangan sosial, emosional, moral, dan kemandirian anak.</p> <p><em>Evaluation and research are two essential components in the implementation of guidance and counseling services in Early Childhood Education (ECE). Evaluation aims to determine the level of success of guidance and counseling service implementation, while research seeks to generate scientific information that can be used to improve the quality of these services. This article employs a library research method by reviewing various books and scientific journals related to the evaluation and research of guidance and counseling in Early Childhood Education. The findings indicate that the evaluation of guidance and counseling programs includes context, input, process, and product evaluations, which are systematically conducted through observation, interviews, documentation, portfolios, and checklists. Research in early childhood guidance and counseling plays a significant role in identifying children's needs, evaluating the effectiveness of services, and developing service strategies that are appropriate to the developmental characteristics of young children. Therefore, evaluation and research serve as fundamental bases for improving the quality of guidance and counseling services to support children's social, emotional, moral, and independent development.</em></p>Putri Novryanti NesimnasiJosi Fernanda TefaDesmi Halena JekeMaria Marsanda MegoKarjo Donisius Djaha
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107HASIL PENELITIAAN DAMPAK FATHERLESS TERHADAP KENAKALAN REMAJA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/24226
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak fatherless terhadap munculnya kenakalan remaja pada kelompok remaja di Desa Tuppan, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Fenomena fatherless dalam penelitian ini terjadi karena ayah merantau dalam jangka waktu yang lama, maupun pembentukan keluarga baru sehingga menyebabkan berkurangnya peran ayah dalam kehidupan remaja. Kondisi tersebut memengaruhi pola pengawasan, perhatian emosional, dan pembinaan karakter dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian terdiri dari 5 informan inti dan 4 informan pendukung. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan Teori Sosiogenis dari Kartini Kartono sebagai teori utama untuk menganalisis pengaruh lingkungan sosial dan keluarga terhadap perilaku remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fatherless memberikan dampak besar terhadap munculnya kenakalan remaja. Dampak tersebut meliputi hilangnya figur otoritas dan kontrol sosial dalam keluarga, munculnya perilaku menyimpang sebagai bentuk pelampiasan emosi, lemahnya pengawasan dari keluarga dan sekolah, serta terbentuknya subkultur menyimpang dalam lingkungan teman sebaya. Bentuk kenakalan remaja yang ditemukan meliputi bolos sekolah, tawuran, perilaku apatis terhadap pendidikan, kecanduan bermain game saat jam sekolah, serta penolakan terhadap aturan keluarga dan sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kondisi fatherless menyebabkan lemahnya kontrol sosial dan meningkatnya pengaruh lingkungan negatif terhadap perilaku remaja.</p> <p><em>This study aims to determine the impact of fatherlessness on the emergence of juvenile delinquency among adolescents in Tuppan Village, Batuputih District, South Central Timor Regency. The phenomenon of fatherlessness in this study occurs due to fathers migrating for long periods, divorce, or the formation of new families, resulting in the reduced role of fathers in adolescents’ lives. This condition affects supervision patterns, emotional attention, and character building within the family. This study used a qualitative research method with a case study approach. Data collection techniques were carried out through observation, in-depth interviews, and documentation. The informants consisted of 5 main informants and 4 supporting informants. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. This study used the Sociogenic Theory proposed by Kartini Kartono as the main theory to analyze the influence of social and family environments on adolescent behavior. The results showed that the condition of fatherlessness has a significant impact on the emergence of juvenile delinquency. These impacts include the loss of authority figures and social control within the family, the emergence of deviant behavior as a form of emotional outlet, weak supervision from family and school, and the formation of deviant subcultures within peer groups. The forms of juvenile delinquency found in this study include truancy, fighting, apathetic attitudes toward education, addiction to playing games during school hours, and rejection of family and school rules. This study concludes that the condition of fatherlessness causes weak social control and increases the influence of negative social environments on adolescent behavior.</em></p>Endang Esterina TunliuChrisistomus S. OiladangChristine Erika MekaAelsthri Ndandara
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107PERSONAL HYGIENE TENAGA KERJA HOTEL OAKTREE EMERALD SEMARANG: IMPLEMENTASI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR DI INDUSTRI HOSPITALITY
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/23785
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan personal hygiene tenaga kerja kitchen di Food & Beverage Department Oaktree Emerald Semarang. Metode yang digunakan berupa pendekatan terintegrasi melalui pelatihan keamanan pangan, simulasi penerapan SOP, pendampingan operasional dapur, monitoring suhu penyimpanan bahan pangan, serta evaluasi melalui audit kebersihan. Pelatihan diberikan kepada seluruh tenaga kerja kitchen untuk meningkatkan pemahaman mengenai hygiene, sanitasi, dan penerapan Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP). Monitoring dilakukan secara berkala melalui observasi langsung dan penggunaan Temperature Monitoring System untuk memastikan standar keamanan pangan berjalan secara konsisten. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan staf dalam menjaga kebersihan diri, sanitasi area kerja, dan keamanan proses pengolahan makanan.</p>Hasna Dzakiyya Anil AmaliaSalva Putri HarapanKhairuna Nidaul HusnaNur’aini NazifaBambang Sugeng Suryatna
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107HUBUNGAN HARGA DIRI DENGAN KETIDAKPUASAN TUBUH (BODY DISSATISFACTION) PADA REMAJA PUTRI DI SMK 4 PANCASILA AMBULU
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/23960
