KAILASA YANG TERLUKA: EKOKRITIK ATAS KRISIS EKOLOGIS DALAM NOVEL KAILASA KARYA JUSUF AN

Penulis

  • Andi Najmi Universitas PGRI Sumenep
  • Hidayatus Sholihah Universitas PGRI Sumenep
  • Indah Nur Amalia Universitas PGRI Sumenep
  • Istifadhah Universitas PGRI Sumenep
  • As’ari Universitas PGRI Sumenep

Kata Kunci:

Krisis Ekologis, Ekokritik, Kailasa

Abstrak

Penelitian ini menganalisis krisis ekologis yang tergambar dalam novel Kailasa karya Jusuf AN melalui lensa teori ekokritik. Karya sastra memiliki potensi besar sebagai media untuk merefleksikan dan mengkritisi fenomena lingkungan, mengingat alam seringkali menjadi bagian integral dalam penciptaan karya. Ekokritik, sebagai cabang kritik sastra yang mengkaji hubungan antara sastra dan lingkungan, menjadi landasan untuk memahami bagaimana kerusakan lingkungan dieksploitasi dan direpresentasikan dalam narasi novel ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan metode analisis ekokritik sastra, berfokus pada pembacaan mendalam dialog, narasi, dan situasi yang menggambarkan degradasi lingkungan di Desa Kailasa. Hasil analisis menunjukkan adanya pergeseran pandangan masyarakat Kailasa dari harmonisasi dengan alam menjadi antroposentris, di mana alam dipandang sebagai objek eksploitasi demi keuntungan ekonomi. Eksploitasi berlebihan ini, seperti penggundulan hutan dan penggunaan pupuk kimia, memicu ketidakseimbangan ekosistem dan bencana alam seperti serangan hama wereng, yang digambarkan sebagai "teguran" dari alam. Novel Kailasa secara kritis menyoroti dampak keserakahan manusia terhadap lingkungan dan menegaskan pentingnya etika lingkungan serta kesadaran ekologis untuk menjaga keberlanjutan hidup.                                                                      

This study analyzes the ecological crisis depicted in Jusuf AN's novel Kailasa through the lens of ecocritical theory. Literary works have great potential as a medium for reflecting on and critiquing environmental phenomena, considering that nature is often an integral part of the creation of works. Ecocriticism, as a branch of literary criticism that examines the relationship between literature and the environment, serves as a foundation for understanding how environmental damage is exploited and represented in the novel's narrative. This study uses a descriptive-qualitative approach with a literary ecocritical analysis method, focusing on an in-depth reading of dialogues, narratives, and situations that depict environmental degradation in Kailasa Village. The results of the analysis show a shift in the Kailasa community's perspective from harmony with nature to anthropocentricity, where nature is seen as an object of exploitation for economic gain. This excessive exploitation, such as deforestation and the use of chemical fertilizers, triggers ecosystem imbalances and natural disasters such as the brown planthopper attack, which is described as a "warning" from nature. The novel Kailasa critically highlights the impact of human greed on the environment and emphasizes the importance of environmental ethics and ecological awareness to maintain the sustainability of life.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30