KONSELING RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY (REBT) UNTUK MENGURANGI KECEMBURUAN SIBLING RIVALRY: SEBUAH ANALISIS KASUS PADA KONSELI ANAK PERTAMA

Penulis

  • Rafli Dwilianto UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
  • Fadhilla Yusri UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Kata Kunci:

REBT, Kecemburuan, Sibling Rivalry, Keyakinan Irasional, Konseling Individu

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses dan efektivitas penerapan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dalam menangani kecemburuan akibat sibling rivalry pada seorang konseli berinisial Q, perempuan berusia 20 tahun dan anak pertama dari dua bersaudara. Kecemburuan yang dialami Q didasarkan pada keyakinan irasional mengenai nilai diri dan persepsinya terhadap perhatian orang tua. Penelitian menggunakan pendekatan base practice dengan desain studi kasus kualitatif melalui wawancara, observasi, dan catatan proses konseling. Intervensi REBT dilakukan melalui identifikasi dan disputing keyakinan irasional, pengembangan keyakinan rasional, serta penerapan teknik kognitif, emotif, dan perilaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa REBT efektif membantu konseli mengurangi kecemburuan, memperbaiki regulasi emosi, meningkatkan penerimaan diri, dan memperbaiki pola interaksi dalam keluarga. Kesimpulannya, REBT merupakan pendekatan yang relevan dan efektif untuk menangani kecemburuan berbasis distorsi kognitif dalam konteks sibling rivalry, serta memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan emosional dan relasi keluarga konseli.

This study aims to analyze the process and effectiveness of Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) in addressing jealousy arising from sibling rivalry in a client identified as Q, a 20-year-old firstborn of two siblings. Q’s jealousy is rooted in irrational beliefs regarding her self-worth and her perception of parental attention. This study employed a base-practice approach with a qualitative case study design, using interviews, observations, and counseling process notes as data sources. The REBT intervention involved identifying and disputing irrational beliefs, developing rational beliefs, and applying cognitive, emotive, and behavioral techniques. The results indicate that REBT effectively reduced the client’s jealousy, improved emotional regulation, enhanced self-acceptance, and strengthened family interaction patterns. In conclusion, REBT is a relevant and effective approach for addressing jealousy linked to cognitive distortions within the context of sibling rivalry, and it positively contributes to the client’s emotional well-being and family relationships.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30