<p>Latar Belakang: Remaja berada pada fase perkembangan yang ditandai oleh perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang berpengaruh terhadap cara individu memandang dirinya. Penerimaan terhadap kondisi tubuh merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan citra diri yang positif. Ketidakmampuan menerima kondisi fisik dapat meningkatkan risiko terjadinya body dissatisfaction. Selain itu, tingkat harga diri juga berperan dalam munculnya ketidakpuasan terhadap tubuh, karena remaja dengan harga diri yang rendah cenderung memiliki penilaian yang kurang positif terhadap penampilan fisiknya. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji hubungan antara harga diri dan body dissatisfaction pada remaja putri di SMK 4 Pancasila Ambulu. Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat harga diri dengan body dissatisfaction pada remaja putri di SMK 4 Pancasila Ambulu. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan rancangan korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 120 siswi dipilih sebagai responden melalui teknik proportional random sampling. Pengukuran harga diri dilakukan menggunakan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES), sedangkan body dissatisfaction diukur menggunakan Body Shape Questionnaire (BSQ). Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji Spearman Rho pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil: Mayoritas responden memiliki tingkat harga diri kategori sedang sebanyak 86 orang (71,7%). Sementara itu, sebanyak 72 responden (60,0%) berada pada kategori body dissatisfaction ringan. Analisis Spearman Rho menghasilkan nilai p < 0,001 dengan koefisien korelasi sebesar -0,302. Temuan tersebut menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara harga diri dan body dissatisfaction dengan arah hubungan negatif dan kekuatan korelasi yang lemah. Kesimpulan: Harga diri memiliki hubungan yang signifikan dengan body dissatisfaction pada remaja putri di SMK 4 Pancasila Ambulu. Remaja dengan harga diri yang lebih baik cenderung memiliki tingkat ketidakpuasan tubuh yang lebih rendah. Saran: Upaya peningkatan harga diri serta penerimaan diri perlu dilakukan untuk membantu mengurangi kecenderungan body dissatisfaction pada remaja putri.</p> <p><em>Background: The adolescent period is marked by rapid developmental changes that affect various aspects of an individual's life, including self-perception. During this stage, concerns about physical appearance often become more prominent. Difficulties in accepting one's body image may lead to body dissatisfaction, a condition characterized by negative feelings and evaluations regarding body shape or appearance. Psychological factors, particularly self-esteem, are believed to influence the development of body dissatisfaction. Adolescents who perceive themselves negatively are more likely to experience dissatisfaction with their physical appearance. Therefore, this study investigated the association between self-esteem and body dissatisfaction among female students at SMK 4 Pancasila Ambulu. Objective: To determine whether self-esteem is associated with body dissatisfaction among female adolescents attending SMK 4 Pancasila Ambulu. Methods: A quantitative correlational design was employed using a cross-sectional framework. The study involved 120 female students selected through proportional random sampling. Data on self-esteem were collected using the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES), whereas body dissatisfaction was assessed using the Body Shape Questionnaire (BSQ). The relationship between the two variables was examined using Spearman's Rank Correlation test at a significance level of 5%. Results: Most participants demonstrated a moderate level of self-esteem (71.7%, n = 86). Regarding body image perception, 60.0% (n = 72) of respondents were classified as having mild body dissatisfaction. Statistical testing revealed a significant inverse relationship between self-esteem and body dissatisfaction (p < 0.001; r = -0.302). Although the correlation strength was weak, the findings suggest that higher self-esteem tends to be associated with lower levels of body dissatisfaction. Conclusion: Self-esteem was significantly related to body dissatisfaction among female adolescents at SMK 4 Pancasila Ambulu. Adolescents with more positive self-evaluations were less likely to report dissatisfaction with their bodies. Recommendation: Programs aimed at strengthening self-esteem and promoting positive body acceptance may help reduce body dissatisfaction among adolescent girls.</em></p>Inka KristinYeni SuryaningsihSofia Rhosma Dewi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107ANALISIS INDEKS POLITROPIK DAN EFISIENSI KOMPRESOR TORAK DENGAN PENDEKATAN SPESIFIK HEAT VARIABEL PADA BERBAGAI TEMPERATUR PENGUJIAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/24572
<p>Proses pemampatan udara di dalam kompresor torak pada dasarnya mengikuti karakteristik politropik, bukan bersifat isotermal murni maupun adiabatik sepenuhnya, sehingga panas jenis fluida kerjanya turut berubah seiring naik-turunnya temperatur, sementara kajian yang secara khusus mengevaluasi hubungan antara variasi temperatur pengujian dengan nilai indeks politropik dan efisiensi kompresor torak berbasis pendekatan panas jenis variabel pada skala laboratorium pendidikan masih terbatas jumlahnya. Berangkat dari hal tersebut, penelitian ini bertujuan memperoleh nilai indeks politropik (n) dan efisiensi (η) kompresor torak yang diuji pada tiga kondisi temperatur, yaitu 50°C, 60°C, dan 70°C, dengan putaran motor penggerak dijaga konstan pada 1000 rpm, dan diharapkan dapat memperkaya pemahaman mengenai perilaku termodinamika kompresor torak pada kondisi operasi nyata sekaligus mendukung fungsi alat peraga uji sebagai media pembelajaran praktikum termodinamika di lingkungan pendidikan vokasi. Pengujian dilakukan menggunakan alat peraga uji kompresor torak di Laboratorium Konversi Energi, dengan indeks politropik ditentukan melalui pendekatan gas ideal, sedangkan efisiensi diperoleh dengan membandingkan entalpi pada kondisi ideal terhadap kondisi aktual yang keduanya diturunkan dari hasil interpolasi tabel sifat gas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai n meningkat seiring naiknya temperatur pengujian (1,020; 1,034; 1,044), dengan efisiensi rata-rata sebesar 71,5%; selain menyebabkan kenaikan temperatur pada sisi keluaran kompresor, kenaikan temperatur tersebut justru menurunkan tekanan keluaran akibat perbedaan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai keadaan tunak (steady state). Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan panas jenis variabel dalam analisis kinerja kompresor torak agar hasil perhitungan lebih merepresentasikan kondisi aktual, sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam pengaturan temperatur operasi kompresor guna menjaga stabilitas tekanan keluaran.