PEMANFAATAN KULIT JAGUNG MENJADI KERANJANG BUAH DI DESA GOLO RU’A

Penulis

  • Alfonsius Janu Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Yosefina Ayur Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Oktavian Moang Landa Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Yosefina Renya Nahus Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Adriana Geofila Suriati Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Celina Mistika Lamus Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Anselmus Afri Tayun Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng

Kata Kunci:

Inovasi, Kulit Jagung, Limbah, Pengolahan, Produk Kerajinan Tangan

Abstrak

Terletak di Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat, Desa Golo Ru’a. Di wilayah tersebut yang belum dimanfaatkan potensinya dalam memanfaatkan limbah pertanian seperti kulit jagung (klobot).  Limbah yang sering dianggap tidak berguna ini dapat diubah menjadi bahan mentah yang berharga untuk industri kerajinan tangan melalui pengolahan yang tepat.  Inovasi ini sangat relevan di era saat ini di mana konversi limbah menjadi nilai sangat penting. Penelitianini bertujuan untuk mengevaluasi dampak inovasi ini terhadap lingkungan, ekonomi, dan kualitas produk yang dihasilkan, serta mungkin juga untuk memberikan rekomendasi bagi   pengembangan lebih lanjut. Manfaat yang dihasilkan antara lain pengurangan   sampah, dekorasi ramah lingkungan, pemberdayaan ekonomi lokal, dan menampilkan kreativitas.  Dengan menggunakan Metode pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), yang mencakup metode seperti pemetaan komunitas dan pertanyaan apresiatif, pelatihan tersebut secara efektif memenuhi kebutuhan komunitas.  Secara keseluruhan, inisiatif ini mengubah limbah menjadi sumber daya yang   berharga, sejalan dengan   prinsip   pembangunan berkelanjutan dan mendorong pemberdayaan dan kreativitas masyarakat.  Hasil pengabdian menunjukkan bahwa limbah kulit jagung dapat diubah menjadi bahan baku yang memiliki nilai tambah tinggi melalui proses pengolahan tertentu. Produk-produk yang dihasilkan juga memiliki daya tarik estetika dan nilai jual yang layak.

Located in Ndoso District, Manggarai Barat Regency, Golo Ru’a.  in the region whose potential has not been utilized in utilizing agricultural waste such as corn husks (klobot). This waste, which is often considered useless, can be turned into valuable raw materials for the handicraft industry through proper processing. This innovation is very relevant in today's era where the conversion of waste into value is very important.  This study aims to evaluate the impact of this innovation on the environment, economy, and product quality, and perhaps also to provide recommendations for further development.  The resulting benefits include reducing waste, eco-friendly decorations, empowering the local economy, and showing   creativity.   Using the Asset-Based Community Development (ABCD) approach, which   includes methods such as community mapping and   appreciative questions, the training effectively addresses community needs.  Overall, these initiatives turn waste into valuable resources, in line with the principles of sustainable development and promote community empowerment and creativity.  The results of the service show that corn husk waste can be converted into raw materials that have high added value through certain processing processes. The resulting products also have aesthetic appeal and a decent selling point.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30