</p> <p><em>The air-compression process occurring within a reciprocating compressor essentially follows polytropic characteristics rather than being purely isothermal or fully adiabatic, causing the specific heat of the working fluid to change with fluctuating temperature, and studies specifically evaluating the relationship between test-temperature variation and the polytropic index and efficiency of reciprocating compressors using a variable specific heat approach at the educational-laboratory scale remain limited. Departing from this premise, the present study aims to determine the polytropic index (n) and efficiency (η) of a reciprocating compressor tested under three temperature conditions, namely 50°C, 60°C, and 70°C, with the driving motor's rotational speed held constant at 1000 rpm, and the findings are expected to enrich the understanding of the thermodynamic behavior of reciprocating compressors under real operating conditions while supporting the test apparatus's function as a learning medium for thermodynamics practicum. Testing was carried out using a reciprocating compressor test apparatus at the Energy Conversion Laboratory, with the polytropic index determined through an ideal-gas approach, while efficiency was obtained by comparing the enthalpy under ideal conditions against that under actual conditions, both derived from interpolation of gas property tables. The findings reveal that the value of n increases with rising test temperature (1.020; 1.034; 1.044), with an average efficiency of 71.5%; in addition to raising the temperature at the compressor's discharge side, the increased temperature was accompanied by a decrease in discharge pressure, a consequence of the differing durations required to reach steady-state conditions. These findings underline the importance of a variable specific heat approach in analyzing reciprocating compressor performance so that the calculation results more accurately represent actual field conditions, and can serve as a consideration in setting compressor operating temperatures to maintain discharge-pressure stability.</em></p>Mahesa Riki ArmandaAlthesa AndrovaMuhamad Safii
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107HUBUNGAN KEBIASAAN KONSUMSI MINUMAN BERSODA, HIPERTENSI DAN DIABETES MELITUS DENGAN GAGAL GINJAL KRONIK PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD KOTAMOBAGU
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/23828
<p>Gagal Ginjal Kronik adalah salah satu masalah kesehatan yang semakin meningkat yang disebabkan oleh berbagai faktor risiko, terutama kebiasaan konsumsi minuman bersoda, hipertensi, dan diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kebiasaan konsumsi minuman bersoda, hipertensi, serta diabetes melitus dengan gagal ginjal kronik pada pasien rawat jalan di RSUD Kotamobagu. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan kebiasaan konsumsi minuman bersoda, hipertensi dan diabetes melitus pada pasien rawat jalan di RSUD Kotamobagu. Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian 227 orang. Dengan menggunakan uji Chi-Square.Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan kebiasaan konsumsi minuman bersoda dengan gagal ginjal kronik diperoleh nilai p value= 0,006. Tidak ada hubungan yang signifikan antara hipertensi dengan gagal ginjal kronik diperoleh nilai p value= 0,809. Tidak ada hubungan yang signifikan antara diabetes melitus dengan gagal ginjal kronik diperoleh nilain p value= 0,122.Berdasarkan temuan dari penelitian ini, disarankan agar masyarakat mengurangi tingkat konsumsi minuman berkarbonasi dan beralih ke kebiasaan minum yang lebih sehat. Selain itu, bagi mereka yang menderita hipertensi atau diabetes melitus, penting untuk terus menjaga kepatuhan terhadap kontrol medis secara teratur demi mencegah penurunan fungsi ginjal.</p> <p><em>Chronic Kidney Disease is an increasingly prevalent health problem caused by various risk factors, particularly the habit of consuming carbonated soft drinks, hypertension, and diabetes mellitus. This study aimed to determine the relationship between carbonated soft drink consumption, hypertension, and diabetes mellitus with chronic kidney disease among outpatients at RSUD Kotamobagu. Specifically, the study analyzed the associations of carbonated soft drink consumption, hypertension, and diabetes mellitus with chronic kidney disease. This study employed a quantitative approach using an analytical observational design with a cross-sectional approach. A total of 227 respondents were included in the study. Data were analyzed using the Chi-square test. The results of the Chi-square test indicated a significant relationship between carbonated soft drink consumption and chronic kidney disease (p = 0,006). However, no significant relationship was found between hypertension and chronic kidney disease (p=0,809), nor between diabetes mellitus and chronic kidney disease (p = 0,122). Based on these findings, it is recommended that the public reduce the consumption of carbonated soft drinks and adopt healthier drinking habits. In addition, individuals with hypertension or diabetes mellitus are encouraged to maintain regular medical check-ups and adhere to prescribed treatment in order to prevent further decline in kidney function.</em></p>Rahma Fauzia MokodompitSirajuddien BialangiYasir Mokodompis
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107PENERAPAN MOBILISASI DINI TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI PADA PASIEN POST LAPARATOMI DI RUANG FLAMBOYAN 5 RSUD Dr. MOEWARDI PROVINSI JAWA TENGAH
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/24072
<p>Latar Belakang: Laparatomi merupakan tindakan pembedahan abdomen yang sering menimbulkan nyeri akut pada fase pascaoperasi, sehingga dapat menghambat proses pemulihan pasien. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk menurunkan nyeri adalah mobilisasi dini. Mobilisasi dini bermanfaat untuk meningkatkan sirkulasi darah, mempercepat penyembuhan, serta merangsang pelepasan endorfin yang membantu mengurangi persepsi nyeri. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh mobilisasi dini terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien post laparatomi di Ruang Flamboyan 5 RSUD Dr. Moewardi Provinsi Jawa Tengah. Metode: Penerapan ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui penerapan mobilisasi dini secara bertahap dan pengukuran tingkat nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil penerapan yang menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri setelah dilakukan mobilisasi dini. Skala nyeri Tn. S turun dari 7 (nyeri berat) menjadi 3 (nyeri ringan), sedangkan Tn. A turun dari 7 (nyeri berat) menjadi 5 (nyeri sedang). Hasil ini menunjukkan bahwa mobilisasi dini efektif dalam mengurangi nyeri pascaoperasi. Kesimpulan: Mobilisasi dini efektif menurunkan nyeri pascaoperasi dari kategori berat menjadi sedang hingga ringan, dengan hasil yang dipengaruhi oleh kondisi dan kepatuhan masing-masing pasien.</p> <p><em>Background: Laparotomy is an abdominal surgical procedure that often causes acute pain in the postoperative phase, which can hinder the patient’s recovery process. One nonpharmacological intervention that can be used to reduce pain is early mobilization. Early mobilization helps improve blood circulation, accelerate healing, and stimulate the release of endorphins, which help reduce pain perception. Objective: To determine the effect of early mobilization on reducing pain levels in post-laparotomy patients in Flamboyan 5 Ward at Dr. Moewardi Regional General Hospital, Central Java Province. Methods: This study employed a descriptive method with a case study approach, involving the gradual implementation of early mobilization and the measurement of pain levels before and after the intervention. Results: The results showed a reduction in pain levels following early mobilization. Mr. S’s pain score decreased from 7 (severe pain) to 3 (mild pain), while Mr. A’s score decreased from 7 (severe pain) to 5 (moderate pain). These results indicate that early mobilization is effective in reducing postoperative pain. Conclusion: Early mobilization is effective in reducing postoperative pain from severe to moderate to mild, with outcomes influenced by each patient’s condition and compliance.</em></p>Oktaviani Layli KristinawatiIda Nur ImamahSuciana Ratrinaningsih
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107TINDAK PIDANA KORPORASI DI BIDANG PERPAJAKAN: KAJIAN TERHADAP MEKANISME PENEGAKAN HUKUM DAN SANKSI PIDANA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/23772
<p>Pajak merupakan instrumen fiskal utama yang menyumbang lebih dari 80 persen penerimaan negara Indonesia, sehingga kejahatan perpajakan yang dilakukan oleh korporasi menjadi ancaman serius bagi keuangan negara. Penelitian ini mengkaji tindak pidana korporasi di bidang perpajakan, dengan fokus pada mekanisme penegakan hukum dan penerapan sanksi pidana dalam sistem hukum Indonesia. Menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, penelitian ini menganalisis konstruksi pertanggungjawaban pidana korporasi berdasarkan tiga doktrin utama, yaitu vicarious liability, strict liability, dan identification theory, sebagaimana tercermin dalam UU KUP dan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 13 Tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem hukum perpajakan Indonesia menganut model ganda (dual model) pertanggungjawaban pidana yang dapat dibebankan kepada korporasi maupun pengurusnya. Meskipun demikian, terdapat sejumlah kelemahan struktural, di antaranya ketiadaan ambang batas nilai kerugian negara sebagai syarat eskalasi dari jalur administratif ke jalur pidana, minimnya penuntutan langsung terhadap korporasi sebagai badan hukum, serta lemahnya koordinasi antarlembaga penegak hukum. Penelitian ini merekomendasikan tiga rekonstruksi norma, yaitu penetapan threshold kerugian negara secara eksplisit, pengenalan criminal compliance defense sebagai insentif kepatuhan bagi korporasi, dan penguatan koordinasi kelembagaan antara DJP, Kejaksaan Agung, dan PPATK guna mewujudkan penegakan hukum perpajakan korporasi yang proporsional, efektif, dan berkepastian hukum.</p> <p><em>Taxes are the primary fiscal instrument contributing more than 80 percent of Indonesia's state revenue, making tax crimes committed by corporations a serious threat to state finances. This study examines corporate crimes in the tax sector, focusing on law enforcement mechanisms and the application of criminal sanctions in the Indonesian legal system. Using normative legal research methods with statutory, conceptual, and case-based approaches, this study analyzes the construction of corporate criminal liability based on three main doctrines: vicarious liability, strict liability, and identification theory, as reflected in the KUP Law and Supreme Court Regulation Number 13 of 2016. The results show that the Indonesian tax legal system adheres to a dual model of criminal liability that can be imposed on both corporations and their managers. However, several structural weaknesses exist, including the absence of a threshold for state losses as a condition for escalation from administrative to criminal channels, the lack of direct prosecution of corporations as legal entities, and weak coordination between law enforcement agencies. This study recommends three normative reconstructions: establishing an explicit threshold for state losses, introducing a criminal compliance defense as a compliance incentive for corporations, and strengthening institutional coordination between the Directorate General of Taxes (DGT), the Attorney General's Office, and the Financial Transaction Reports and Analysis Center (PPATK) to ensure proportional, effective, and legally certain corporate tax law enforcement. Keywords: tax crimes, corporate criminal liability, administrative sanctions, criminal sanctions, tax law enforcement</em></p>Alghifari Aqil AthallahMuhammad Nurcholis Alhadi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107STRATEGI DAN TEKNIK BIMBINGAN DAN KONSELING: OPTIMALISASI LAYANAN INDIVIDU, KELOMPOK, SERTA PEMANFAATAN MEDIA DAN SUMBER DAYA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/23838
<p>Layanan bimbingan dan konseling (BK) di satuan pendidikan menghadapi tuntutan untuk semakin adaptif terhadap kebutuhan peserta didik generasi digital, sementara keterbatasan rasio konselor terhadap siswa, minimnya waktu sesi, dan rendahnya literasi teknologi guru BK masih menjadi kendala mendasar. Artikel ini bertujuan menganalisis strategi dan teknik bimbingan dan konseling pada layanan individu dan kelompok, serta mengkaji pola pemanfaatan media dan sumber daya pendukung guna mengoptimalkan efektivitas layanan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan sistematis (systematic literature review) terhadap 22 artikel ilmiah nasional yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2020 sampai 2025, dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dengan tahapan reduksi, kategorisasi tema, dan sintesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pada layanan individu, teknik attending, empati, refleksi perasaan, serta pendekatan cognitive behavior therapy (CBT) terbukti efektif membangun hubungan konseling yang produktif; pada layanan kelompok, teknik modeling, role playing, restrukturisasi kognitif, dan psikodrama secara konsisten meningkatkan efikasi diri, keterampilan sosial, dan kesejahteraan psikologis siswa. Pemanfaatan media dan sumber daya, baik media cetak, permainan edukatif, maupun platform digital dan aplikasi konseling daring, memperluas akses layanan namun memerlukan kesiapan kompetensi konselor serta dukungan infrastruktur sekolah. Optimalisasi layanan BK secara komprehensif memerlukan integrasi strategi, teknik, dan media yang disesuaikan dengan karakteristik konseli serta konteks kelembagaan.</p> <p><em>Guidance and counseling (BK) services in schools face growing demands to adapt to the needs of digital-native students, while limited counselor-to-student ratios, insufficient session time, and counselors' low technological literacy remain persistent constraints. This article aims to analyze strategies and techniques used in individual and group guidance and counseling services, and to examine patterns of media and resource utilization to optimize service effectiveness. The study employed a qualitative descriptive approach through a systematic literature review of 22 national scientific articles published between 2020 and 2025, analyzed using content analysis with stages of reduction, thematic categorization, and synthesis. The findings indicate that in individual services, attending, empathy, feeling-reflection techniques, and cognitive behavior therapy (CBT) approaches effectively build productive counseling relationships; in group services, modeling, role playing, cognitive restructuring, and psychodrama techniques consistently improve students' self-efficacy, social skills, and psychological well-being. The use of media and resources, including print media, educational games, and digital platforms or online counseling applications, expands service access but requires adequate counselor competence and school infrastructure support. Comprehensive optimization of BK services requires integrating strategies, techniques, and media tailored to counselees' characteristics and institutional context.</em></p>Rinensi Alvanita LodoKevi Stefani NokasDemarti EnyNeti Yulianti OllaGodi Liva FobiaMaretni Nopus
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107ANALISIS TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK DALAM PELAYANAN PUBLIK DI KOTA KUPANG NUSA TENGGARA TIMUR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/24359
<p>Tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) merupakan prasyarat fundamental bagi efektivitas pelayanan publik, namun implementasinya di daerah-daerah yang memiliki keterbatasan kapasitas administratif dan infrastruktur masih menghadapi berbagai tantangan struktural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip-prinsip good governance dalam penyelenggaraan pelayanan publik di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, berdasarkan delapan prinsip yang ditetapkan United Nations Development Programme (UNDP). Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2026 dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan aparatur sipil negara, observasi langsung di unit pelayanan publik, dan studi dokumen regulasi daerah. Teknik analisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi good governance di Kota Kupang berada pada kategori "cukup baik" dengan skor rata-rata 2,85 dari skala 5. Prinsip transparansi dan rule of law relatif lebih baik dibandingkan prinsip partisipasi, konsensus, dan kesetaraan yang masih lemah. Hambatan utama meliputi digitalisasi layanan yang belum merata, rendahnya literasi digital masyarakat, dan koordinasi lintas sektor yang tidak optimal. Kontribusi penelitian ini terletak pada pemetaan gap implementasi good governance secara holistik di konteks kota menengah di kawasan Indonesia Timur, yang selama ini luput dari perhatian kajian akademik.</p> <p> </p>Gabriel Noval Putra LahalDavila Hun
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107ANALISIS DAMPAK RISIKO NILAI TUKAR (EXCHANGE RATE RISK) TERHADAP KINERJA KEUANGAN PT INDOFOOD CBP SUKSES MAKMUR TBK
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/23824
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak risiko nilai tukar (exchange rate risk) terhadap kinerja keuangan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk selama periode 2021–2025. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus pada satu perusahaan. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan (Annual Report) PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk dan data nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD). Kinerja keuangan diukur menggunakan rasio Return on Assets (ROA) dan Net Profit Margin (NPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fluktuasi nilai tukar Rupiah memiliki dampak terhadap perubahan kinerja keuangan perusahaan. Depresiasi Rupiah pada tahun 2022 dan 2025 menyebabkan peningkatan biaya impor bahan baku serta beban selisih kurs, sehingga profitabilitas perusahaan mengalami penurunan yang tercermin dari menurunnya nilai ROA dan NPM. Sebaliknya, stabilitas dan apresiasi nilai tukar pada periode 2023–2024 berkontribusi terhadap peningkatan profitabilitas perusahaan. Meskipun demikian, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk mampu mempertahankan kinerja keuangannya melalui pendapatan ekspor yang berfungsi sebagai natural hedging. Oleh karena itu, pengelolaan risiko nilai tukar menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas profitabilitas perusahaan.</p> <p><em>This study aims to analyze the impact of exchange rate risk on the financial performance of PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk during the 2021–2025 period. The research employs a quantitative descriptive method using a case study approach focusing on a single company. The study utilizes secondary data obtained from the company's Annual Reports and the exchange rate data of the Indonesian Rupiah against the United States Dollar (USD). Financial performance is measured using the Return on Assets (ROA) and Net Profit Margin (NPM) ratios. The results indicate that fluctuations in the Rupiah exchange rate affect the company's financial performance. The depreciation of the Rupiah in 2022 and 2025 increased the cost of imported raw materials and foreign exchange losses, leading to a decline in profitability as reflected by lower ROA and NPM values. Conversely, the appreciation and stability of the Rupiah during 2023–2024 contributed to improved profitability. Nevertheless, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk was able to maintain its financial performance through export revenues that functioned as a natural hedging mechanism. Therefore, effective exchange rate risk management is essential to maintain the company's profitability and financial stability.</em></p>Arini Vani Astari SinagaEldinar SimanjuntakIrma Rentauli SitorusJosri NainggolanNatanael Sitorus PaneAsni Yanti ZalukhuNicolas Tito SihombingRaya Panjaitan
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO TUTORIAL PADA MATERI PEWARNAAN RAMBUT DASAR DI SMK PARIWISATA IMELDA MEDAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/24030
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi belum tercapainya kompetensi pewarnaan rambut dasar secara optimal pada kegiatan pratikum. Permasalahan ini berkaitan dengan masih terbatasnya pemahaman peserta didik pada materi dan langkah kerja pewarnaan rambut dasar sebelum melakukan praktikum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan media pembelajaran video tutorial mendapatkan penilaian yang “Sangat Layak” dari ahli materi dengan skor penilaian sebesar 91,55%, sementara ahli media memberikan skor penilaian sebesar 86,27% dengan kriteria "Sangat Layak". Uji coba kelompok kecil mendapatkan skor penilaian "Baik" sebesar 82,40%, uji coba kelompok sedang mendapatkan skor penilaian "Sangat Baik" sebesar 87,80%, dan uji coba kelompok besar mendapatkan skor penilaian "Sangat Baik" sebesar 89,90%. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran video tutorial pada materi pewarnaan rambut dasar layak digunakan dalam proses pembelajaran oleh guru dan siswa. Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran video tutorial pada materi pewarnaan rambut dasar dinyatakan layak untuk digunakan pada proses pembelajaran bagi guru dan siswa.</p> <p><em>This research is motivated by the fact that the competency of basic hair coloring has not been achieved optimally in practical activities. This problem is related to the limited understanding of students on the material and work steps of basic hair coloring before doing the practical. The results of the study showed that the development of video tutorial learning media received a "Very Appropriate" assessment from material experts with an assessment score of 91.55%, while media experts gave an assessment score of 86.27% with the criteria of "Very Appropriate". Small group trials received a "Good" assessment score of 82.40%, medium group trials received a "Very Good" assessment score of 87.80%, and large group trials received a "Very Good" assessment score of 89.90%. Based on these results, it can be concluded that video tutorial learning media on basic hair coloring material is suitable for use in the learning process by teachers and students. It can be concluded that video tutorial learning media on basic hair coloring material is declared suitable for use in the learning process for teachers and students.</em></p>FarihahYuni Qadri Nasution
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107EFEKTIVITAS SIDANG KELILING PENGADILAN AGAMA PALU KELAS IA DALAM PENYELESAIAN PERKARA ISBAT NIKAH
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/23767
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan sidang keliling Pengadilan Agama Palu Kelas IA dalam penyelesaian perkara isbat nikah serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian analisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian Menunjukkan bahwa pelaksanaan sidang keliling dalam penyelesaian perkara isbat nikah telah berjalan efektif. Efektivitas tersebut terlihat dari ketetapan sasaran program, kemudahan akses dan prosedur pelayanan, kecepatan penyelesaian perkara, tingkat kepuasan masyarakat, koordinasi antarinstansi, serta keberlanjutan program. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas sidang keliling meliputi faktor hukum, penegak hukum, sarana dan fasilitas, masyarakat, serta kebudayaan. Berdasarkan teori Lawrence M. Friedman, teori efektivitas hukum Soerjono Soekanto, dan perspektif Maqashid Al-Syari’ah, pelaksanaan sidang keliling mampu meningkatkan akses keadilan, memberikan kepastian hukum atas perkawinan, serta mewujudkan kemaslahatan bagi masyarakat.</p> <p><em>This Study aims to analyze the effectiveness of the circuit court program implemented by the Palu Religious Court Class IA in resolving marriage legalization (isbat nikah) cases and to identify the factors influencing its effectiveness. This research employed a qualitative method with an empirical juridical approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and were analyzed using descriptive qualitative techniques. The results indicate that the implementation of the circuit court program in resolving marriage legalization cases has been effective. This effectiveness is reflected in the accuracy of program targeting, the ease of access and service procedures, the speed of case resolution, public satisfaction, inter-agency coordination, and the sustainability of the circuit court program include legal factors, law enforcement factors, facilities and infrastructure, community participation and cultural factors. Based on the theories of Lawrence M. Friedman, Soerjono Soekanto’s theory of legal effectiveness, and the perspective of Maqashid Al-Shari’ah, the circuit court program has succeeded in improving access to justice, providing legal certainty for marriages, and promoting public welfare.</em></p>Anggun WulandariSuhri HanafiFatimawaliSerindia Nurfadilla Putri
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/23836
<p>Anak berkebutuhan khusus (ABK) memerlukan layanan pendidikan yang disesuaikan dengan karakteristik, hambatan, dan potensi yang dimilikinya, salah satunya melalui layanan bimbingan dan konseling (BK). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling bagi anak berkebutuhan khusus dalam mendukung perkembangan sosial-emosional di sekolah inklusi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru BK, guru pendamping khusus, dan anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan secara individual maupun kelompok mampu membantu anak berkebutuhan khusus dalam mengenali dan mengelola emosi, membangun interaksi sosial yang positif, serta meningkatkan kepercayaan diri. Pendekatan yang digunakan bersifat fleksibel dan disesuaikan dengan jenis kebutuhan khusus anak, seperti anak dengan hambatan intelektual, autisme, tunarungu, maupun kesulitan belajar. Kolaborasi antara guru BK, guru kelas, orang tua, dan tenaga ahli lain terbukti menjadi faktor penting dalam keberhasilan layanan. Dengan demikian, bimbingan dan konseling memiliki peran strategis dalam mendukung perkembangan sosial-emosional anak berkebutuhan khusus secara optimal dan berkelanjutan.</p> <p><em>Children with special needs require educational services tailored to their characteristics, barriers, and potential, one of which is through guidance and counseling services. This study aims to describe the implementation of guidance and counseling services for children with special needs in supporting social-emotional development in inclusive schools. The method used is a descriptive qualitative approach with observation, interview, and documentation techniques involving school counselors, special assistant teachers, and children with special needs in an inclusive school. The results show that guidance and counseling services, both individual and group based, are able to help children with special needs recognize and manage emotions, build positive social interactions, and increase self-confidence. The approach used is flexible and adapted to the type of special needs, such as intellectual barriers, autism, hearing impairment, and learning difficulties. Collaboration between counselors, classroom teachers, parents, and other professionals proves to be an important factor in the success of the service. Thus, guidance and counseling has a strategic role in optimally and sustainably supporting the social-emotional development of children with special needs.</em></p>Sindy Gambella BessiePriska Modesty KottaMerfin Merlina AninFeni Sefniarti KaseBecina Damira OttuSheryl Nathasya Siktimu
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107HUBUNGAN KONSUMSI NUTRISI DENGAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS UMBULSARI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/24267
<p>Konsumsi nutrisi yang baik diperlukan ibu menyusui untuk mendukung kelancaran dan kecukupan produksi ASI. Kurangnya asupan nutrisi dapat menyebabkan produksi ASI tidak optimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan konsumsi nutrisi dengan produksi ASI pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Umbulsari. Metode: Penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 129 ibu menyusui yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner konsumsi nutrisi dan produksi ASI, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rho (α ≤ 0,05). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara konsumsi nutrisi dengan produksi ASI pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Umbulsari. Kesimpulan: Semakin baik konsumsi nutrisi ibu menyusui, semakin optimal produksi ASI yang dihasilkan.</p> <p><em>Adequate nutritional intake is essential for breastfeeding mothers to support optimal breast milk production. Insufficient nutrient intake may affect the quantity and quality of breast milk. This study aimed to determine the relationship between nutritional intake and breast milk production among breastfeeding mothers in the working area of Umbulsari Public Health Center. Methods: This study used a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. A total of 129 breastfeeding mothers were selected using purposive sampling. Data were collected using nutritional intake and breast milk production questionnaires and analyzed using the Spearman Rho test with a significance level of α ≤ 0.05. Results: The results showed a significant relationship between nutritional intake and breast milk production among breastfeeding mothers in the working area of Umbulsari Public Health Center. Conclusion: Better nutritional intake is associated with more optimal breast milk production among breastfeeding mothers.</em></p>Afiska YunindawatiAwatiful AzzaMad Zaini
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP PERLINDUNGAN TENAGA KERJA DI INDUSTRI PERHOTELAN BERDASARKAN STUDI LITERATUR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/23799
<p>Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan salah satu aspek penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif, termasuk pada industri perhotelan yang memiliki risiko kerja cukup beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program K3 terhadap perlindungan tenaga kerja di industri perhotelan berdasarkan studi literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah, artikel, dan sumber referensi terkait penerapan K3 di sektor perhotelan. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi program K3 memiliki peran penting dalam mengurangi risiko kecelakaan kerja, meningkatkan kesadaran pekerja terhadap keselamatan kerja, serta menciptakan kenyamanan dan keamanan selama bekerja. Selain itu, penerapan K3 yang baik juga dapat meningkatkan produktivitas kerja dan kualitas pelayanan hotel. Faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi K3 di industri perhotelan meliputi pelatihan keselamatan kerja, penggunaan alat pelindung diri, pengawasan manajemen, serta kepatuhan pekerja terhadap prosedur kerja yang berlaku. Namun, masih ditemukan beberapa kendala seperti kurangnya pemahaman pekerja terhadap pentingnya K3 dan minimnya pengawasan di lingkungan kerja. Oleh karena itu, diperlukan komitmen perusahaan dalam meningkatkan penerapan program K3 secara berkelanjutan guna menciptakan perlindungan tenaga kerja yang optimal di industri perhotelan.</p>Siti FathonahRahmawati Kana HayaKhansa Lintang Zahira
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107PENGARUH PENGGUNAAN DIGITAL BANKING TERHADAP PERILAKU KEUANGAN MAHASISWA DI KOTA BANDUNG: STUDI PADA GENERASI Z
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/23985
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan digital banking dan paylater terhadap literasi keuangan mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Bandung. Instrumen penelitian terdiri dari beberapa butir pernyataan yang mengukur variabel digital banking, paylater, dan literasi keuangan. Pengujian validitas dilakukan menggunakan metode Corrected Item-Total Correlation dan pengujian reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha. Hasil uji kualitas data menunjukkan sebagian besar item pernyataan valid dan seluruh variabel dinyatakan reliabel, dengan satu item pada variabel paylater yang tidak valid sehingga dikeluarkan dari analisis. Analisis regresi berganda menunjukkan bahwa secara simultan digital banking dan paylater berpengaruh signifikan terhadap literasi keuangan. Secara parsial, digital banking memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap literasi keuangan mahasiswa, sedangkan penggunaan paylater tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Koefisien determinasi menunjukkan bahwa variasi literasi keuangan mahasiswa dapat dijelaskan secara terbatas oleh kedua variabel independen tersebut, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.</p> <p><em>This study aims to analyze the effect of digital banking and paylater usage on students’ financial literacy. A quantitative survey approach was applied to university students in Bandung City. The instrument consisted of several items measuring digital banking, paylater, and financial literacy variables. Validity was tested using the Corrected Item-Total Correlation method and reliability using Cronbach’s Alpha. The data quality test results showed that most items were valid and all variables were declared reliable, with one item in the paylater variable being invalid and excluded from the analysis. Multiple regression analysis showed that digital banking and paylater simultaneously had a significant effect on financial literacy. Partially, digital banking had a positive and significant effect on students' financial literacy, while paylater usage had no significant effect. The coefficient of determination indicates that the variance in students’ financial literacy is partially explained by both independent variables, while the remaining variance is influenced by other factors outside this study.</em></p>Aji MaulanaArvina Nur AeniRizky AditaSekar Maharani DewiAndre SuryaningprangAsep Wahyu Mulyadi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107ANALISIS EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA DESA DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN EKONOMI LOKAL
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/23761
<p>Dana Desa merupakan salah satu instrumen kebijakan fiskal pemerintah pusat yang ditujukan untuk mempercepat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas pengelolaan Dana Desa serta kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi lokal, khususnya dalam aspek infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan pendapatan asli desa. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap laporan realisasi anggaran desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Dana Desa secara umum telah berjalan cukup efektif dilihat dari aspek perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban, meskipun masih terdapat kendala dalam hal kapasitas sumber daya manusia aparatur desa, keterbatasan pengawasan, dan minimnya partisipasi masyarakat dalam tahap perencanaan. Kontribusi Dana Desa terhadap perekonomian lokal terlihat dari peningkatan infrastruktur dasar, tumbuhnya unit usaha milik desa, serta terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan kapasitas aparatur desa, penguatan sistem pengawasan partisipatif, serta optimalisasi keterlibatan masyarakat agar pengelolaan Dana Desa semakin akuntabel dan berdampak nyata bagi pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan.</p> <p><em>The Village Fund is one of the central government's fiscal policy instruments aimed at accelerating development and community empowerment at the village level. This study aims to analyze the effectiveness of Village Fund management and its contribution to local economic development, particularly in terms of infrastructure, community empowerment, and increased village original income. The study employs a descriptive qualitative approach through observation, interviews, and documentation studies of village budget realization reports. The results indicate that Village Fund management has generally run quite effectively in terms of planning, implementation, and accountability, although challenges remain regarding the capacity of village officials, limited supervision, and minimal community participation in the planning stage. The contribution of the Village Fund to the local economy is evident from improved basic infrastructure, the growth of village-owned enterprises, and the creation of employment opportunities for local communities. This study recommends strengthening the capacity of village officials, reinforcing participatory supervisory systems, and optimizing community involvement so that Village Fund management becomes increasingly accountable and has a tangible impact on sustainable local economic development.</em></p>Idham LakoniFero Dela Kelvin
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BENAR SEBAGAI WUJUD BELA NEGARA: SIMBOL PERSATUAN DAN IDENTITAS BANGSA DI ERA GLOBALISASI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/23834
<p>Penelitian ini mengkaji penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sebagai wujud bela negara dan simbol identitas nasional di era globalisasi. Perkembangan globalisasi yang semakin pesat menghadirkan berbagai tantangan terhadap eksistensi bahasa Indonesia, seperti dominasi bahasa asing, fenomena campur kode, serta perubahan sikap berbahasa generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research. Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan berbagai literatur yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar mencerminkan sikap cinta tanah air, kebanggaan nasional, serta komitmen dalam menjaga identitas bangsa. Oleh karena itu, diperlukan penguatan peran keluarga, lembaga pendidikan, pemerintah, literasi digital, dan generasi muda untuk mempertahankan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan identitas nasional di tengah arus globalisasi.</p> <p><em>This study examines the use of proper Indonesian as a manifestation of state defense and a symbol of national identity in the era of globalization. The rapid development of globalization has brought various challenges to the existence of Indonesian, including the dominance of foreign languages, code-mixing practices, and changes in language attitudes among younger generations. This research employed a qualitative approach using the library research method. Data were collected from books, scientific journals, and other relevant literature, then analyzed through content analysis techniques. The findings indicate that the use of proper Indonesian reflects patriotism, national pride, and a commitment to preserving national identity. Therefore, strengthening the role of families, educational institutions, government, digital literacy, and youth participation is necessary to maintain Indonesian as a language of unity and national identity in the globalization era.</em></p>Naysila Ayunita SariSalsabilla Ramadhani DaulayPerawati
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107HUBUNGAN KONSUMSI PROTEIN DENGAN UKURAN LINGKAR LENGAN ATAS (LILA) PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS UMBULSARI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/24264
<p>Pendahuluan: Konsumsi protein yang cukup selama kehamilan berperan penting dalam mendukung pertumbuhan janin dan mempertahankan status gizi ibu. Kekurangan protein dapat memengaruhi cadangan energi dan protein tubuh yang dapat dilihat melalui ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi protein dengan ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Umbulsari. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 129 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik sampling sesuai kriteria penelitian. Pengumpulan data konsumsi protein menggunakan kuesioner dan pengukuran LILA menggunakan pita LILA. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank dengan α ≤ 0,05. Hasil: Sebagian besar ibu hamil memiliki konsumsi protein kategori baik sebanyak 54 orang (41,9%) dan ukuran LILA kategori normal sebanyak 118 orang (91,5%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara konsumsi protein dengan ukuran LILA (p value <0,001; r=0,583). Kesimpulan: Terdapat hubungan positif dengan kekuatan sedang antara konsumsi protein dengan ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Umbulsari.</p> <p><em>Introduction: Adequate protein intake during pregnancy plays an important role in supporting fetal growth and maintaining maternal nutritional status. Insufficient protein intake may affect body energy and protein reserves, which can be reflected through the Mid Upper Arm Circumference (MUAC). This study aimed to determine the relationship between protein consumption and Mid Upper Arm Circumference (MUAC) among pregnant women in the working area of Umbulsari Public Health Center. Methods: This study used a correlational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 129 pregnant women selected using the appropriate sampling technique based on the research criteria. Data on protein consumption were collected using a questionnaire, while MUAC was measured using a MUAC measuring tape. Data analysis was performed using the Spearman Rank test with a significance level of α ≤ 0.05. Results: Most pregnant women had good protein consumption, with 54 respondents (41.9%), and most had normal MUAC, with 118 respondents (91.5%). The Spearman Rank test showed a significant relationship between protein consumption and MUAC (p-value <0.001; r=0.583). Conclusion: There was a positive relationship with moderate strength between protein consumption and Mid Upper Arm Circumference (MUAC) among pregnant women in the working area of Umbulsari Public Health Center.</em></p>Ulfa Putri IndahsariAwatiful AzzaMad Zaini
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin
2026-07-302026-07-30107